Home / Pemerintah / Peristiwa

Selasa, 1 September 2026 - 14:47 WIB

Lebih dari 300 Hektare Lahan Gambut Terbakar, Kondisi Karhutla di Sangasanga Dapat Dikendalikan

Sudarmadi - Camat Sanga Sanga (Latif/Eksposisi)

Sudarmadi - Camat Sanga Sanga (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), saat ini mulai terkendali. Kebakaran yang sempat melanda area cukup luas tersebut terutama terjadi pada lahan gambut di wilayah Kelurahan Pendingin.

Camat Sangasanga, Sudarmadi, mengatakan kondisi api saat ini sudah dapat dikendalikan. Sebelumnya, kebakaran terjadi di sejumlah titik dengan luasan lahan yang terbakar mencapai lebih dari 300 hektare.

“Untuk kondisi Sangasanga sendiri, karena Karhutla saat ini api sudah bisa terkendali. Memang beberapa waktu lalu cukup banyak. Ada lebih dari 300 hektare yang terbakar,” ujarnya pada Senin (31/8/2026).

Menurutnya, luasnya lahan yang terdampak kebakaran dipengaruhi oleh karakteristik wilayah Sangasanga yang memiliki lahan gambut. Kondisi tersebut membuat kebakaran lahan menjadi lebih sulit ditangani karena api dapat bertahan di dalam lapisan gambut.

Sudarmadi menyebut, kebakaran lahan gambut menjadi salah satu perhatian utama dalam penanganan Karhutla di wilayahnya. Meski demikian, kondisi api saat ini telah berangsur terkendali dan tidak lagi seperti ketika kebakaran mencapai puncaknya.

Baca Juga :  Pokdarwis B3 Desa Pela Menerima Penghargaan Kalpataru 2024 Kategori Penyelamat Lingkungan

Sementara itu, terkait kabut asap yang ditimbulkan dari Karhutla, Sudarmadi mengatakan dampaknya di wilayah Kecamatan Sangasanga tidak terlalu signifikan. Kondisi tersebut disebut tidak sampai menimbulkan gangguan berarti terhadap aktivitas masyarakat.

“Kalau untuk kabut asap tidak terlalu,” katanya.

Ia menjelaskan, dari sejumlah wilayah di Kecamatan Sangasanga, Kelurahan Pendingin menjadi kawasan yang paling terdampak kebakaran. Di wilayah tersebut terdapat area lahan gambut yang cukup luas dan sebelumnya mengalami kebakaran.

“Kalau untuk wilayah Sangasanga yang banyak terdampak, di wilayah Pendingin sebenarnya yang paling besar itu, kebakaran gambut itu di daerah Kelurahan Pendingin,” jelasnya.

Kondisi tersebut juga menjadi perhatian karena kebakaran lahan gambut berpotensi menghasilkan asap dalam jumlah cukup besar apabila api kembali muncul. Karena itu, meskipun api telah terkendali, upaya pemantauan tetap diperlukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Baca Juga :  Taman Musik Kota Raja Diresmikan, Jadi Ruang Ekspresi Seni dan Kreativitas

Di sisi lain, Sudarmadi mengatakan sejauh ini masyarakat belum banyak menyampaikan keluhan terkait dampak Karhutla. Ia menilai hal tersebut salah satunya karena kebakaran lahan sudah cukup sering terjadi di wilayah Sangasanga.

“Kalau masyarakat kayaknya sudah, karena setiap tahun sering ada kebakaran, mereka sudah biasa,” ungkapnya.

Menurut Sudarmadi, kebiasaan masyarakat menghadapi Karhutla setiap tahun turut membuat dampak psikologis yang dirasakan relatif rendah. Namun, kondisi tersebut bukan berarti persoalan Karhutla dapat dianggap sepele, terlebih kebakaran terjadi di kawasan lahan gambut yang berpotensi kembali terbakar ketika kondisi cuaca kering.

“Artinya dampak secara psikologis bisa dikatakan rendah saja, karena sudah terjadi setiap tahun, ya sudah terbiasa,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Beasiswa Kukar Idaman Tahap Kedua Cair Hari Ini, Mahasiswa Tetap Akan Melakukan Aksi Unjuk Rasa Besok

Advertorial

Maksimalkan Sektor Pertanian dan Perkebunan, Desa Loleng Membutuhkan Bantuan Pemda

Advertorial

Anggota DPRD Kaltim Mengajak Semua Pihak Bersinergi Dalam Penanganan Banjir di Sejumlah Daerah

Advertorial

Bupati Kukar Buka Puasa Bersama Lurah, Kepala Desa dan BPD

Bisnis

Sidak ke Tangga Arung Square, Wakil Bupati Kukar Ancam Cabut Izin Ratusan Kios yang Tak Kunjung Dibuka

Advertorial

Desa Berstatus Mandiri di Kukar Bertambah, 30 Desa lagi Menerima Penghargaan dari Bupati

Advertorial

Gerakan Etam Mengaji Terus Dijalankan, Bupati Kukar Resmikan TPQ di Desa Loa Pari

Advertorial

DPRD Kaltim Bakal Membahas APBD-P 2023 pada Bulan Juli