Home / Advertorial / Pemerintah

Selasa, 16 Mei 2023 - 17:01 WIB

BUMDes Sumber Purnama Desa Loh Sumber Kembangkan Hilirisasi Hasil Pertanian

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com –  Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Loh Sumber terus mengembangkan usaha sektor pertaniannya. Bahkan, saat ini hasil produksi pertanian padi sawah yang dikembangkan sudah dipasarkan di toko retail dan pusat perbelanjaan modern.

Pengembangan sektor hilirisasi BUMDes Sumber Purnama ini ditunjang alat Rice Miling Unit (RMU), dengan kapasitas kapasitas produksi 1 ton gabah dalam satu jamnya. Selain itu, BUMDes Sumber Purnama juga sudah memiliki alat pengering gabah yang menggunakan teknologi yang disebut dengan box dryer.

Dimna, mesin tersebut didapat bantuan dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes-PDTT), dengan kapasitas 10 ton.

Baca Juga :  Kecamatan Tenggarong Seberang Ditetapkan Sebagai Pilot Project Pertanian Berbasis Kawasan

“Itu pengadaannya akhir tahun lalu. Kita mulai produksi di bulan Febuari ini. Dengan adanya mesin tersebut, masyarakat tidak perlu lagi menjemur (gabah), ujar Kepala Desa (Kades) Loh Sumber, Sukirno.

Dalam waktu empat hari, BUMDes Sumber Purnama mampu memproduksi beras hingga 10 ton. Hal itu terhitung dari dua hari masa pengambilan gabah dari petani, satu hari proses penggilingan gabah di RMH dan satu hari proses pengeringan gabah dengan melalui box dryer.

Hingga kini, alat berteknologi milik BUMDes Sumber Purnama itu sudah memfasilitasi beberapa gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang ada di beberapa desa dan kelurahan di Kukar. Diantaranya, Desa Loh Sumber, Sungai Payang, Rapak Lambur dan Kelurahan Bukit Biru.

Baca Juga :  Bupati Kukar Hormati Proses Hukum Terkait Penggeledahan Disdikbud oleh Kejati Kaltim, Minta Penyelesaian Temuan BPK Tetap Diberi Ruang

Beras hasil produksi itu dijual dengan berbagai kemasan, mulai dari kemasan 3 kilogram, 5 kilogram, 10 kilogram hingga 25 kilogram dengan merk cap tugu.

Target pemasarannya, BUMDes Sumber Purnama menyasar Kabupaten/kota di Kalimantan Timur (Kaltim). Namun, untuk sementara baru tersebar di lingkup Kukar. Diantaranya, Kecamatan Kembang Janggut, Sangasanga dan Muara Badak.

“Dalam rangkaian ini masih kolaborasi dengan Gapoktan. Untuk sekarang masih proses pendekatan kerjasama antar desa dan antar lembaga desa,” pungkasnya. (adv)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Sekda Kukar Melakukan Monitoring dan Evaluasi Terhadap Pelajar Penerima Beasiswa Kerjasama

Pemerintah

Hadiri Musrenbang di Kecamatan Muara Kaman, Dewan Beber Keluhan Warga

Advertorial

Ketua DPRD Kaltim Menghadiri Penutupan MTQ Tingkat Provinsi

Advertorial

Disdikbud Kukar Tingkatkan Kompetensi Bagi Guru IPA Tingkat SMP Melalui MGMP

Advertorial

Pejabat Pemerintah dan Kerabat Kesultanan, Hingga Warga Makan Bersama Dalam Acara Beseprah

Advertorial

Sekda Kukar Membuka Forum Lintas Perangkat Daerah 2025

Pemerintah

Dispar Kukar Dorong Penegasan Kewenangan Program Budaya Bersama Disdikbud

Advertorial

Sekda Kukar Pimpin Evaluasi Bersama Sejumlah OPD untuk Tingkatkan Nilai SAKIP