KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menyerahkan bantuan untuk Masjid di Desa Segihan, Kecamatan Sebulu, pada Jumat (21/11/2025).
Bantuan tersebut merupakan dukungan dari Anggota DPR RI Budi Satrio, yang dinilai sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Kukar.
Aulia Rahman Basri pun menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar untuk terus berupaya memperkuat rumah ibadah dan pengurusnya.
“Hari ini kita menyerahkan bantuan dari Pak Budi Satrio ke masjid yang ada di Desa Sigihan. Ini sangat in line dengan program Kukar Idaman Terbaik, salah satunya penguatan rumah ibadah dan para ta’mir serta imam masjid,” ujar Aulia Rahman Basri.
Menurutnya, perhatian terhadap rumah ibadah bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga peningkatan kapasitas pengurus masjid. Ia menekankan bahwa hal ini menjadi prioritas selama masa kepemimpinannya.
Ia menyebut posisi strategis Budi Satrio sebagai Ketua Fraksi Gerindra di DPR RI sekaligus keponakan Presiden RI membuka peluang besar bagi Kukar untuk memperkuat kemitraan dalam pembangunan.
“Dengan hubungan yang baik dengan Pak Budi Satrio, kita berharap pembangunan di Kutai Kartanegara yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat dapat terwujud, ” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga membeberkan rencana besar Pemkab Kukar dalam memperkuat legalitas tempat ibadah.
Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan sekitar 700 masjid untuk masuk dalam program sertifikasi lahan, bekerja sama dengan Kementerian ATR/BPN.
“Kami sudah bicara dengan Bapak Menteri ATR/BPN. Program beliau menargetkan dua tahun untuk penyelesaian sertifikasi masjid. Ini penting agar masjid memiliki legalitas yang kuat,” tegasnya.
Selain sertifikasi, Pemkab Kukar juga terus melanjutkan program rehabilitasi masjid guna meningkatkan kenyamanan jemaah. Prioritasnya untuk masjid-masjid di kelurahan dan desa.
Ia menjelaskan bahwa di Kukar ada sekitar 2.000–3.000 masjid yang telah berdiri. Dengan jumlah 243 desa dan kelurahan dari 20 kecamatan, Pemkab Kukar akan memprioritaskan masjid-masjid besar yang tersebar di wilayah kelurahan dan desa.
“Bahkan di satu desa bisa ada dua sampai tiga masjid. Itu semua akan kita identifikasi dan kita prioritaskan lebih dulu,” pungkasnya. (ltf/fdl)










