Home / Bisnis / Ekonomi / Pemerintah

Senin, 26 Februari 2024 - 14:42 WIB

Pj Gubernur Sebut Stok Beras di Kaltim Masih Aman, Sebagian Didatangkan Dari Luar Daerah

Ilustrasi beras

Ilustrasi beras

KALIMANTAN TIMUR, eksposisi.com – Kalimantan Timur (Kaltim) menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan beras menjelang bulan Ramadan.

Penjabat (Pj.) Gubernur Kaltim Akmal Malik menyatakan keterlambatan tanam akibat fenomena perubahan iklim yang juga berdampak pada penurunan produksi beras di Kaltim

“Pemenuhan beras saat Ramadan diperkirakan masih dalam kategori terkendali, karena panen padi di Kaltim dan hampir di semua daerah luar Kaltim yang biasa sebagai pemasok sebagian beras Kaltim juga dimulai pertengahan bulan maret, sehingga stok masih terjaga,” ujarnya dalam keterangan resmi, pada Minggu (25/2/2024).

Kebutuhan ini hanya dipenuhi dari produksi daerah sekitar 45,75%. Sisanya, beras didatangkan dari Sulawesi, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan (Kalsel).

Dia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying atau membeli beras secara berlebihan karena takut kehabisan.

“Tindakan ini justru akan memicu lonjakan harga dan membuat harga beras sulit turun ketika kondisi pasokan kembali normal,” katanya.

Baca Juga :  Anggota DPRD Kaltim Dukung Langkah Pemprov Berikan Insentif Bulanan Bagi Guru Swasta

Akmal menjelaskan keterlambatan tanam dan penurunan produksi beras di Kaltim adalah akibat dari perubahan iklim global yang menyebabkan anomali el-nino. Fenomena ini terjadi di seluruh Indonesia, bahkan di negara-negara lainnya.

“Secara teori, perubahan iklim ini akan menurunkan ketahanan pangan akibat kapasitas produksi yang berkurang,” tuturnya.

Akmal menyebutkan, BPS mencatat bahwa produksi beras Kaltim pada tahun 2022-2023 menurun 10,08%. Penurunan ini merata di seluruh wilayah hingga 2,46% se-Indonesia akibat penyusutan luas panen 0,26 juta hektar.

Untuk mengatasi dampak perubahan iklim ini, Akmal Malik mengatakan bahwa pemerintah daerah telah melakukan beberapa langkah, yakni dengan menambah luas tanam baru dan prasarana lainnya, memperbaiki tata kelola air pada areal pertanian dan melakukan intensifikasi pertanian dan memperbaiki budidaya.

Kemudian, meminimalisir penggunaan pestisida dan zat kimia berbahaya lainnya dalam usaha pertanian dengan menggalakkan pemanfaatan bahan nabati dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman, mempercepat adopsi teknologi pertanian dan menumbuhkan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga dan perwilayahan perkotaan (urban farming).

Baca Juga :  Bupati Kukar Meresmikan Polindes dan Rumah Bidan di Desa Loa Lepu

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara supply dan demand pangan.

“Dari sisi supply, selain meningkatkan ketersediaan dan keterjangkauan terhadap pangan, tidak kalah penting adalah memperketat kehilangan dan pemborosan pangan. Hampir 14% kehilangan akibat pasca panen dan 17% ketika makanan telah berada di atas meja makan,” ungkapnya.

Selanjutnya, dia mengajak masyarakat untuk bijak dan mengubah kebiasaan buruk dalam mengelola pangan, seperti merencanakan apa yang hendak dimakan, membeli sesuai kebutuhan, menyimpan makanan dengan benar, mendaur ulang makanan, dan mengambil makanan secukupnya.

Adapun, Akmal turut mengusulkan upaya diversifikasi pangan dengan konsumsi pangan lokal agar terjadi substitusi pangan sehingga mengurangi ketergantungan terhadap komoditas tertentu. (adm)

Share :

Baca Juga

Bisnis

PT MHU- MMSGI Bagikan Puluhan Hewan Kurban pada Iduladha 1444 Hijriah

Advertorial

Anggota DPRD Kaltim Ingin Pengembangan SDM di Bidang Pertanian dan Perkebunan Menjadi Prioritas

Advertorial

Dispora Kukar Buka Seleksi Pemuda Pelopor Tingkat Kabupaten

Advertorial

Pemkab Berikan Bantuan Alat Bantu Bagi Penyandang Disabilitas Saat Acara Wonderfull Kukar

Advertorial

Bupati Kukar Membuka Lorong Pasar Ramadan yang Dipusatkan di Masjid Agung Sultan Sulaiman

Advertorial

Perayaan HUT ke-55 Kelurahan Maluhu Resmi Dibuka Sekda Kukar

Pemerintah

Pemkab Kukar Menggelar Nobar Final Piala AFF U-23 Indonesia vs Vietnam

Advertorial

Perbaikan Jalan Poros Kota Bangun-Tabang Ditargetkan Rampung Tahun 2026