KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Kondisi lalu lintas di kawasan Jembatan Kedaton Agung menjadi sorotan masyarakat. Titik tersebut dinilai semakin padat dan rawan terjadi kecelakaan, terutama saat jam sibuk pagi dan sore hari.
Pertemuan arus kendaraan dari berbagai arah tanpa pengaturan yang memadai membuat pengendara harus ekstra waspada. Tidak jarang, kondisi ini memicu kemacetan hingga potensi kecelakaan lalu lintas.
Sejumlah pengguna jalan mengaku sering mengalami kesulitan saat melintas di simpang tersebut. Mereka harus saling mengalah atau bahkan berebut jalan karena tidak adanya sistem pengaturan yang jelas.
Salah satu pengendara, Rudi, mengatakan kondisi simpang tersebut kerap membuatnya waswas setiap kali melintas, terutama saat arus kendaraan sedang padat.
“Kalau lagi ramai, sering bingung siapa duluan yang jalan. Kadang ada yang tiba-tiba nyelonong saja,” ujarnya.
Pengendara lainnya, Siti, juga menilai volume kendaraan yang melintas sudah tidak sebanding dengan kondisi simpang yang ada saat ini.
“Apalagi kalau jam pulang kerja, macetnya lumayan panjang. Takut juga kalau sampai terjadi kecelakaan,” katanya.
Selain menimbulkan kecelakaan, kondisi tersebut juga membuka peluang terjadinya pelanggaran lalu lintas. Sejumlahpengendara terlihat kerap melawan arus atau mengambil jalur yang tidak semestinya.
Menanggapi hal itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan telah menyiapkan langkah penataan untuk mengurai permasalahan di simpang tersebut.
Kepala Dishub Kukar, Ahmad Junaidi, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan kajian teknis dan simulasi rekayasa lalu lintas di lokasi tersebut.
“Dari hasil simulasi, memang diperlukan pengaturan lalu lintas di simpang itu agar arus kendaraan lebih tertib,” katanya.
Menurutnya, simpang empat di kawasan tersebut menjadi titik pertemuan kendaraan dari berbagai arah, sehingga membutuhkan sistem pengendalian yang lebih terstruktur.
“Selain traffic light, kami juga akan menambah rambu-rambu dan CCTV untuk mendukung pengawasan di lapangan,” ujarnya.
Dishub Kukar menargetkan pemasangan fasilitas tersebut dapat direalisasikan pada tahun 2026 sebagai bagian dari peningkatan sarana prasarana lalu lintas di Tenggarong.
“Harapannya nanti lebih tertib dan tidak semrawut lagi,” tutupnya. (ltf/fdl)










