KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Kunjungan wisatawan ke Museum Kayu Tuah Himba yang berada di Kelurahan Panji, Kecamatan Tenggarong, pada libur Idulfitri 1447H/2026M mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut terlihat sejak museum kembali dibuka pada hari kedua Lebaran.
Pengelola Museum Kayu Tuah Himba, Sofian Hadi, menyebutkan bahwa tren kunjungan tahun ini belum menunjukkan peningkatan signifikan hingga H+3 Lebaran.
“Kalau kita lihat dari beberapa hari ini, kami buka setelah Lebaran kedua, dan sampai hari ini kayaknya jauh menurun dari tahun kemarin,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, pada libur Lebaran tahun lalu jumlah pengunjung bisa mencapai sekitar 500 orang selama periode libur.
Namun pada tahun ini, jumlah kunjungan harian masih tergolong rendah. Bahkan pada hari sebelumnya, pengunjung hanya berkisar puluhan orang.
“Kalau kemarin itu sekitar 65 orang, dan hari ini kurang lebih 80-an pengunjung,” jelasnya.
Menurutnya, penurunan ini dipengaruhi oleh semakin banyaknya destinasi wisata baru yang bermunculan di berbagai wilayah.
Objek wisata baru di Samarinda, Loa Janan, hingga kawasan kecamatan seperti Kota Bangun dan Muara Muntai menjadi alternatif pilihan bagi masyarakat.
“Sekarang ini sudah banyak wisata baru, jadi kemungkinan pengunjung lebih memilih ke tempat-tempat tersebut,” katanya.
Meski mengalami penurunan, museum ini masih menarik minat wisatawan dari berbagai daerah, baik dari dalam maupun luar Kalimantan.
Salah satu pengunjung asal Balikpapan, Indra, mengaku datang setelah melihat rekomendasi di internet dan media sosial, sekaligus menjadikan museum ini sebagai tujuan wisata pertamanya di Tenggarong.
“Lihat dari internet dan media sosial, jadi penasaran ingin ke sini, tapi ke depan mungkin bagian depan bisa lebih diperindah lagi supaya lebih menarik,” tutupnya. (ltf/fdl)










