KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kutai Kartanegara (Kukar) akan menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Ruang Serba Guna DPRD Kukar, pada Sabtu (13/6/2026).
Agenda tersebut tidak hanya menjadi forum penyusunan program organisasi, tetapi juga momentum konsolidasi pemikiran alumni HMI dalam mendukung pembangunan daerah.
Rakerda menjadi kegiatan pertama yang mempertemukan seluruh pengurus bidang dan presidium KAHMI Kukar periode 2026–2031 dalam forum resmi untuk menyatukan arah gerak organisasi selama lima tahun ke depan.
Ketua Panitia Rakerda, Andika Abas, mengatakan forum tersebut akan menjadi wadah bagi setiap bidang untuk menyampaikan gagasan dan rencana kerja yang nantinya dapat disinergikan menjadi program organisasi secara menyeluruh.
“Tujuannya untuk pembahasan dan pemaparan program kerja setiap bidang untuk satu periode kepengurusan,” ujarnya, pada Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, KAHMI sebagai organisasi yang beranggotakan para alumni HMI memiliki potensi besar dalam memberikan kontribusi pemikiran bagi kemajuan Kutai Kartanegara. Karena itu, penyusunan program kerja perlu dilakukan secara terarah dan terukur.
Melalui Rakerda, setiap bidang akan diberikan ruang untuk memaparkan agenda prioritas yang selanjutnya akan diselaraskan dengan visi besar organisasi dalam mendukung pembangunan daerah dan pemberdayaan kader.
Kegiatan tersebut mengusung tema “KAHMI-Forhati Bersinergi, Meneguhkan Khitah Perjuangan, Mengawal Pembangunan Kutai Kartanegara”.
Tema ini dinilai mencerminkan semangat kolaborasi antara KAHMI dan Forhati dalam menjalankan peran sosial dan intelektual di tengah masyarakat.
Andika menjelaskan, sinergi antarbidang menjadi salah satu kunci agar program yang disusun tidak berjalan sendiri-sendiri. Dengan koordinasi yang baik, setiap agenda organisasi diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Selain membahas program kerja, Rakerda juga menjadi sarana memperkuat jejaring dan komunikasi antaralumni HMI yang saat ini berkiprah di berbagai bidang profesi, mulai dari pemerintahan, dunia usaha, pendidikan hingga organisasi kemasyarakatan.
Kehadiran para alumni dari berbagai latar belakang tersebut dinilai menjadi modal penting bagi organisasi untuk menghasilkan rekomendasi dan gagasan yang relevan terhadap kebutuhan pembangunan daerah.
Andika berharap hasil Rakerda nantinya tidak berhenti pada dokumen perencanaan semata, melainkan dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan nyata yang menyentuh masyarakat dan kader HMI di Kutai Kartanegara.
“Harapan kita kegiatan ini bisa diramaikan karena ini merupakan forum kita juga untuk bersilaturahmi dan menyesuaikan program kerja agar ke depan bisa bersinergi dalam memajukan Kutai Kartanegara, terlebih memberi manfaat bagi sesama kader HMI,” pungkasnya. (ltf/fdl)









