Home / Advertorial / Pemerintah / Politik

Selasa, 5 November 2024 - 16:26 WIB

Upaya Ketua DPRD Kutim Bantu Nelayan Atasi Kelangkaan BBM

Jimmi - Ketua DPRD Kutai Timur

Jimmi - Ketua DPRD Kutai Timur

KUTAI TIMUR, eksposisi.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di Kutai Timur kian menyulitkan para nelayan, khususnya di Kenyamukan, Sangatta Utara. Kondisi ini memaksa mereka untuk menempuh perjalanan jauh ke kota hanya demi mendapatkan pasokan solar yang dibutuhkan untuk operasional perahu. Padahal, bagi para nelayan, solar adalah elemen vital yang menentukan keberlangsungan usaha mereka di laut.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, Jimmi, menyatakan bahwa pihaknya telah berupaya melakukan koordinasi dengan Pertamina agar pasokan solar di daerah tersebut segera diatasi.

Menurutnya, Pertamina di Kenyamukan sebenarnya sudah ada, namun masalah operasional masih menjadi kendala utama yang belum terselesaikan.

“Kami sudah berbicara dengan pihak Pertamina. Mereka terbuka bagi siapa saja badan usaha yang ingin mengoperasikan Pertamina Kenyamukan. Sayangnya, sampai saat ini belum ada investor yang bersedia,” jelas Jimmi pada Selasa 05/11/2024).

Baca Juga :  Bupati Kukar Paparkan Strategi Dongkrak PAD Usai Laporan Pertanggungjawaban 2024 Disetujui DPRD

Jimmi juga menjelaskan bahwa SPBU di Kenyamukan sebelumnya dimiliki oleh swasta. Namun, agar dapat beroperasi kembali di bawah naungan Pertamina, ada proses hukum yang perlu ditempuh terlebih dahulu.

“Awalnya memang ini milik swasta, dan untuk pengalihan ke Pertamina tentu perlu ada penyelesaian hukum. Ini yang masih menjadi penghambat utama,” lanjutnya.

Kendala lainnya, kata Jimmi, adalah sudah hampir lima tahun SPBU tersebut tidak beroperasi, sehingga kondisi fisik serta kelayakan stasiun pengisian perlu ditinjau kembali. “

Sudah lima tahun tidak beroperasi, dan meskipun Pertamina membuka peluang, hingga kini belum ada badan usaha yang mau berinvestasi di sana,” ujarnya.

Ia juga mengakui bahwa pihaknya mendesak Pertamina untuk segera mencarikan solusi, agar para nelayan tidak terus menerus terbebani oleh kelangkaan solar ini.

Baca Juga :  Kepemimpinan Edi Damansyah Antar Kukar Hapus Kemiskinan Ekstrem dan Turunkan Angka Stunting Tertinggi di Kaltim

“Kami di DPRD akan terus berupaya agar persoalan ini bisa ditangani secepatnya. Ini menyangkut kesejahteraan nelayan yang penghasilannya tergantung pada ketersediaan bahan bakar,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu nelayan  mengeluhkan setiap saat ingin melaut, harus terlebih dahulu ke kota untuk mencari solar yang memakan waktu cukup lama.

“Setiap kali ingin melaut, kami harus ke kota mencari solar. Perjalanan ini memakan waktu dan biaya tambahan, sementara hasil tangkapan tidak sebanding dengan pengeluaran yang semakin besar,” ujar Hasan.

Para nelayan berharap, persoalan solar di daerah mereka dapat segera dituntaskan agar mereka bisa melaut tanpa harus khawatir soal pasokan bahan bakar.

“Kami ini butuh kejelasan, apakah Pertamina Kenyamukan akan beroperasi atau tidak. Kalau memang beroperasi, kami akan sangat terbantu,” katanya. (adv/dprd/kutim)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Belum Ada Bapaslon yang Datang Pada Hari Pertama Pendaftaran Pilkada Kukar

Advertorial

DPRD Kukar Sedang Fokus Menyusun AKD, Sebagai Fondasi Kinerja Efektif

Advertorial

Raih Peringkat 3 ADWI 2022, Pemkab Kukar akan Tambah Infrastruktur Wisata di Desa Pela

Advertorial

Ketua DPRD Kukar Angkat Bicara Terkait Polemik Rencana Relokasi Pedagang Pasar Tangga Arung ke Lapangan Pemuda

Advertorial

Asisten I Setkab Kukar Hadiri Rapat Pleno DPHP dan Penetapan DPS

Advertorial

Sejumlah Kegiatan Pembangunan Fisik Sekolah yang Diganti Proyek Pengadaan Dapat Sorotan Komisi IV DPRD Kukar

Advertorial

Terkait 21 IUP Palsu, Pansus IP DPRD Kaltim Mengeluarkan Sejumlah Rekomendasi kepada Polda Kaltim

Advertorial

KPU Kukar Terbitkan Pengumuman Perpanjangan Pendaftaran Seleksi Calon Anggota PPK