Home / Hukum - Kriminal

Selasa, 10 Januari 2023 - 17:20 WIB

5 Terdakwa Penganiaya Hendrikus Pratama Divonis 11 Tahun Penjara

5 terdakwa pelaku penganiayaan menjalani Sidang Pembacaan Keputusan di PN Kubar

5 terdakwa pelaku penganiayaan menjalani Sidang Pembacaan Keputusan di PN Kubar

KUTAI BARAT, eksposisi.com – Pengadilan Negeri (PN) Kutai Barat (Kubar) menggelar sidang pembacaan keputusan kasus penganiayaan Hendrikus Pratama, pada Selasa (10/1/2023). Hendrikus Pratama dianiya hingga meninggal dunia di Ruang Tahanan Polres Kubar beberapa waktu lalu.

Sidang vonis ini dimpimpin Hakim Ketua Buha Ambrosius Situmorang bersama dua anggota serta penuntut Umum, M.Fahmi Abdillah dan 5 terdakwa. Yakni I Royji Saputra, Rasidi, Rahmat, Beno Suandi Ratrijunius Feozinki Kayah. Dalam putusannya majelis hakim menjatuhkan vonis masing-masing 11 tahun penjara.

“Menjatuhkan pidana kepada para terdakwah oleh karena itu masing-masing dengan pidana penjara selama 11 tahun,” ucap Majalis Hakim.

Baca Juga :  Wakil Ketua Komisi IV DPRD Tanggapi Angka Kemiskinan Kaltim Dibawah Rata-Rata Nasional

Alasan Majelis Hakim memvonis 5 terdakwa dengan penjara tersebut lantaran Royji Cs tidak menyesali perbuatan. Mereka juga sudah dihukum dalam perkara lain, tetapi masih melakukan tindak pidana penganiayaan di rumah tahanan (Rutan) Polres Kubar.

“Para terdakwa yang sedang menjalani masa tahanan, bukannya menggunakan kesempatan tersebut untuk mengintrospeksi diri namun justru melakukan kekerasan terhadap tahanan lainnya,” ucap Ambros.

Sedangkan keadaan yang meringankan para terdakwa bersikap sopan di persidangan dan mereka memiliki tanggungan keluarga.

Majelis Hakim memberikan para terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menerima atau menolak dan menyatakan banding selama 7 hari.

Baca Juga :  Sat Ops Patnal Kemenkumham Kaltim Melakukan Razia di Lapas Kelas II A Tenggarong

“Kami beri kesempatan, bisa menerima putusan ini, menolak kemudian menyatakan banding atau berpikir-pikir selama 7 hari ya silakan,” ucapnya.

Sementara itu istri korban, Peni Lusiati merasa belum puas dengan tuntutan Hakim kepada terdakwa, walaupun divonis 11 tahun penjara.

“Belum puas seharusnya 12 tahun, saya merasa seperti belum mendapatkan keadilan,” ucap Peni.

Namun menurut pengacara keluarga korban Alberto Chandra untuk vonis yang diberikan hakim kepada terdakwa sudah maksimal.

“Vonis naik dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum menurut saya itu hasilnya sudah baik, dan bukti efek jera kepada terdakwa,” tegasnya. (kbr)

Share :

Baca Juga

Hukum - Kriminal

Kejari Kukar Melakukan Komitmen Bersama Wujudkan WBK dan WBBM

Hukum - Kriminal

Kasat Lantas Polres Kukar Pantau Pos Terpadu Operasi Ketupat Mahakam 2022

Hukum - Kriminal

Bawaslu Nyatakan KPU Kaltim Langgar Administrasi Pemilu

Hukum - Kriminal

Jalin Silaturahmi Bersama Masyarakat, Polres Mahakam Ulu Rutin Menggelar Jumat Curhat

Hukum - Kriminal

Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-63, Kejari Kukar Paparkan Capaian Kinerja Tahun 2023

Hukum - Kriminal

Balita di Samarinda Positif Narkoba Usai Bertamu ke Rumah Tetangga

Hukum - Kriminal

Pengedar Obat Keras di Kubar Dibekuk Polisi, Tersangka Memesan Barang Melalui Jasa Online

Hukum - Kriminal

Lapas Kelas II A Tenggarong Mengusulkan 870 WBP Mendapat Remisi Khusus Saat Perayaan Idul Fitri 1444H