KALIMANTAN TIMUR, eksposisi.com – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Salehuddin kerap menyuarakan terkait infrastruktur pembangunan di daerah pemilihannya, yakni Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar)
Ia mengungkapkan salah satu infrastruktur yang masih belum memadai yakni penghubung di tiga kecamatan paling hulu di Kukar yakni Kecamatan Kenohan, Kembang Janggut dan Tabang.
Ia menjelaskan besaran anggaran yang tersedia saat ini untuk peninggian jalan di kawasan tersebut, dari rencana awal sebesar Rp50 miliar, hanya Rp20 miliar yang dialokasikan dalam APBD Murni Kukar.
“Awalnya memang dirancang Rp50 miliar, namun saat ini hanya Rp20 miliar karena fokusnya baru pada peninggian jalan. Harapannya di APBD perubahan nanti bisa ditambah, walaupun belum tentu bisa langsung terealisasi cepat,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa ketiga wilayah tersebut sangat strategis, terutama karena intensitas kegiatan ekonomi masyarakat.
Selain itu, ia mengungkapkan masih adanya beberapa titik akses yang bergantung pada transportasi feri, yang menurutnya berdampak langsung pada distribusi logistik serta harga barang pokok.
“Kondisi jalan rusak dan distribusi yang terhambat berdampak pada daya beli masyarakat. Ini menjadi perhatian utama, apalagi dalam kondisi ekonomi nasional yang juga sedang melambat,” ujarnya.
Ia pun kembali mengangkat rencana pembangunan konektivitas jangka Panjang yang pernah dicanangkan oleh mantan Bupati Kukar, Rita Widyasari, melalui skema pinjaman ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), pada saat Salehuddin sebagai Ketua DPRD Kukar.
“Program itu dulu bertujuan menyambungkan tiga kecamatan tersebut. Saya kira itu perlu kita pertimbangkan kembali,” katanya.
Dia juga meminta agar pemerintah daerah yang baru menyusun rencana pembangunan berbasis kajian menyeluruh, bukan hanya perbaikan sementara.
“Jangan hanya tambal sulam. Harus ada kajian yang matang untuk jangka panjang,” pungkasnya. (adv/dprd/kaltim)









