Home / Hukum - Kriminal

Kamis, 12 Maret 2026 - 14:43 WIB

635 WBP Lapas Kelas IIA Tenggarong Diusulkan Terima Remisi Idul Fitri, 8 Orang Berpotensi Langsung Bebas

Suparman - Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong (Latif/Eksposisi)

Suparman - Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong mengusulkan ratusan warga binaan pemasyarakatan (WBP) untuk memperoleh remisi khusus pada momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Pengusulan ini menjadi bagian dari hak narapidana yang memenuhi syarat administratif maupun substantif selama menjalani masa pembinaan.

Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong, Suparman, menyampaikan bahwa hingga 11 Maret 2026 jumlah penghuni lapas tercatat sebanyak 1.333 orang. Angka tersebut menunjukkan kondisi hunian yang mengalami kelebihan kapasitas cukup signifikan.

Ia mengungkapkan, dari total penghuni tersebut, sebanyak 1.172 orang merupakan WBP yang beragama Islam, 635 orang diusulkan untuk mendapatkan remisi khusus Idul Fitri tahun ini.

“Pada Lebaran tahun ini, dari total WBP yang beragama Islam sebanyak 1.172 orang, sebanyak 635 orang kami usulkan untuk mendapatkan remisi khusus,” ujarnya pada Rabu (11/03/2026).

Baca Juga :  Bupati Edi Damansyah Pimpin Upacara Peringatan Hardiknas 2023

Ia menjelaskan, dari total usulan remisi tersebut terdapat delapan orang WBP yang diusulkan mendapatkan Remisi Khusus II (RK II). Artinya, setelah memperoleh pengurangan masa pidana, mereka berpotensi langsung bebas tepat pada hari raya.

“Dari total usulan tersebut, ada delapan orang yang mendapatkan RK II, sehingga setelah remisi diberikan mereka langsung bebas pada hari itu juga,” jelasnya.

Namun demikian, dari delapan orang tersebut terdapat dua WBP yang masih harus menjalani pidana kurungan sehingga tidak langsung sepenuhnya bebas.

Suparman menuturkan bahwa proses pengusulan remisi dilakukan melalui Sistem Database Pemasyarakatan (SDP) yang terintegrasi langsung dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI. Sistem ini digunakan untuk memastikan proses administrasi berjalan transparan dan sesuai ketentuan.

Ia menambahkan bahwa sebelum diusulkan, setiap WBP terlebih dahulu melalui sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) yang menilai kelayakan penerima remisi.

Baca Juga :  Tingkatkan Disiplin Berlalu Lintas, Operasi Keselamatan Mahakam 2026 Digelar Selama 14 Hari

“Dalam proses usulan melalui sidang TPP dilakukan penilaian apakah WBP yang diusulkan telah memenuhi syarat substantif maupun administratif,” ungkapnya.

Penilaian substantif meliputi partisipasi aktif WBP dalam program pembinaan serta catatan perilaku yang baik selama menjalani masa pidana, termasuk tidak melakukan pelanggaran tata tertib di dalam lapas. Sementara syarat administratif mencakup masa pidana minimal enam bulan sebelum remisi diberikan serta kelengkapan dokumen penahanan.

Suparman juga menegaskan bahwa seluruh proses pengusulan remisi dilakukan tanpa dipungut biaya. Ia mengingatkan masyarakat maupun warga binaan untuk tidak ragu melapor jika menemukan indikasi pelanggaran dalam proses tersebut.

“Jangan ragu dan takut untuk melaporkan jika menemukan pelanggaran dalam proses usulan remisi ini. Kami akan menindaklanjuti setiap aduan atau temuan pelanggaran yang dilaporkan,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Hukum - Kriminal

Kejari Kubar Panggil 20 Saksi Dalam Perkara Dugaan Tipikor Proyek Pengadaan BBM

Hukum - Kriminal

Polres Kukar Bagikan Beras untuk Masyarakat yang Terdampak Covid-19

Hukum - Kriminal

Operasi Zebra Mahakam 2025 di Kukar, Berhasil Tekan Pelanggaran dan Kecelakaan

Hukum - Kriminal

Bawaslu Nyatakan KPU Kaltim Langgar Administrasi Pemilu

Advertorial

Sinergi Pemkab Kukar dan Lapas Perempuan Tenggarong Wujudkan Gerakan Literasi Bagi Warga Binaan

Hukum - Kriminal

Lapas Kelas IIA Tenggarong Siapkan Skema Kunjungan Lebaran, Pendaftaran Dibuka Secara Online

Hukum - Kriminal

Pasca PSU, Polres Kukar Imbau Agar Semua Pihak Tidak Saling Menjatuhkan

Hukum - Kriminal

Bupati Kukar Hadiri Peringatan Hari Kartini di Lembaga Penasyarakatan Perempuan Kelas IIA Tenggarong