Home / Advertorial / Pemerintah / Politik

Rabu, 30 April 2025 - 16:55 WIB

DPRD Kaltim Ingatkan untuk Tidak Gegabah Ambil Keputusan Terkait Usulan Penutupan Alur Sungai Mahakam

Akhmed Reza Fachlevi - Anggota DPRD Kaltim

Akhmed Reza Fachlevi - Anggota DPRD Kaltim

KALIMANTAN TIMUR, eksposisi.com – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Akhmed Reza Fachlevi mengingatkan agar tidak gegabah mengambil keputusan terkait usulan penutupan alur Sungai Mahakam pascainsiden tabrakan kapal yang merusak struktur Jembatan Mahakam.

Menurutnya keputusan yang harus diambil juga harus memperhatikan dampak terhadap keselamatan dan roda perekonomian.

“Harus diingat, kewenangan baik dari sisi darat maupun sungai berada di pemerintah pusat. Sisi darat merupakan kewenangan Kementerian PUPR, sementara sisi perairan berada di bawah Kementerian Perhubungan,” kata Reza Fachlevi.

Karena itu, DPRD Kaltim sebagai lembaga legislatif daerah hanya dapat memberikan rekomendasi dan mengawasi jalannya kebijakan, bukan mengambil keputusan langsung.

Menurutnya, setiap rekomendasi, apalagi yang menyangkut penutupan Sungai Mahakam, harus dikaji secara matang. Jangan sampai menimbulkan kerugian besar bagi berbagai pihak dan memicu keresahan di masyarakat.

Baca Juga :  Komisi IV DPRD Kaltim Menggelar RDP, Bahas Peningkatan Tunjangan PPPK

Ia menilai wacana penutupan sungai bisa berdampak serius. Jika diterapkan, bukan hanya aktivitas pelayaran yang terganggu, tetapi juga industri batu bara, logistik, hingga pendapatan negara.

“Bayangkan, rantai pasok batu bara bisa terputus, jetty bisa rusak atau terbakar, dan PNBP bisa hilang. Ini bukan cuma urusan daerah, tapi menyangkut kepentingan nasional, ungkapnya.

Ia mengungkapkan bahwa ribuan warga Kukar, Samarinda, dan daerah lainnya sangat bergantung pada aktivitas di Sungai Mahakam. Selain itu, penutupan jalur sungai bisa mencoreng nama Indonesia di mata internasional jika dianggap gagal menjamin stabilitas pelayaran strategis.

Ia juga menyatakan sikap partainya sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dan keselamatan masyarakat. Namun, ia menegaskan bahwa fokus utama saat ini seharusnya bukan pada penutupan alur sungai, melainkan pada penegakan hukum.

Baca Juga :  Ketua DPRD Apresiasi Job Fair, Harapkan Penerimaan Prioritaskan Warga Asli Kukar

“Proses hukum harus ditegakkan. Kejar pelaku tabrakan. Bila perlu, cabut semua izin usaha terkait, mulai dari nakhoda, anak buah kapal (ABK), hingga pemilik perusahaan. Sita kapalnya. Dengan begitu, hanya pelaku yang bertanggung jawab yang dikenai sanksi, bukan masyarakat luas yang tidak terlibat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Jembatan Mahakam I Kota Samarinda ditabrak kapal tongkang bermuatan batu bara pada Sabtu, 26 April 2025 lalu. Akibatnya, tiang penopang fender bengkok.

Ini merupakan insiden ke 23 kali tongkang menyenggol jembatan. Sebelumnya, pada Minggu, 16 Februari 2025 , sebuah tongkang bermuatan kayu sengon juga menabrak fender pilar ketiga jembatan. (adv/dprd/kaltim)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Cari Bibit Potensial, Dispora Kukar Akan Melaksanakan Festival Sepak Bola Usia Dini

Pemerintah

Bendera Dayak Borneo Dikibarkan, Senator Kaltim: Sinyal Ketidakadilan

Advertorial

Dinas Koperasi dan UKM Kutim Dorong Inovasi dan Pengembangan Sektor UMKM

Politik

Silaturahmi dan Halal Bihalal, Anggota Komisi II DPRD Kukar Serap Aspirasi Warga Muara Jawa

Infrastruktur

Tertunda 20 Tahun, Rencana Pemekaran Kecamatan Muara Kaman Masih Terkendala

Ekonomi

Pemkab Kukar Finalisasi Pinjaman Perbankan untuk Penyelesaian Utang kepada Pihak Ketiga Sebesar Rp820 Miliar

Advertorial

Bupati Edi Damansyah Minta OPD di Kukar Perbaiki Proses Administrasi

Advertorial

MTQ ke-45 Tingkat Kabupaten Kukar Resmi Dibuka, Ratusan Kafilah dari 20 Kecamatan Ikuti 19 Cabang yang Dilombakan