Home / Infrastruktur / Pemerintah

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:22 WIB

Transformasi Pembangunan Desa Berbasis Data, Tiga Desa Kukar Siap Ikuti Desa Cantik 2026

Pencanangan Desa Cantik 2026 di Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

Pencanangan Desa Cantik 2026 di Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat pembangunan desa berbasis data melalui program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) tahun 2026.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, saat menghadiri pencanangan Desa Cantik 2026 di BPU Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, pada Rabu (13/05/2026).

Pada kegiatan itu, tiga desa ditetapkan sebagai perwakilan Kukar dalam program Desa Cantik Tahun 2026, yakni Desa Sumber Sari, Desa Loa Kulu Kota, dan Desa Ponoragan.

Ketiganya dinilai memiliki kemampuan dalam pengelolaan serta pemanfaatan data untuk mendukung pembangunan desa.

Aulia menegaskan bahwa program Desa Cantik merupakan bagian dari transformasi tata kelola pemerintahan desa yang mengedepankan data sebagai dasar pengambilan kebijakan. Menurutnya, pembangunan akan berjalan lebih efektif apabila disusun berdasarkan data yang akurat dan terukur.

Baca Juga :  Tim GOD Berhasil Menjuarai Turnamen E-sport Mobile Legends di Kubar

“Dan ini merupakan transformasi desa berbasis data,” ujarnya.

Ia mengaku bangga melihat kualitas aparatur desa yang dinilai mulai memahami pentingnya pengelolaan data dalam pembangunan wilayah. Menurutnya, kemampuan tersebut terlihat dari paparan Kepala Desa Loa Kulu Kota terkait perubahan kondisi lingkungan di wilayahnya.

“Tadi disampaikan bahwa daerah kumuh di Loa Kulu Kota ini berawal di 10 hektare, sekarang tinggal 1 hektare,” katanya.

Aulia menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa implementasi data di tingkat desa mampu memberikan dampak nyata terhadap pembangunan masyarakat. Ia pun meyakini ketiga desa yang dipilih memiliki kualitas yang sama dalam memanfaatkan data sebagai dasar pembangunan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur dan BPS Kabupaten Kutai Kartanegara yang telah mempercayakan tiga desa tersebut untuk mengikuti program Desa Cantik tahun 2026.

Baca Juga :  Dishub Kukar Melakukan Pemasangan 2.450 Unit LPJU di 16 Kecamatan, Progresnya Mencapai 85 Persen

“Kami sangat bangga selaku bupati memiliki kepala desa yang sangat menguasai data, bekerja dengan data dan implementasi,” ucapnya.

Pemkab Kukar akan memberikan dukungan penuh kepada ketiga desa tersebut selama proses penilaian berlangsung. Dukungan itu meliputi penguatan koordinasi, pendampingan, hingga kolaborasi lintas perangkat daerah agar desa mampu menampilkan kualitas terbaiknya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah ingin capaian yang dipresentasikan dalam lomba nantinya benar-benar berasal dari implementasi nyata di lapangan, bukan sekadar pencitraan administratif.

Menurutnya, pengelolaan data yang baik harus mampu diterjemahkan menjadi program pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami akan menjaga itu, dan kami berjanji atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara tidak akan mengecewakan BPS Provinsi Kalimantan Timur dan BPS Kabupaten Kutai Kartanegara yang telah mempercayakan kepada ketiga desa ini untuk mengikuti lomba ini,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Rencanakan Pembangunan Penampungan Air di Bengalon

Advertorial

Pemkab Kutim Raih Tiga Penghargaan Dalam Gelaran IT Works Top Digital Awards 2023

Advertorial

Ketua DPRD Kukar Hadiri Pembukaan Lomba Balap Ketinting Meriahkan Erau 2023

Infrastruktur

Cegah Bencana Hidrometeorologi Kementerian Kehutanan Pulihkan Lahan Kritis di Kaltim

Advertorial

Anggota DPRD Kaltim Optimis Pengembangan IKN Terus Dikebut Demi Wujudkan Keadilan Pembangunan

Advertorial

Kolaborasi Pemkab dan KPU Berjalan Baik untuk Sukseskan PSU Pilkada Kukar

Advertorial

Tingginya Kasus Gondongan di Kutim, Dinas Kesehatan Berupaya Tangani Lonjakan

Advertorial

Bupati Kukar Meresmikan Kantor Desa Loa Raya, Beri Pesan Gedung Baru Pola Kerja Juga Harus Baru