Home / Bisnis / Ekonomi / Finansial / Pemerintah

Selasa, 28 April 2026 - 18:07 WIB

Bupati Kukar Ancam Ganti Manajemen BUMD Tak Sehat

Aulia Rahman Basri - Bupati Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

Aulia Rahman Basri - Bupati Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menegaskan komitmennya dalam membenahi kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar mampu menjadi tulang punggung Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal ini disampaikannya usai melakukan evaluasi terhadap sejumlah BUMD di lingkungan Pemkab Kukar, pada Selasa (28/04/2026).

Menurutnya, keberadaan BUMD memiliki peran strategis dalam mendorong kemandirian fiskal daerah. Oleh karena itu, pengelolaan yang profesional dan efisien menjadi kunci agar perusahaan daerah dapat memberikan kontribusi optimal.

“Seluruh BUMD ini kita harapkan menjadi tulang punggung untuk pendapatan asli daerah, sehingga pengelolaannya harus benar-benar kita awasi dengan ketat,” ujarnya.

Dalam evaluasi yang dilakukan, ia menemukan adanya BUMD yang dinilai belum sehat dari sisi keuangan. Ia menyoroti tingginya belanja operasional dan pegawai yang mencapai hampir 70 persen dari total pendapatan perusahaan.

Baca Juga :  Kukar Land Festival 2023 Terapkan Konser Ramah Lingkungan, Hingga Sediakan Area Khusus Penyandang Disabilitas

“Kalau belanja operasional dan pegawainya sudah hampir 70 persen dari pendapatan, tentu ini tidak sehat dan harus segera kita evaluasi,” tegasnya.

Ia menjelaskan, BUMD yang sehat seharusnya mampu membagi struktur keuangan secara proporsional. Komposisi ideal yang diharapkan yakni 30 persen untuk operasional dan pegawai, 30 persen untuk kontribusi PAD, serta 30 persen untuk investasi.

Menurutnya, porsi investasi sangat penting untuk memastikan pertumbuhan usaha. Tanpa adanya investasi baru, BUMD akan sulit berkembang dan berpotensi stagnan dalam jangka panjang.

Baca Juga :  Harga Sejumlah Bahan Pokok di Kukar Mengalami Kenaikan, Pemerintah Berencana Menggelar Gerakan Pangan Murah

“Kalau tidak ada investasi baru, maka yakin dan percaya BUMD itu tidak akan tumbuh,” katanya.

Pemkab Kukar saat ini sedang memperketat pengawasan terhadap seluruh BUMD. Evaluasi dilakukan tidak hanya pada laporan keuangan, tetapi juga pada efektivitas pengelolaan dan kinerja manajemen.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan mentoleransi pengelolaan BUMD yang tidak efisien. Belanja operasional yang terlalu tinggi tanpa hasil signifikan dinilai merugikan daerah.

“Kalau terkesan hanya untuk memperkaya dan memperenak jajaran saja, itu segera kita cut loss dan kita ganti dengan yang lebih mau bekerja untuk daerahnya,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Respon Cepat Pemkab Kukar Atasi Kelangkaan Pupuk, Wabup Rendi Berikan Bantuan 217 Ton Pupuk kepada Petani

Advertorial

Bupati Saksikan Penandatanganan MoU PT Tunggang Parangan Perseroda dengan PT KBS

Advertorial

Tunjang Transportasi Air, Dishub Kukar Bangun 1 Dermaga Baru dan Tingkatkan 13 Lainnya

Advertorial

Ketua DPRD Kukar Apresiasi Kontribusi TNI Berikan Dampak ke Pngembangan Pertanian

Bisnis

Kejari Kukar Soroti Dugaan Penyalahgunaan Kios Tangga Arung Square

Pemerintah

Pastikan Persiapan Berjalan Lancar, Wabup Rendi Solihin Meninjau Venue Kukar Land Festival

Advertorial

Seleksi Kompetensi Dasar bagi CPNS di Kutim Resmi Dibuka

Advertorial

Ketua DPRD Kukar Ungkap Bahwa Seluruh Kecamatan akan Dibangunkan Taman Tematik