Home / Ekonomi / Finansial / Pemerintah

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:11 WIB

Pemkab Kukar Bersama Pemprov Kaltim Siapkan Audiensi ke Kemenkeu, Perjuangkan Dana Kurang Salur

Aulia Rahman Basri - Bupati Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

Aulia Rahman Basri - Bupati Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) akan melakukan audiensi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) guna memperjuangkan dana kurang salur yang menjadi hak daerah. Nilai dana yang diperjuangkan menjadi hak Kukar yakni mencapai sekitar Rp3 triliun.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan rencana audiensi tersebut merupakan tindak lanjut hasil rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur Kaltim bersama seluruh kepala daerah se-Kaltim.

“Kutai Kartanegara memiliki dana kurang bayar lebih kurang Rp3 triliun. Itu yang coba kita perjuangkan bersama,” ujarnya, pada Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, dana kurang salur tersebut merupakan hak daerah yang diharapkan dapat segera direalisasikan oleh pemerintah pusat.

Dalam rapat koordinasi tersebut, pemerintah daerah juga membahas persoalan dana lebih bayar sekitar Rp600 miliar yang turut menjadi bagian dari pembahasan bersama.

Baca Juga :  BPBD Kukar Turunkan Personil dan Unit Damkar, Sediakan Air dalam Prosesi Belimbur di Tenggarong

Aulia menjelaskan, penguatan kapasitas fiskal daerah menjadi perhatian bersama karena pendapatan daerah sangat bergantung pada transfer pemerintah pusat, transfer pemerintah provinsi, serta Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Oleh sebab itu, seluruh kepala daerah di Kaltimr bersepakat mencari solusi bersama agar kemampuan keuangan daerah tetap terjaga.

Salah satu langkah yang akan ditempuh adalah menyampaikan langsung kondisi fiskal daerah kepada Kementerian Keuangan melalui audiensi yang difasilitasi Pemprov Kaltim.

“Rencana kita akan melakukan audiensi dengan Kementerian Keuangan sehingga mudah-mudahan apa yang menjadi hak masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara bisa didapatkan,” katanya.

Selain memperjuangkan dana transfer pusat, Pemkab Kukar juga berupaya memperkuat pendapatan dari sektor yang menjadi kewenangan daerah.

Baca Juga :  Fraksi Partai Nasdem Kutim, Soroti Keadilan Sosial dan Aksesbilitas Ekonomi Pedesaan dalam Rancangan APBD 2024

Evaluasi terhadap penerimaan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) serta Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) menjadi salah satu langkah yang sedang dilakukan untuk mengoptimalkan pendapatan daerah.

Menurut Aulia, kolaborasi antar pemerintah daerah di Kaltim menjadi kunci menghadapi tantangan fiskal yang kini dirasakan hampir seluruh kabupaten dan kota.

“Kami juga berdiskusi bagaimana mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan daerah yang kita miliki. Mudah-mudahan dengan kolaborasi ini ada solusi yang bisa memperkuat kemampuan fiskal daerah,” ujarnya.

Hingga kini, jadwal audiensi dengan Kementerian Keuangan masih menunggu kepastian dari Gubernur Kaltim yang tengah membangun komunikasi dengan pemerintah pusat.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa menyampaikan langsung kondisi daerah kepada Kementerian Keuangan,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Ketua DPRD Kukar Tegaskan Pembayaran Utang Tak Boleh Kesampingkan Gaji Pegawai

Advertorial

Sekda Kukar Buka Rapat Kerja Optimalisasi Pengisian Kertas Kerja dan Laporan Pemantauan Pengelolaan Risiko

Advertorial

LKBB Kartanegara Katim Open 2025 Resmi Ditutup, Diharapkan Jadi Sarana Pengembangan dan Pembinaan Pemuda

Advertorial

Peringati HUT ke-243 Kota Tenggarong, Wakil Ketua DPRD Kukar Menghadiri Ziarah ke Makam Sultan Aji Imbut

Advertorial

DPRD Kutim Dukung Penuh Program Pembangunan Pemerintah Daerah

Advertorial

Pemkab Kukar Siap Fasilitasi Kebutuhan Pedagang Pasar Tangga Arung

Advertorial

Anggota DPRD Apresiasi Kirab Budaya Peringatan HUT ke-24 Kutim

Advertorial

Diskominfo Kukar Konsultasi ke Kemenkominfo RI Terkait Mengembangkan KIM