Home / Advertorial / Pemerintah / Politik

Rabu, 4 Juni 2025 - 08:54 WIB

Anggota DPRD Kaltim Soroti Ketidaksinkronan Program Pemprov dan Pemda

Syarifatul Sya'diah - Anggota DPRD Kaltim

Syarifatul Sya'diah - Anggota DPRD Kaltim

KALIMANTAN TIMUR, eksposisi.com – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Syarifatul Sya’diah menyoroti ketimpangan antara program pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.

Salah satunya yakni soal efektivitas anggaran, yang menciptakan ruang bagi pemborosan dan gagalnya program menyentuh akar persoalan masyarakat.

Ia menyebut ketidaksinkronan perencanaan antarlembaga pemerintahan telah berlangsung terlalu lama, dan berpotensi menjadi penghambat utama pembangunan daerah.

“Program provinsi dan kabupaten/kota masih sering jalan sendiri-sendiri. Ini jadi persoalan besar ketika bicara soal dampak langsung ke masyarakat,” ujar Syarifatul Sya’diah.

Menurutnya, absennya perencanaan yang terintegrasi berimbas pada tumpang tindih kegiatan, duplikasi anggaran, dan hilangnya fokus. Dalam kondisi fiskal yang menurun, situasi semacam ini bisa berujung fatal.

Baca Juga :  Komisi Informasi Kaltim Melakukan Audience Bersama Pemkab Kukar

Ia mendorong agar rapat koordinasi yang melibatkan Pemprov, pemerintah kabupaten/kota, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), hingga DPRD—bukan lagi sekadar seremoni tahunan.

“Rakor harus rutin dan terstruktur. Kalau arah pembangunan di tiap level bisa nyambung, hasilnya akan lebih tepat sasaran dan tidak boros,” tegasnya.

ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia menyebut, program strategis daerah seperti gratis pol dan jos pol tidak cukup dijalankan hanya oleh pemerintah.

Baca Juga :  Anggota Komisi II DPRD Kaltim Soroti Aset Milik Pemprov

“Dunia usaha dan masyarakat perlu dilibatkan lebih jauh. Tanpa dukungan mereka, program unggulan Pemprov akan susah terasa dampaknya,” katanya.

Penurunan kapasitas fiskal Kaltim dari Rp21 triliun menjadi Rp18 triliun menurutnya menjadi sinyal peringatan bahwa era belanja besar-besaran sudah lewat. Kini, efisiensi dan sinergi lintas sektor bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

“Kalau anggaran makin terbatas, maka satu-satunya jalan adalah menyelaraskan program secara menyeluruh. Kalau tidak, pembangunan kita bisa berhenti di tengah jalan,” tutupnya. (adv/dprd/kaltim)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Persiapkan PSU Pilkada Kukar, Pemkab Melakukan Penandatanganan NPHD Bersama Sejumlah Instansi Vertikal

Hukum - Kriminal

Pastikan PSU Pilkada Kukar Lancar, Polres Kawal Pengiriman Logistik Hingga ke TPS

Advertorial

Peningkatan Jalan Desa Beloro Menuju Sebulu Modern Akan Dituntaskan Secara Bertahap

Pemerintah

Bupati Kukar Menghadiri Penandatanganan Kerja Sama Desa dengan Pihak Ketiga

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Sebut Potensi Agribisnis Menjadi Magnet Baru bagi Masyarakat Lokal

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Ungkap Fokus Utama Program Kerjanya Sektor Pertanian dan Keagamaan

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Tanggapi Dampak Tambang dan Perkebunan Terhadap Lingkungan serta Rencana Relokasi Warga

Advertorial

Pansus LKPJ DPRD Kaltim Kunjungi Kabupaten Kutim, Lakukan Pengujian di Lapangan