Home / Pemerintah

Senin, 12 Juni 2023 - 09:24 WIB

KLHK Bekerjasama dengan PT Freeport Indonesia Tanam Mangrove di Kaltim

KALIMANTAN TIMUR, eksposisi.com – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) menjalin kerjasama dengan PT Freeport Indonesia (PTFI) guna merehabilitasi 2 ribu hektare hutan mangrove di Kalimantan Timur (Kaltim).

Nota kesepahaman bersama ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Sigit Reliantoro dan Sekretaris BRGM Ayu Dewi dan, Presiden Direktur PTFI Tony Wenas

Tony Wenas mengatakan bahwa pihaknya berencana menanam mangrove di lahan seluas 10 ribu hektare sampai akhir masa tambang.

Ia mengungkapakn hingga saat ini, PTFI telah menanam lebih dari 2,8 juta pohon mangrove di lahan seluas lebih dari 500 hektar di area Muara Ajkwa, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.

“PTFI memiliki tujuan yang sama dengan pemerintah untuk meningkatkan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia. Sinergi PTFI bersama KLHK dan BRGM sekali lagi menegaskan komitmen PTFI untuk senantiasa beroperasi secara bertanggung jawab dan terus memberi nilai tambah jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat,” kata Tony.

Baca Juga :  DPRD Kukar Melakukan Kunjungan ke Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Sharing Terkait Pembinaan Olahraga

Direktur Jenderal PPKL Sigit Reliantoro menyatakan bahwa pemulihan ekosistem mangrove merupakan bagian dari program pemerintah merehabilitasi 600 ribu hektare lahan mangrove pada 2021-2024 di sembilan provinsi prioritas, termasuk Kalimantan Timur. Di Balikpapan sendiri, kegiatan ini juga menjadi bagian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023.

Selain itu, rencana kerja sama dengan PTFI dan BRGM termasuk dalam Peta Jalan Rehabilitasi Mangrove Nasional yang bertujuan mempertahankan kestabilan bentang alam di berbagai wilayah Indonesia, sekaligus mewujudkan ekonomi hijau.

Baca Juga :  Bupati Edi Damansyah Pimpin Upacara Peringatan Hari Buruh Internasional

“Pemerintah mengapresiasi kesungguhan para mitra, yakni BRGM dan PTFI, untuk bersinergi mewujudkan lingkungan yang lebih lestari,” kata Sigit.

Selain mencakup upaya rehabilitasi ekosistem dan tanaman mangrove, nota kesepahaman juga mencakup program pemberdayaan masyarakat di sekitar lokasi pemulihan berupa pemberian edukasi terkait pentingnya ekosistem mangrove, hingga pelibatan warga setempat dalam upaya rehabilitasi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya mengungkapkan, KLHK memiliki standar terkait penanaman mangrove. Menurut Siti, penanaman mangrove akan memberi dampak ekonomi terhadap masyarakat, termasuk padat karya mulai pemeliharaan hingga penanaman, serta perintisan dan penilaian atas kinerja masing-masing.

“Jadi ada periode perawatannya. Jadi itu sebabnya tidak mungkin dilakukan tanpa masyarakat, jadi masyarakatnya terlibat,” tutupnya. (adm)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Upaya Wujudkan Kutim Hebat 2045, DPRD Sedang Mempersiapkan RPJPD 2024-2045,

Advertorial

Rakorda Diskominfo Kaltim Dianggap Penting untuk Menyatukan Program antar Daerah

Advertorial

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Dorong Universitas Segera Bersiap Sambut Kehadiran IKN

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Sebut Penataan Permukiman yang Baik Merupakan Langkah Cegah Penyebaran Kebakaran

Bisnis

Buka Job Fair, Bupati Edi Damansyah Minta Perusahaan di Kukar Sampaikan Informasi Loker kepada Pemerintah

Advertorial

Bupati Kukar Pimpin Upacara Peringatan Hari Santri Nasional, Pemkab Terus Dukung Keberadaan Ponpes

Pemerintah

Bupati Kukar Resmikan UPTD Puskesmas Loa Duri

Advertorial

Bupati Membuka Rakor Terkait Ketersediaan dan Harga Bahan Pokok Menjelang Idul Fitri