KUTAI BARAT, eksposisi.com – PT Gunung Bara Utama (GBU) menunjukkan kepedulian sosialnya dengan merespon cepat musibah banjir yang melanda Kutai Barat, dengan menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada warga terdampak. Bantuan PT GBU diserahkan kepada warga terdampak di Kampung Sempatin, Kecamatan Bongan, pada akhir minggu lalu (20/4/2025).
External Affairs dan Security (EAS) Manager GBU, Panji Setyadi menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bentuk nyata sinergi perusahaan dengan masyarakat dan pemerintah setempat dalam menghadapi situasi bencana.
“Kami percaya bahwa kolaborasi dan kepedulian adalah kunci untuk pulih bersama.
Melalui bantuan yang disalurkan, kami berharap dapat membantu meringankan beban warga serta memperkuat semangat kebersamaan dalam proses pemulihan. Kehadiran kami di tengah masyarakat bukan hanya sebagai bentuk tanggung jawab sosial, tetapi juga sebagai upaya memperkuat solidaritas di masa sulit,” ujarnya.
Bantuan yang disalurkan GBU mencakup berbagai kebutuhan pokok yang dibutuhkan masyarakat dalam kondisi darurat.
Penyaluran dilakukan secara langsung dan terkoordinasi bersama pemerintah kampung guna memastikan bantuan diterima tepat sasaran.
Kampung Sempatn merupakan salah satu kampung binaan GBU di mana wilayah ini menjadi salah satu daerah terdampak akibat luapan Sungai Mahakam dan Sungai Kedang Pahu, menyusul curah hujan yang tinggi sejak pertengahan April 2025. Sedikitnya 44 kampung di tujuh kecamatan terdampak banjir, dengan ketinggian air mencapai 1 hingga 3 meter di sejumlah titik.
Kepala BPBD Kutai Barat, Bahtiar, menjelaskan bahwa curah hujan tinggi dan kiriman air dari hulu menjadi pemicu utama banjir besar kali ini.
“Hujan mengakibatkan air sungai naik, ditambah lagi kiriman dari hulu Sungai Mahakam,” terangnya.
Pemerintah Kabupaten Kutai Barat telah menetapkan status Siaga Darurat untuk mempercepat penanganan dan pemulihan. Sementara itu, BPBD bersama berbagai pihak terus melakukan evakuasi dan pendistribusian bantuan ke wilayah terdampak, serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. (adm/fdl)







