KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi bersama sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) menyalurkan ratusan paket bantuan kepada masyarakat di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam rangka Safari Ramadan.
Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari program rutin tahunan SKK Migas bersama perusahaan-perusahaan migas yang beroperasi di wilayah Kukar sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat di sekitar daerah operasi.
Kepala SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi, Azhari Idris, saat temui usai menghadiri buka bersama Pemkab Kukar, pada Sabtu (7/3/2026), mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari hubungan kelembagaan antara SKK Migas, perusahaan migas, dan masyarakat di wilayah kerja mereka.
“Kami setiap tahun memiliki program untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat di daerah tempat kami beroperasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut secara simbolis telah diserahkan kepada Bupati Kukar dan selanjutnya akan didistribusikan kepada masyarakat mulai hari berikutnya di berbagai wilayah sekitar operasi perusahaan migas.
“Tadi secara simbolis kami serahkan kepada Bapak Bupati. Mulai besok paket-paket ini akan kami bagikan kepada masyarakat yang berada di daerah-daerah tempat kami bekerja,” katanya.
Azhari menyebutkan, jumlah bantuan yang disalurkan mencapai hampir 600 paket yang akan dibagikan kepada masyarakat, termasuk anak yatim.
Menurutnya, kegiatan Safari Ramadan ini juga melibatkan berbagai perusahaan migas yang beroperasi di Kukar seperti Pertamina Hulu Mahakam, Pertamina Hulu Sangasanga, Pertamina Hulu Kalimantan Timur, hingga perusahaan multinasional seperti ENI dari Italia.
Seluruh perusahaan tersebut, bersama-sama mengumpulkan paket bantuan yang kemudian disalurkan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasi mereka.
Selain penyaluran bantuan, SKK Migas juga menyambut baik ajakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar agar para pekerja di sektor migas dapat menyalurkan zakat melalui daerah tempat mereka bekerja.
Azhari mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti usulan tersebut dengan melakukan diskusi bersama perusahaan-perusahaan migas serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kukar.
“Kami akan memanggil basis-basis yang ada di perusahaan-perusahaan minyak untuk kita diskusikan bersama dengan Baznas Kutai Kartanegara terkait implementasinya,” ungkapnya.
Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kukar untuk mendorong perusahaan-perusahaan migas turut berkontribusi dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis masjid.
Azhari menegaskan bahwa program pemberdayaan tersebut dapat menjadi bagian dari Program Pengembangan Masyarakat (PPM) yang dijalankan oleh perusahaan migas di wilayah operasi mereka.
“Kami ingin masuk ke sana melalui program-program PPM atau Program Pengembangan Masyarakat,” pungkasnya. (ltf/fdl)








