Home / Advertorial / Pemerintah

Jumat, 11 Juli 2025 - 17:15 WIB

DPMD Kukar Menggelar Rakor Lintas Sektor, Matangkan Persiapan BBGRM 2025

Rakor Persiapan BBGRM 2025 yang digelar DPMD Kukar

Rakor Persiapan BBGRM 2025 yang digelar DPMD Kukar

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Dalam rangka pelaksanaan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-22 tingkat kabupaten tahun 2025, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Rapat Sosialisasi lintas sektor secara luring dan daring, berlangsung di Ruang Rapat Kepala DPMD Kukar, pada Jumat (11/07/2025).

Kepala Dinas DPMD Kukar, Arianto, menjelaskan bahwa rapat ini merupakan bagian dari upaya mematangkan persiapan pelaksanaan BBGRM 2025.

Sejumlah pihak yang diundang antara lain perwakilan OPD terkait, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), gugus tugas pendamping desa, tenaga ahli, perangkat kecamatan, kepala desa, dan lurah.

“Setidaknya ada tiga hal utama yang kita bahas hari ini. Pertama, pelaksanaan gotong royong secara serentak. Rencananya akan digelar di wilayah Tenggarong dan Tenggarong Seberang, di sekitar area stadion. Kita ingin kegiatan ini menghasilkan perubahan yang nyata, seperti membersihkan saluran air atau memperbaiki fasilitas umum,” jelas Arianto.

Baca Juga :  Disdikbud Kukar Bersama PP PAUD Bersinergi Memberikan Layanan Pendidikan Berkualitas

Ia juga menyebutkan bahwa agenda ini akan diawali dengan apel pencanangan BBGRM yang direncanakan berlangsung di Kecamatan Kota Bangun.

“Kegiatan apel akbar ini akan diikuti oleh seluruh OPD, dan akan menjadi tanda dimulainya BBGRM secara resmi. Harapannya bisa dilaksanakan pada 18 Juli 2025, dengan laporan pelaksanaan disampaikan langsung kepada Bupati,” katanya.

DPMD Kukar juga akan menggelar lomba desa dan kelurahan terbaik dalam pelaksanaan gotong royong. Penilaian mencakup aktivitas dari tahun 2022 hingga 2024, yang dilaporkan oleh masing-masing desa dan kelurahan.

“Kami ingin memberi motivasi, bukan sanksi. Karena gotong royong adalah bagian dari ruh pembangunan partisipatif masyarakat di Kukar. Sesuai arahan Bupati Edi Damansyah, kegiatan ini harus benar-benar hidup di masyarakat, bukan sekadar seremoni,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa dukungan dana untuk kegiatan gotong royong sudah tersedia. Melalui skema bantuan keuangan desa dan kelurahan sebesar Rp50 juta per RT, sekitar 15 persen atau setara Rp7,5 juta dapat digunakan untuk kegiatan gotong royong.

Baca Juga :  703 Pedagang Akan Diundi Secara Digital, Disperindag Kukar Terapkan Sistem Zonasi

“Berdasarkan laporan hingga Juni 2025, dari sudah 237 desa di Kukar masih ada 26 desa/Kelurahan yang belum menyampaikan laporan pelaksanaan gotong royong. Kami optimis sisanya akan segera menyusul,” ucapnya.

Dari pelaporan yang masuk, kegiatan gotong royong telah memberikan dampak positif, mulai dari perbaikan rumah ibadah, lingkungan, hingga infrastruktur desa. Total penggunaan anggaran untuk gotong royong dari dana RT tercatat mencapai Rp11 miliar.

Ia pun berharap, bila dana bantuan RT naik menjadi Rp150 juta seperti yang direncanakan, alokasi untuk gotong royong juga bisa ditingkatkan.

“Kalau 15 persen dari Rp50 juta saja sudah memberikan manfaat besar, tentu akan lebih baik bila ditingkatkan seiring dengan peningkatan bantuan. Apalagi masyarakat juga berpartisipasi dari sisi tenaga dan konsumsi,” pungkasnya. (adv/diskominfo/kukar)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Anggota DPRD Sebut Pengembangan Infrastruktur Air di Kutim PAMSIMAS dan PDAM Jadi Andalan

Pemerintah

KKP Gandeng KTNA Promosikan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan

Advertorial

Bupati Kukar Imbau Masyarakat untuk Selalu Waspada saat Mudik

Advertorial

Ketua DPRD Kaltim Menghadiri Dialog Terbuka dengan Delegasi TETO

Advertorial

Ratusan Santri Ikuti Gema Idaman, Bupati Kukar Baca Al Quran Diikuti Peserta yang Hadir

Advertorial

Desa Jembayan Menggelar Erau Pelas Benua Pemarangan 2023, Asisten III Setkab Kukar Hadiri Acara Pembukaan

Pemerintah

14 Pejabat di Lingkungan Pemkab Kukar Dilantik, Pengisian Jabatan Kosong Masih Berproses

Advertorial

Bupati Kukar Minta Manajemen Perusahaan Maksimalkan Partisipasi Pemilih Dengan Kebijakan