KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Bencana longsor yang terjadi di Jalan Poros Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), turut berdampak terhadap jaringan distribusi air bersih milik Perumda Tirta Mahakam.
Direktur Perumda Tirta Mahakam Kukar, Suparno, mengatakan sekitar 600 sambungan rumah (SR) terdampak akibat jaringan pipa yang terlepas setelah terjadi longsor.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat jaringan pipa harus segera dipindahkan untuk mengantisipasi gangguan pelayanan air bersih, khususnya bagi masyarakat di wilayah Jembayan Hulu.
“Bencana ini ada sekitar 600 sambungan rumah yang terdampak. Mau tidak mau, karena memang jaringan pipa kita ini lepas, akan kita pindahkan nanti,” ujarnya saat di wawancarai awak media usai meninjau longsong, pada Sabtu (15/8/2026).
Perumda Tirta Mahakam akan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Jembayan untuk mendapatkan akses dalam pemasangan jaringan pipa baru sebagai pengganti jaringan yang terdampak longsor.
Suparno menargetkan proses pemindahan jaringan pipa tersebut dapat diselesaikan dalam waktu satu minggu. Pekerjaan dijadwalkan mulai dilakukan pada Minggu (16/08/2026).
“Insya Allah kami besok akan mulai. Saya minta satu minggu harus selesai,” tegasnya.
Percepatan penanganan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut instruksi Bupati Kukar Aulia Rahman Basri. Suparno mengatakan kondisi longsor yang masih berpotensi mengalami pergerakan menjadi alasan pekerjaan perlu segera dilakukan.
Ia berharap pemindahan jaringan tersebut dapat menjaga pelayanan air bersih bagi masyarakat di wilayah Jembayan Hulu agar tidak mengalami gangguan lebih lanjut apabila kondisi longsor semakin parah.
Dalam proses pengerjaan, salah satu tantangan yang dihadapi adalah akses pemasangan jaringan pipa baru yang akan melewati sejumlah area di depan rumah warga.
Karena itu, Perumda Tirta Mahakam meminta dukungan masyarakat, terutama warga yang lahannya atau akses rumahnya akan dilalui jalur jaringan pipa baru.
Selain dukungan selama proses penggalian, ia menekankan pentingnya izin dari masyarakat yang wilayahnya akan dilalui jaringan pipa hasil pemindahan.
“Mohon dukungan kepada masyarakat pada saat penggalian tentunya melalui depan-depan rumahnya. Tentunya akan kita kembalikan seperti semula,” pungkasnya. (ltf/fdl)









