Home / Hukum - Kriminal / Pemerintah / Pendidikan-Kesehatan

Selasa, 7 Juli 2026 - 08:00 WIB

Kejati Kaltim Geledah Kantor Disdikbud Kukar, Terkait Dugaan Korupsi Insentif Guru

Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi  Kalimantan Timur menggeledah Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur menggeledah Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Tim Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Timur (Kaltim) menggeledah Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar), pada Senin (6/7/2026).

Penggeledahan tersebut merupakan tindak lanjut dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) guru Aparatur Sipil Negara (ASN) dan insentif guru non-ASN.

Penggeledahan dilakukan di Kantor Disdikbud Kukar di Jalan Lais, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong. Penyidikan tersebut berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan pembayaran TPP guru ASN dan insentif guru non-ASN pada Tahun Anggaran 2020 hingga 2025.

Selain menyasar kantor Disdikbud Kukar, tim penyidik juga melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi lain yang berkaitan dengan perkara. Dari rangkaian kegiatan tersebut, penyidik mengamankan berbagai dokumen dan barang bukti elektronik yang diduga memiliki keterkaitan dengan proses penyidikan.

Baca Juga :  Kunjungi Markas Operasional Bajaj di Tenggarong, Wakil Bupati Kukar Minta Pengoprasian Ditunda Hingga Izin Selesai

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Kaltim, Toni Yuswanto, mengatakan barang-barang yang diamankan akan menjadi bagian dari proses pembuktian dalam perkara yang sedang ditangani.

“Dari hasil penggeledahan yang telah dilakukan, tim penyidik berhasil mengamankan dan membawa sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik yang terkait dengan perkara yang ditangani, untuk selanjutnya dilakukan penyitaan oleh Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejati Kalimantan Timur guna proses penyidikan selanjutnya,” ujar Toni Yuswantodalam surat edaran siaran pers.

Penyidik juga memeriksa sejumlah saksi dari lingkungan Disdikbud Kukar. Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami dugaan tindak pidana korupsi sekaligus melengkapi alat bukti yang telah diperoleh selama proses penyidikan.

Baca Juga :  PT MHU Beri Bantuan kepada Korban Banjir yang Melanda Sejumlah Desa di Kukar

Hingga saat ini Kejati Kaltim belum mengumumkan adanya pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik masih terus mendalami perkara melalui pemeriksaan saksi serta analisis terhadap dokumen dan barang bukti elektronik yang telah disita.

Toni menegaskan, penggeledahan merupakan bagian dari mekanisme penyidikan sebagaimana diatur dalam ketentuan hukum acara pidana.

“Tujuan dilakukannya penggeledahan adalah untuk mencari dan mengumpulkan alat bukti dalam rangka kepentingan pembuktian perkara serta guna membuat terang tindak pidana yang terjadi sebagaimana ketentuan Pasal 112 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Bupati Kukar Hadiri Festival Cenil Ramaikan HUT ke-41 Desa Kota Bangun III

Advertorial

Sentuhan Edi Damansyah Mentransformasi Sektor Perikanan Kukar

Advertorial

Kepala Desa Kembang Janggut Resmi Dilantik Bupati Kukar

Advertorial

Ketua DPRD Menerima Kunjungan PWI Kukar, Ajang Menjalin Silaturahmi dan Kerjasama

Advertorial

Wakil Ketua DPRD Kutim Berharap Kunjungan KPK Rutin Dilakukan Untuk Mencegah Terjadinya Kesalahan

Hukum - Kriminal

Satpol PP Kukar Akan Musnahkan Ribuan Botol Miras Hasil Sitaan

Advertorial

Pemkab Kutim Berencana Tingkatkan Kesejahterakan Guru TK/TPQ

Advertorial

Disdikbud Kukar Dorong Generasi Muda Untuk Terus Jaga dan Lestarikan Kebudayaan