KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Komite Olahraga Nasional Infonesia (KONI) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Rapat Koordinasi Kabupaten (Rakorkab) untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) 2026. Rakorcab dengan tema ” Menuju Prestasi Gemilang Porprov VIII 2026, Etam Rakat Kukar Jago” digelar di Gedung Serba Guna DPRD Kukar, pada Sabtu (27/12/2025).
Kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus KONI Kukar serta para kepala cabang olahraga (cabor) di lingkungan Kabupaten Kukar. Rakorkab tersebut menjadi momentum konsolidasi seluruh insan olahraga di Kukar dalam menyatukan visi dan langkah strategis guna meningkatkan prestasi olahraga.
Kepala Bidang Kepemudaan dan Kewirausahaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Derry Wardhana, menyampaikan optimisme terhadap kemajuan olahraga di Kukar. Ia menegaskan bahwa seluruh pihak yang hadir memiliki niat yang sama untuk memajukan olahraga daerah.
“Semua yang berada di sini adalah untuk kemajuan olahraga Kutai Kartanegara. Saya yakin dengan niat tersebut, kita semua mampu dan bisa menjadikan Kutai Kartanegara sebagai ladangnya prestasi,” ujarnya.
Ia mengungkapkan terkait dukungan pembiayaan olahraga tahun 2026, bahwa Dispora Kukar bersama DPRD dan pimpinan KONI telah membahas alokasi pembiayaan, termasuk hibah operasional kesekretariatan serta pengadaan peralatan cabang olahraga.
“Untuk pembiayaan tahun 2026, hibah operasional kesekretariatan sudah kami biayakan, termasuk peralatan. Namun memang belum bisa kita maksimalkan karena kondisi keuangan saat ini,” jelasnya.
Meski demikian, Derry meminta KONI Kukar dan masing-masing caboruntuk melakukan perincian ulang terhadap pembiayaan yang tersedia serta menginventarisasi kembali peralatan yang telah diterima dalam beberapa tahun terakhir.
“Kami yakin pada 2023, 2024, hingga 2025 sudah ada cabang olahraga yang menerima peralatan, baik melalui aspirasi maupun pokok-pokok pikiran anggota DPRD. Tolong itu diinventarisasi kembali, agar ke depan kita tidak perlu banyak menambah dengan kondisi yang ada,” tegasnya.
Ia berharap langkah inventarisasi tersebut dapat menjadi dasar persiapan pembinaan dan keikutsertaan dalam agenda-agenda olahraga hingga tahun 2026 mendatang.
Ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh insan olahraga atas berbagai kendala pelayanan yang terjadi selama ini, termasuk pada pelaksanaan Popda, BK Porprov, dan kegiatan keolahragaan lainnya.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam pelayanan Dinas Pemuda dan Olahraga masih terdapat kendala. Semua kegiatan kami fasilitasi melalui sistem keuangan daerah, dan ke depan kami akan terus berupaya memperbaiki pelayanan,” pungkasnya. (ltf/fdl)








