KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Peringatan Hari Kartini ke-147 tahun 2026 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berlangsung penuh makna. Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menggelar senam bersama dengan perwakilan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Tenggarong, pada Selasa (21/04/2026).
Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur, sekaligus mempererat kebersamaan antara pemerintah daerah, petugas lapas, dan warga binaan.
Mengusung tema “Pemberdayaan
Perempuan Melalui Budaya dan Kreativitas”, peringatan Hari Kartini ini menjadi momentum untuk mendorong semangat perempuan agar terus bangkit dan berkarya, termasuk bagi mereka yang sedang menjalani masa pembinaan.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh semangat. Warga binaan terlihat antusias mengikuti senam bersama yang menjadi bagian dari rangkaian acara.
Bupati Kukar juga melakukan peninjauan terhadap aktivitas pembinaan yang berlangsung di dalam lapas, serta berdialog dengan warga binaan.
“Kami bersama jajaran melakukan kunjungan ke Lapas Perempuan Kelas II Tenggarong untuk melihat langsung kondisi sarana dan prasarana, serta proses pembinaan yang berjalan di dalamnya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki komitmen untuk mendukung warga binaan agar memiliki bekal keterampilan setelah menjalani masa pembinaan.
“Pemerintah daerah berkomitmen memberikan dukungan fasilitas, terutama bagi warga binaan yang memiliki keterampilan, seperti menjahit, memasak, maupun keahlian di bidang salon,” jelasnya.
Menurutnya, dukungan tersebut bertujuan agar warga binaan dapat mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat dan tidak lagi bergantung pada pihak lain.
“Nantinya, kami akan membantu penyediaan peralatan sesuai keahlian masing-masing, agar setelah mereka selesai menjalani masa pembinaan, mereka memiliki bekal untuk mandiri,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa bantuan yang diberikan akan diprioritaskan bagi warga binaan yang berasal dari Kukar, karena bersumber dari anggaran daerah.
Ia juga mengaitkan momentum peringatan Hari Kartini dengan semangat kebangkitan perempuan, termasuk bagi warga binaan di dalam lapas.
Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong, Riva Dilyanti, menyampaikan bahwa lapas yang dipimpinnya merupakan satu-satunya lapas perempuan di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
“Lapas Perempuan Kelas II Tenggarong merupakan satu-satunya lapas perempuan di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara,” ungkap Riva.
Ia menjelaskan bahwa kondisi lapas saat ini mengalami over kapasitas, dengan jumlah penghuni jauh melebihi daya tampung ideal.
“Dari sisi kapasitas, sebenarnya hanya menampung 135 orang, namun saat ini dihuni sekitar 359 warga binaan, sehingga mengalami over kapasitas,” jelasnya.
Riva juga memaparkan bahwa pembinaan yang dilakukan mencakup pembinaan kepribadian dan kemandirian melalui berbagai program pelatihan.
Menurutnya, sebagian besar warga binaan merupakan kasus narkotika yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi, sehingga pembinaan difokuskan pada perubahan pola pikir dan pemberian keterampilan.
“Momentum Hari Kartini ini menjadi pengingat bahwa perempuan, termasuk warga binaan, tetap memiliki kesempatan untuk bangkit, mandiri, dan berkontribusi positif di masyarakat,” tutupnya. (ltf/fdl)









