Home / Advertorial / Pemerintah / Politik

Rabu, 4 Juni 2025 - 08:54 WIB

Anggota DPRD Kaltim Soroti Ketidaksinkronan Program Pemprov dan Pemda

Syarifatul Sya'diah - Anggota DPRD Kaltim

Syarifatul Sya'diah - Anggota DPRD Kaltim

KALIMANTAN TIMUR, eksposisi.com – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Syarifatul Sya’diah menyoroti ketimpangan antara program pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.

Salah satunya yakni soal efektivitas anggaran, yang menciptakan ruang bagi pemborosan dan gagalnya program menyentuh akar persoalan masyarakat.

Ia menyebut ketidaksinkronan perencanaan antarlembaga pemerintahan telah berlangsung terlalu lama, dan berpotensi menjadi penghambat utama pembangunan daerah.

“Program provinsi dan kabupaten/kota masih sering jalan sendiri-sendiri. Ini jadi persoalan besar ketika bicara soal dampak langsung ke masyarakat,” ujar Syarifatul Sya’diah.

Menurutnya, absennya perencanaan yang terintegrasi berimbas pada tumpang tindih kegiatan, duplikasi anggaran, dan hilangnya fokus. Dalam kondisi fiskal yang menurun, situasi semacam ini bisa berujung fatal.

Baca Juga :  Pemkab Kutim Masuk Tahap Wawancara TOP Digital Award 2023

Ia mendorong agar rapat koordinasi yang melibatkan Pemprov, pemerintah kabupaten/kota, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), hingga DPRD—bukan lagi sekadar seremoni tahunan.

“Rakor harus rutin dan terstruktur. Kalau arah pembangunan di tiap level bisa nyambung, hasilnya akan lebih tepat sasaran dan tidak boros,” tegasnya.

ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia menyebut, program strategis daerah seperti gratis pol dan jos pol tidak cukup dijalankan hanya oleh pemerintah.

Baca Juga :  1.886 PPPK dan Tenaga Paruh Waktu di Kukar Dilantik, Bupati Sebut Garda Terdepan Pemda Dalam Pelayanan Publik

“Dunia usaha dan masyarakat perlu dilibatkan lebih jauh. Tanpa dukungan mereka, program unggulan Pemprov akan susah terasa dampaknya,” katanya.

Penurunan kapasitas fiskal Kaltim dari Rp21 triliun menjadi Rp18 triliun menurutnya menjadi sinyal peringatan bahwa era belanja besar-besaran sudah lewat. Kini, efisiensi dan sinergi lintas sektor bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

“Kalau anggaran makin terbatas, maka satu-satunya jalan adalah menyelaraskan program secara menyeluruh. Kalau tidak, pembangunan kita bisa berhenti di tengah jalan,” tutupnya. (adv/dprd/kaltim)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Anggota DPRD Kaltim Mendukung Rencana Walkot Samarinda Terkait Pembangunan Sekolah Bertaraf Internasional

Advertorial

Jalan Umum di Desa Tanjung Batu Akhirnya Dapat Penerangan, Lewat Program Terang Kampongku

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Soroti Kebutuhan Dasar Masyarakat di Daerah Terjauh Banyak yang Belum Terpenuhi

Advertorial

Bantu Perlindungan Perempuan dan Anak, DP3A Tambah 3 Tenaga Profesional

Advertorial

Dinas Ketahanan Pangan Segera Salurkan Bantuan Beras, Menyasar 19.245 KPM di Kukar

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Soroti Rendahnya Realisasi Anggaran 2024

Advertorial

Diskominfo Kukar Terus Berupaya Maksimalkan Koneksi Internet di 20 Kecamatan

Advertorial

DPPKB Kutim Menggelar Seminar Diseminasi Hasil Verifikasi dan Validasi Keluarga Berisiko Stunting