Home / Bisnis / Ekonomi / Industri

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:03 WIB

Keselamatan Kerja Menjadi Perhatian Serius Dalam RAT Koperasi TKBM Karya Sejahtera

Rapat Anggota Tahunan Koperasi TKBM Karya Sejahtera Tahun Buku 2025 (Istimewa)

Rapat Anggota Tahunan Koperasi TKBM Karya Sejahtera Tahun Buku 2025 (Istimewa)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Keselamatan kerja menjadi salah satu perhatian serius dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi TKBM Karya Sejahtera Tahun Buku 2025, yang digelar di Tenggarong , pada Selasa (30/6/2026).

Para pekerja bongkar muat diminta memperkuat kedisiplinan, kompetensi, dan penggunaan alat pelindung diri saat bekerja di kapal maupun area pelabuhan.

Kegiatan tersebut dihadiri Dinas Koperasi dan UKM Kutai Kartanegara serta perwakilan KUPP Kuala Samboja.

Perwakilan KUPP Kelas II Kuala Samboja, Rezki, mengatakan keselamatan kerja harus menjadi perhatian utama dalam kegiatan bongkar muat.

Menurutnya, pekerja TKBM wajib melengkapi diri dengan alat pelindung diri sebelum bekerja di atas kapal.

“Kita ingin Pelabuhan Kuala Samboja mencapai zero accident, tidak ada kecelakaan kerja di laut pada tahun ini,” ujar Rezki.

Rezki meminta Koperasi TKBM Karya Sejahtera terus menyesuaikan diri dengan ketentuan yang berlaku. Jika masih terdapat kekurangan administrasi, ia berharap pembenahan segera dilakukan agar koperasi dapat terus berkembang.

“Dari sisi administrasi, kalau memang masih ada celah-celah atau kekurangan, segera diperbaiki agar ke depan koperasi ini semakin maju,” katanya.

Baca Juga :  DPC IWAPI Kukar Menggelar Rakercab II, Pemerintah Mendorong Kolaborasi Penguatan Ekonomi Perempuan

Rezki juga menyinggung potensi pengembangan TKBM di Muara Jawa. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki potensi pasar karena berdekatan dengan aktivitas pertambangan di wilayah Kutai. Kedekatan itu dinilai dapat membantu efisiensi waktu dan mengurangi potensi biaya keterlambatan dalam kegiatan bongkar muat.

Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kukar, Muhammad Reza, juga menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi anggota TKBM. Ia mengatakan pekerja bongkar muat menghadapi risiko kerja karena aktivitas dilakukan di kapal dan lingkungan pelabuhan.

“Risiko yang saya maksud adalah karena anggota TKBM bekerja di kapal dan di pelabuhan untuk melakukan kegiatan bongkar muat. Karena itu mereka harus memiliki kompetensi yang memadai dan koperasi harus berkomitmen menjaga keselamatan serta kesehatan kerja seluruh anggotanya,” ujar Reza.

Menurut Reza, peningkatan kompetensi anggota perlu dilakukan secara berkelanjutan. Dalam aspek keselamatan dan kesehatan kerja, koperasi juga diminta berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja.

Selain keselamatan kerja, RAT tersebut juga membahas kepatuhan koperasi terhadap regulasi. Reza menegaskan Koperasi TKBM tidak dapat berjalan sembarangan karena harus mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk Permenkop Nomor 6 Tahun 2023 dan SKB 2 Dirjen 1 Deputi Tahun 2011.

Baca Juga :  Stok Elpiji Nasional Disebut Cukup, Agen di Kukar Pastikan Pasokan Masuk Setiap Hari

“Kalau melihat tema RAT tahun ini, itu menunjukkan koperasi ini tidak bisa main-main. Koperasi harus sehat dan layak sehingga bisa terus beroperasi di wilayah pelabuhan,” katanya.

Reza menjelaskan, Koperasi TKBM Karya Sejahtera memiliki 30 unit kerja. Setiap unit berisi sekitar 22 orang tenaga kerja yang menjalankan kegiatan bongkar muat di wilayah Pelabuhan Kuala Samboja.

Sementara itu, Ketua Koperasi TKBM Karya Sejahtera Kuala Samboja, La Ode Mbena, mengatakan RAT menjadi ruang untuk memperkuat komitmen koperasi dalam bekerja, melayani, dan menjalankan aturan.

“Konsistensi dalam bekerja, konsistensi dalam melayani, dan konsistensi dalam menjalankan aturan yang menjadi pedoman kita bersama,” kata La Ode.

Ia berharap keputusan yang dihasilkan dalam RAT dapat memperkuat pelayanan koperasi sekaligus memberi manfaat bagi seluruh anggota TKBM Karya Sejahtera. (adm/fdl)

Share :

Baca Juga

Bisnis

Evaluasi E-PBM, Langkah Penting Menuju Digitalisasi Bongkar Muat di Kuala Samboja

Ekonomi

Transfer Dana Pusat Baru 25 Persen, Pemkab Kukar Prioritaskan Program Kerakyatan

Bisnis

Tuntaskan Salah Satu Janji Politik Kukar Idaman Terbaik, Bupati Meresmikan Pasar Tangga Arung Square

Advertorial

Tindak Lanjut Hasil Sidak Perusahaan Kelapa Sawit di Kutim, Komisi IV DPRD Kaltim Menggelar RDP

Advertorial

Ketahanan Pangan Desa Jadi Prioritas, Pemkab Kukar Lakukan Pemetaan dan Intervensi

Ekonomi

APBD Kukar 2026 Disetujui Sebesar Rp7,116 Triliun, Sekda Memastikan Pembangunan Berjalan Sesuai Ketentuan

Bisnis

PT MHU Menerima Penghargaan Tamasya Award, Bukti Kontribusi Terhadap Pemberdayaan Masyarakat

Ekonomi

Ultimate Winter Driving Tips