Home / Bisnis / Ekonomi / Finansial

Senin, 5 Mei 2025 - 15:58 WIB

RAT Koperasi TKBM Karya Sejahtera, Perkuat Digitalisasi dan Efisiensi untuk Kesejahteraan Anggota

Penyerahan cendera mata oleh Ketua Koperasi TKBM Karya Sejahtera saat pembukaan Rapat Anggota Tahunan

Penyerahan cendera mata oleh Ketua Koperasi TKBM Karya Sejahtera saat pembukaan Rapat Anggota Tahunan

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Karya Sejahtera menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2024, di Hotel Grand Elty Singgasana, Tenggarong, pada Senin (5/5/2025).

Ketua Koperasi TKBM Karya Sejahtera, La Ode Mbena mengatakan bahwa rapat ini rutin digelar setiap tahunnya. Dalam kesempatan tersebut ia menyampaikan pesan utama dari Koperasi TKBM Karya Sejahtera yakni bertahan dan berbenah.

Selain itu ia mengungkapkan bahwa aktivitas koperasi pada tahun 2024 meningkat tajam yakni 82 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tahun 2024 kegiatan kita meningkat 82,81 persen dari tahun 2023,” ungkap La Ode Mbena.

Ini merupakan sebuah pencapaian yang patut disyukuri, namun belum cukup menutupi tantangan besar di depan mata.

Salah satunya adalah ketidakpastian operasional Ship-to-Ship (STS) Muara Jawa. Meski kegiatan ekspor kini lebih banyak berpindah ke Muara Berau, Muara Jawa masih menjadi tempat penting bagi kegiatan lokal.

“Alhamdulillah, kita masih melayani kegiatan lokal di sana,” ujarnya.

Menanggapi kebijakan “satu pelabuhan satu koperasi”, La Ode menegaskan bahwa prinsip tersebut sesuai dengan regulasi yang berlaku dan didukung oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM).

Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya sempat muncul koperasi tandingan, namun tidak mendapat rekomendasi dari Diskop UKM karena bertentangan dengan ketentuan dalam undang-undang koperasi.

“Satu pelabuhan memang seharusnya satu koperasi,” tegas La Ode, menekankan pentingnya tertib kelembagaan dan efisiensi dalam pengelolaan tenaga kerja bongkar muat.

Baca Juga :  Dukung Pembangunan, DPRD Kukar Mendapat Penghargaan dari Pemdes Batuah

Dalam RAT bertema “Digitalisasi dan Efisiensi”, La Ode juga menegaskan bahwa efisiensi bukan hanya strategi bisnis, tapi syarat utama menuju kesejahteraan anggota.

“Kita ini Koperasi Karya Sejahtera. Kalau mau sejahtera, ya harus efisien,” ujarnya.

Rapat tahunan ini juga mempertemukan berbagai pihak kunci di lingkup kerja pelabuhan. Wakil Kepala Bidang Hukum Induk Koperasi TKBM, Basri Abbas, mengingatkan bahwa tantangan ke depan hanya bisa dihadapi dengan kompetensi yang kuat.

Ia menekankan bahwa koperasi bukan hanya wadah kerja, tapi instrumen sosial yang harus siap bertransformasi.

Ia juga menegaskan pentingnya menyelesaikan masalah lewat musyawarah agar roda pelabuhan tidak berhenti.

“Apa yang dibutuhkan sesuai regulasi, wajib dimiliki TKBM,” katanya.

Dari sisi pelabuhan, Kamaruddin Abtami dari PT Pelabuhan Tiga Bersaudara (PTB) menegaskan bahwa pihaknya tengah membangun sistem digital internal. Sistem ini akan mempermudah pencatatan kargo dan penugasan tenaga kerja.

Namun, ia menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi kesiapan sumber daya manusia.

“Saya berharap peningkatan teknologi ini bisa diimbangi oleh sdm di TKBM.

 Dengan teknologi kami bisa menghitung data secara digital siapa saja yang bekerja, akan cepat dihitung datanya,” jelasnya.

Sementara dari pemerintah daerah, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM), Thaufiq Zulfian Noor menegaskan bahwa RAT ini merupakan forum tertinggi keperasi dan untuk mendengarkan pertanggungjawaban dan rencana ke depan yang akan dilakukan koperasi.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kutim Soroti Kesenjangan Fasilitas Pendidikan Antara Kota dan Pedalaman

Di samping itu menurutnya bahwa lingkup kerja dan kegiatan bongkar muat di pelabuhan melibatkan banyak unsur, sehingga menurutnya pelu kerja sama yang baik dari semua lini.

Ia pun mendorong agar Koperasi TKBM Karya Sejahtera bisa menjadi contoh koperasi yang lain dalam peningkatan kesejahteraan dan kemampuan anggotanya.

“Mari kita kembangkan koperasi ini untuk menjadi contoh, agar anggotanya sejahtera, dan skill ditingkatkan,” kata Thaufiq Zulfian Noor.

Dinamika wilayah Kuala Samboja yang terus berkembang turut direspons oleh Ketua DPC  Asosiasi Pengusaha Bongkar Muat Indonesia (APBMI), Loeis Subowo Saminanto.

ia mencatat lonjakan jumlah perusahaan bongkar muat dari 18 menjadi 44 perusahaan hanya dalam waktu singkat. Ia menyambut positif sinergi digitalisasi yang mulai dilakukan bersama Koperasi TKBM.

“STS Kuala Samboja jadi madu. Kami bersama koperasi terus berbenah agar tidak tertinggal,” ucapnya.

Di tengah tekanan regulasi, ketidakpastian operasional, dan tuntutan digitalisasi, RAT Koperasi TKBM Karya Sejahtera Kuala Samboja menjadi tonggak keteguhan kolektif para pekerja, mereka bukan hanya berusaha bertahan, tetapi juga bergerak maju, menjemput peluang, membangun sinergi dengan para mitra, dan memastikan kesejahteraan yang nyata. (adm/fdl)

Share :

Baca Juga

Bisnis

PT MMP Resmi Memasuki Tahap Power On untuk Smelter Nikel Matte High Grade

Bisnis

PT MHU Meraih Penghargaan PROPER Daerah Emas, Bukti Komitmen Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Advertorial

Ketua Komisi II DPRD Kaltim Minta Pemprov Berikan Tindakan Tegas Bagi Perusda yang Tidak Berkembang

Bisnis

Harga Sejumlah Bahan Pokok di Kukar Mengalami Kenaikan, Pemerintah Berencana Menggelar Gerakan Pangan Murah

Bisnis

RAPI Deklarasikan Dukungan Penuh untuk Edi-Rendi di Pilkada Kukar 2024

Ekonomi

Upaya Pembenahan Data Terus Dilakukan Diskop UKM Kukar, 40.761 UMKM Masih Dalam Tahap Verifikasi

Bisnis

PT MHU Beri Bantuan kepada Korban Banjir yang Melanda Sejumlah Desa di Kukar

Ekonomi

How One Furniture Manufacturer Goes ‘Beyond Sustainability’