Home / Infrastruktur / Pemerintah

Rabu, 8 April 2026 - 19:27 WIB

Pemkab Kukar Matangkan Rencana Pembangunan Jembatan Penghubung Anggana–Sangasanga

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar rapat koordinasi pembangunan jembatan penghubung Kecamatan Anggana–Sangasanga di Pendopo Odah Etam, pada Rabu (08/04/2026).

Rapat yang dipimpin Bupati Kukar Aulia Rahman Basri ini menjadi bagian dari upaya mempercepat realisasi proyek strategis yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Wiyono, mengatakan pihaknya sengaja mengundang Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) untuk menyelaraskan rencana pembangunan jembatan tersebut.

“Saya mengundang Kepala Dinas PUPR Provinsi untuk berkoordinasi terkait rencana pembangunan Jembatan Anggana–Sangasanga,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan jembatan ini memiliki peran penting dalam membuka konektivitas antarwilayah, khususnya antara Kecamatan Anggana dan Sangasanga yang selama ini masih terbatas.

Namun demikian, Wiyono menegaskan bahwa proyek ini masih berada pada tahap perencanaan awal, mengingat besarnya nilai investasi yang dibutuhkan.

Baca Juga :  Sekda Kukar Intruksikan Seluruh Kecamatan Harus Menggelar MTQ

“Saat ini masih dalam tahap perencanaan karena nilai pembangunannya cukup besar, berkisar antara Rp1 hingga Rp2 triliun,” katanya.

Ia menambahkan, pengembangan infrastruktur tersebut diyakini akan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dari sisi teknis, pembangunan jembatan masih dalam tahap studi kelayakan atau feasibility study (FS). Secara umum, konsep awal yang disiapkan mengadopsi konstruksi besi seperti jembatan yang ada di Tenggarong.

“Untuk teknis detailnya nanti akan disampaikan setelah hasil studi kelayakan selesai,” tambahnya.

Dalam kajian awal, terdapat tiga alternatif desain pembangunan yang sedang dipertimbangkan pemerintah.

Alternatif pertama berupa satu jembatan dengan panjang sekitar 1.025 meter, dilengkapi akses jalan sepanjang 3,25 kilometer dan kebutuhan lahan sekitar 27 hektare.

Baca Juga :  Edi Damansyah Melantik Pengurus KTNA Kecamatan Marangkayu

Alternatif kedua mencakup pembangunan dua jembatan masing-masing sepanjang 1.210 meter dan 680 meter, dengan total panjang jalan sekitar 5 kilometer serta kebutuhan lahan mencapai 50,1 hektare.

Sementara itu, alternatif ketiga menawarkan pembangunan tiga jembatan dengan panjang masing-masing 450 meter, 415 meter, dan 650 meter. Alternatif ini dilengkapi akses jalan sepanjang 7,6 kilometer dengan kebutuhan lahan sekitar 78,4 hektare.

Wiyono menegaskan, seluruh alternatif tersebut masih akan dikaji lebih lanjut untuk menentukan opsi paling efektif dan efisien dari sisi teknis maupun anggaran.

“Semua masih dalam proses kajian. Nantinya akan dipilih alternatif terbaik yang paling memungkinkan untuk direalisasikan,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Dinas PU Kukar Tetapkan PPK dan PPTK Mulai Sekarang Untuk Targetkan Kegiatan Jalan di Awal Tahun

Infrastruktur

Disdikbud Kukar Maksimalkan Pembangunan Infrastruktur Pendidikan Melalui Refocusing Anggaran

Pemerintah

Talk Show “Ngapeh Bekerobok” , Firnadi Berbagi Pengalaman kepada Pemuda

Advertorial

Ketua DPRD Kaltim Soroti Lemahnya Kordinasi Dalam Pelaksanaan Proyek Infrastruktur Pemerintah Daerah

Advertorial

Turut Ambil Bagian Sebagai Penyangga IKN, Desa Loa Duri Ulu Kembangkan Sektor Pertanian

Pemerintah

Musrenbang Kecamatan Tenggarong 2026, Himpun 1.438 Usulan untuk RKPD 2027

Advertorial

Disdikbud Kukar Menggelar Kegiatan Apresiasi Bakat Siswa

Advertorial

DPRD Kaltim Menggelar Rapat Paripurna, Tujuh Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Soroti Isu Strategis