KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan bantuan seragam gratis yang masuk dalam Program Kukar Idaman Terbaik akan dilaksanakan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
Bantuan tersebut disalurkan melalui skema Bantuan Operasional Sekolah Kabupaten (BOSKAB) dan didistribusikan kepada siswa melalui koperasi sekolah.
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengatakan mekanisme tersebut diterapkan agar penyaluran bantuan berlangsung tertib, tepat sasaran, sekaligus mendorong koperasi sekolah menjadi lebih aktif dalam mendukung kebutuhan peserta didik.
Menurutnya, anggaran bantuan seragam terlebih dahulu disalurkan kepada sekolah melalui BOSKAB. Selanjutnya, sekolah bekerja sama dengan koperasi untuk menyediakan dan mendistribusikan perlengkapan yang menjadi hak setiap siswa penerima.
“Nantinya bantuan itu kita distribusikan ke sekolah-sekolah, kemudian sekolah mendistribusikannya melalui koperasi yang ada di sekolah. Harapannya koperasi sekolah bisa terfungsikan dan semakin hidup dengan adanya program seragam sekolah ini,” ujarnya pada Kamis (9/7/2026).
Ia menegaskan kepala sekolah memiliki tanggung jawab memastikan program tersebut berjalan sesuai ketentuan. Bantuan yang diberikan harus diterima oleh siswa tepat sasaran, tepat waktu, dan sesuai dengan alokasi anggaran yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
“Salah satu amanat kepada kepala sekolah adalah bagaimana BOS Seragam ini bisa disampaikan kepada anak-anak dengan tepat sasaran, tepat waktu, kemudian tepat jumlah sesuai alokasi anggaran yang ada. Setelah ditetapkan, distribusinya dalam bentuk pakaian dilakukan melalui koperasi sekolah kepada para siswa,” jelasnya.
Heriansyah mengungkapkan mekanisme tersebut bukan hal baru karena telah diterapkan sejak tahun sebelumnya. Oleh sebab itu, Disdikbud Kukar akan terus melakukan evaluasi agar pelaksanaan program semakin baik pada tahun-tahun berikutnya.
“Program ini sudah berjalan sejak tahun lalu. Tinggal kita evaluasi kelemahan-kelemahannya agar pelaksanaannya semakin baik,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa bantuan seragam gratis tidak hanya mencakup seragam nasional, tetapi juga perlengkapan sekolah lainnya yang menjadi kebutuhan peserta didik.
Menurutnya, paket bantuan meliputi seragam putih-biru atau putih-merah sesuai jenjang pendidikan, seragam pramuka, seragam batik yang disesuaikan dengan ketentuan masing-masing sekolah, serta tas sekolah.
Terkait adanya temuan pungutan terhadap program seragam gratis di salah satu sekolah, Heriansyah menyebut persoalan tersebut telah ditindaklanjuti.
Disdikbud memastikan program seragam gratis tetap mengedepankan prinsip transparansi dan akan terus melakukan pengawasan agar bantuan yang diberikan pemerintah benar-benar diterima oleh siswa sesuai ketentuan.
“Kita berharap seluruh sekolah dapat menjalankan program ini sesuai mekanisme yang telah ditetapkan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh peserta didik sekaligus mendukung peningkatan pelayanan pendidikan di Kabupaten Kutai Kartanegara,” pungkasnya. (ltf/fdl)










