Home / Bisnis / Ekonomi / Industri

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:21 WIB

Wilayah Muara Jawa Dinilai Memiliki Potensi Strategis untuk TKBM Karena Dekat Aktivitas Tambang

Rapat Anggota Tahunan Koperasi TKBM Karya Sejahtera Tahun Buku 2025 (Istimewa)

Rapat Anggota Tahunan Koperasi TKBM Karya Sejahtera Tahun Buku 2025 (Istimewa)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – KUPP Kuala Samboja menilai wilayah Muara Jawa memiliki potensi untuk pengembangan kegiatan tenaga kerja bongkar muat (TKBM). Posisi kawasan tersebut dinilai strategis karena berdekatan dengan sejumlah aktivitas pertambangan di wilayah Kutai Kartanegara (Kukar).

Hal itu disampaikan perwakilan KUPP Kelas II Kuala Samboja, Rezki, dalam Rapat Anggota Tahunan Koperasi TKBM Karya Sejahtera Tahun Buku 2025 di Tenggarong, pada Senin, (30/6/2026)

Menurut Rezki, kedekatan wilayah Muara Jawa dengan aktivitas pertambangan dapat menjadi peluang bagi pengembangan layanan bongkar muat.

Dari sisi operasional, jarak yang lebih dekat berpotensi membantu efisiensi waktu dan mengurangi risiko keterlambatan dalam kegiatan pelabuhan.

Rezki menyebut, efisiensi waktu menjadi salah satu hal penting dalam kegiatan bongkar muat. Keterlambatan dalam proses tersebut dapat menimbulkan beban biaya tambahan, termasuk potensi demurrage.

Ia menilai pengembangan TKBM di wilayah yang dekat dengan aktivitas industri perlu dibarengi dengan pembenahan administrasi, peningkatan kepatuhan terhadap aturan, dan penguatan keselamatan kerja.

“Dari sisi administrasi, kalau memang masih ada celah-celah atau kekurangan, segera diperbaiki agar ke depan koperasi ini semakin maju,” kata Rezki.

KUPP Kuala Samboja juga menargetkan kegiatan bongkar muat dapat berjalan tanpa kecelakaan kerja. Rezki mengatakan penggunaan alat pelindung diri menjadi hal wajib bagi pekerja sebelum menjalankan aktivitas di atas kapal.

Baca Juga :  Koperasi TKBM Karya Sejahtera Samboja Berdiri Sejak 2006, Buka Lapangan Kerja Bagi Ratusan Anggota

“Kita ingin Pelabuhan Kuala Samboja mencapai zero accident, tidak ada kecelakaan kerja di laut pada tahun ini,” ujarnya.

Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kutai Kartanegara, Muhammad Reza, menegaskan bahwa koperasi TKBM harus berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menyebut kegiatan koperasi tenaga kerja bongkar muat tidak dapat dilepaskan dari regulasi dan pembinaan lintas instansi.

Reza mengatakan Koperasi TKBM Karya Sejahtera beroperasi di wilayah Pelabuhan KUPP Kuala Samboja. Koperasi tersebut disebut memiliki 30 unit kerja, dengan setiap unit berisi sekitar 22 orang tenaga kerja bongkar muat.

“Untuk Koperasi Karya Sejahtera sendiri saat ini memiliki 30 unit. Satu unit terdiri dari sekitar 22 orang yang melakukan kegiatan tenaga kerja bongkar muat,” ujar Reza.

Menurut Reza, keberadaan koperasi TKBM tidak hanya berkaitan dengan aktivitas pelabuhan, tetapi juga menyangkut kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan penghidupan dari sektor kerja bongkar muat.

Ia menilai semakin tertib tata kelola koperasi, semakin besar pula peluang koperasi memberikan manfaat ekonomi kepada anggotanya dan masyarakat sekitar.

Baca Juga :  Harga Kedelai Melonjak, Produsen Tempe di Kukar Pilih Korbankan Keuntungan Dibanding Kehilangan Pelanggan

Reza juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi anggota. Pekerja TKBM, kata dia, beraktivitas di kapal dan area pelabuhan yang memiliki risiko keselamatan kerja. Karena itu, koperasi perlu memastikan anggotanya memiliki kemampuan memadai dan menjalankan standar keselamatan.

“Risiko yang saya maksud adalah karena anggota TKBM bekerja di kapal dan di pelabuhan untuk melakukan kegiatan bongkar muat. Karena itu mereka harus memiliki kompetensi yang memadai dan koperasi harus berkomitmen menjaga keselamatan serta kesehatan kerja seluruh anggotanya,” ujar Reza.

Ketua Koperasi TKBM Karya Sejahtera Kuala Samboja, La Ode Mbena, mengatakan RAT Tahun Buku 2025 menjadi ruang untuk memperkuat komitmen koperasi dalam menjalankan aturan dan meningkatkan pelayanan.

“Konsistensi dalam bekerja, konsistensi dalam melayani, dan konsistensi dalam menjalankan aturan yang menjadi pedoman kita bersama,” kata La Ode.

Ia berharap keputusan dalam RAT dapat memperkuat peran koperasi dalam mendukung kegiatan bongkar muat di wilayah kerja Pelabuhan Kuala Samboja, termasuk menghadapi peluang pengembangan aktivitas ekonomi di kawasan sekitar. (adm/fdl)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Pemkab Kukar Bersama Pemprov Kaltim Siapkan Audiensi ke Kemenkeu, Perjuangkan Dana Kurang Salur

Industri

Pemkab Kukar Sosialisasikan SK Tim Identifikasi Lahan di Areal HGU PT Budiduta Agromakmur

Advertorial

DPRD dan Pemkab Kukar Sepakat APBD Perubahan 2025 Rp11,3 Triliun, Pencairan Beasiswa Tahap Dua Dilakukan Akhir Oktober

Bisnis

Carrageenan: Sustainability From Farm to Table

Bisnis

PT GBU Berikan Bantuan Makanan Bergizi bagi Balita, Sebagai Upaya Dukung Pencegahan Stunting di Kutai Barat

Ekonomi

PT MHU dan TNI Berkolaborasi Membangun Fasilitas Air Bersih di Desa Lung Anai

Bisnis

Bupati Kukar Dorong Program TJSL Jadi Sarana Pengentasan Kemiskinan Melalui Pemanfaatan Lahan Produktif

Advertorial

Anggota Komisi A DPRD Kutim Berharap Seluruh Proyek Pembangunan APBD Perubahan Terealisasi Sepenuhnya