Home / Pendidikan-Kesehatan / Serba Serbi

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:42 WIB

Dari Rebutan Gunungan Hasil Bumi hingga Keluhan Berobat dengan KTP

Rebutan gunungan hasil bumi dalam tradisi Sedekah Bumi di Bukit Biru (Latif/Eksposisi)

Rebutan gunungan hasil bumi dalam tradisi Sedekah Bumi di Bukit Biru (Latif/Eksposisi)

Rabu malam (13/5/2026), di kaki Puncak Bukit Biru, hawa sejuk perlahan turun menyelimuti perkampungan warga. Pada malam itu, tradisi Sedekah Bumi sedang digelar di Panggung Gembira, Kelurahan Bukit Biru Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara.

DITULIS OLEH: LATIF

JALAN menuju lokasi acara tampak ramai dipenuhi masyarakat yang datang silih berganti. Cahaya lampu dari para pedagang kaki lima berjejer, menciptakan suasana hangat di malam itu.

Aroma makanan dari lapak-lapak sederhana bercampur dengan riuh obrolan warga yang memenuhi kawasan acara.

Berbagai permainan anak ramai diterangi lampu warna-warni. Trampolin hingga wahana bermain sederhana disewakan bagi para orang tua yang membawa anak-anaknya, untuk menikmati malam perayaan Sedekah Bumi.

Suara tawa anak-anak terdengar bersahutan, menambah hidup suasana malam budaya yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

Di atas panggung utama, para tamu undangan mulai memenuhi tempat yang telah disediakan.

Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Adji Muhammad Arifin turut hadir bersama jajaran pemerintah daerah.

Malam itu, kegiatan juga dihadiri oleh Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri.

Tidak ada sekat mencolok antara pejabat dan masyarakat. Semuanya duduk lesehan menikmati suasana malam yang terasa hangat dan penuh kebersamaan.

Malam kian larut, acara inti mulai berlangsung. Sambutan demi sambutan hingga lantunan doa membuat suasana terasa khidmat.

Warga yang memadati lokasi acara duduk tenang menyaksikan setiap rangkaian kegaitan. Sesekali terdengar tawa kecil dan percakapan ringan dari masyarakat yang menikmati suasana tradisi budaya tersebut.

Baca Juga :  KPU Kubar Sudah Melaksanakan Sejumlah Tahapan Jelang Pemilu 2024

Puncak acara pun tiba, ketika gunungan hasil bumi dibawa ke tengah kerumunan warga. Dalam hitungan detik, suasana yang sebelumnya tenang berubah riuh.

Masyarakat berbondong-bondong mendekati gunungan hasil bumi untuk memperebutkan isi yang digantung. Isi gunungan berupa sayur dan buah-buahan itu dipercaya membawa berkah.

Tak hanya masyarakat, sejumlah tamu undangan juga tampak ikut menikmati tradisi tersebut. Beberapa diantaranya tertawa sembari membawa hasil bumi yang berhasil didapatkan dari rebutan bersama masyarakat.

Tradisi Sedekah Bumi malam itu menjadi gambaran tentang kebersamaan masyarakat yang masih terjaga kuat. Tidak ada sekat antara warga biasa, tokoh adat, hingga pejabat daerah. Semua larut dalam rasa syukur yang sama.

Namun suasana hangat berubah ketika acara mulai usai.

Di tengah keramaian warga yang perlahan meninggalkan lokasi acara, Aulia Rahman Basri berjalan menuju kendaraan dinasnya.

Langkahnya tiba-tiba dihentikan oleh seorang pria yang berusaha menyampaikan keluhan secara langsung.

Dengan nada suara yang terdengar menahan kecewa. Pria tersebut, menceritakan pengalamannya saat mengurus anggota keluarganya untuk berobat menggunakan program pelayanan kesehatan gratis hanya dengan KTP.

Program yang selama ini digaungkan pemerintah daerah, menurutnya, tidak semudah yang dibayangkan masyarakat.

Ia mengaku sempat berpindah-pindah mengurus administrasi dan tidak langsung mendapatkan pelayanan sebagaimana yang dijanjikan.

“Berobat yang cukup pakai KTP itu tidak ada,” ujarnya singkat.

Dalam kondisi panik demi keselamatan keluarganya, ia akhirnya memilih mendaftarkan keluarganya sebagai pasien umum agar segera mendapat tindakan medis dari rumah sakit.

Baca Juga :  Anggota DPRD Kaltim Soroti Ketergantungan Pasokan Pangan dari Luar Daerah yang Masih Terjadi

Ia menjelaskan bahwa anggota keluarganya sempat beberapa kali dibawa ke rumah sakit.

Saat itu, menurut pengakuannya, pihak rumah sakit melakukan pemeriksaan awal dan menyatakan tidak ditemukan penyakit serius sebelum akhirnya pasien diminta pulang.

Namun kondisi keluarganya tak kunjung membaik. Mereka kembali datang untuk berobat, tetapi hasil yang diterima disebut masih sama.

Hingga akhirnya, demi mempercepat penanganan, ia memutuskan berpindah sebagai pasien umum meski harus mengeluarkan biaya pribadi. Keputusan itu, justru membuat penanganan berubah drastis.

“Pas pindah ke umum langsung dilayani, langsung ronsen, langsung ketahuan penyakitnya, kalau umumkan langsung sat-set” ucapnya sambil tersenyum tipis.

Pria tersebut juga mengaku sempat menyampaikan langsung keluhannya kepada bupati.

Bahkan menurutnya, Aulia meminta jajaran terkait melakukan pengecekan terhadap pelayanan yang terjadi di lapangan.

“Saya sampaikan ke pak Bupati, suruh anak buahnya nyamar saja kalau memang pelayanannya begitu,” tuturnya.

Percakapan singkat di tengah keramaian warga, seketika menghadirkan suasana berbeda.

Tradisi Sedekah Bumi yang malam itu dipenuhi rasa syukur dan kebersamaan, mendadak diwarnai cerita tentang harapan masyarakat kecil terhadap pelayanan kesehatan yang lebih mudah dan merata.

Di tengah lampu-lampu pedagang yang masih menyala di sepanjang jalan kampung.

Suara pria itu menjadi pengingat, bahwa di balik perayaan budaya dan kemeriahan malam. Masih ada persoalan pelayanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

EDITOR: FAIDIL ADHA

Share :

Baca Juga

Ekonomi

PAD Sektor Pariwisata Kukar di Atas 50 Persen, Dinas Pariwisata Kukar Optimis Lampaui Target di Akhir Tahun

Advertorial

SDN 018 Ajarkan Keterampilan Membuat Kerajinan dan Inovasi kepada Siswa

Pemerintah

Cuaca Panas dan Berasap, Disdikbud Kukar Siapkan Perlindungan untuk Peserta Pembukaan Erau

Hukum - Kriminal

Rita Widyasari Ceritakan Kehidupan di Balik Jeruji, Kini Lebih Sehat dan Aktif Berolahraga

Advertorial

Disdikbud Kukar Dorong Para Pendidik Memanfaatkan AI Dalam Kegiatan Belajar Mengajar

Pemerintah

Erau 2026 Dipastikan Tetap Digelar, Pemkab dan DPRD Kukar Komitmen Jaga Tradisi di Tengah Tekanan Fiskal

Advertorial

SPMB Jenjang SMP Tahap Dua Jalur Domisili Sudah Dilaksanakan di Kukar

Politik

Tokoh Pemuda Kubar Frederick Edwin Salurkan 4,7 Ton Beras Hasil Petani Lokal Kepada Masyarakat