Home / Advertorial / Pemerintah / Pendidikan-Kesehatan / Politik

Selasa, 10 Juni 2025 - 21:49 WIB

Komisi IV DPRD Kaltim Menggelar RDP Terkait Kesiapan Disdikbud Dalam Pelaksanaan SPMB 2025/2026

RDP yang digelar Komisi IV DPRD Kaltim

RDP yang digelar Komisi IV DPRD Kaltim

KALIMANTAN TIMUR, eksposisi.com – Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim)  menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait kesiapan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026, pada Selasa (10/6/2025).

Secara rencana, pelaksanaan SPMB di mayoritas daerah dinilai relatif aman. Namun, situasi berbeda mencuat dari Balikpapan. Kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) ini masih bergelut dengan persoalan minimnya daya tampung sekolah negeri.

“Di luar Balikpapan semuanya masih dalam batas aman. Tapi untuk Balikpapan, sekolah negeri hanya bisa menampung sekitar 51 persen lulusan SMP. Sisanya, 49 persen, praktis harus mengarah ke swasta,” ungkap Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Baba.

Baca Juga :  Pemkab Kukar Terima Kunjungan FKPD Belitung, Sharing Terkait Kekraf

Tak hanya soal rombongan belajar yang terbatas, regulasi Kemendikbudristek yang mengatur maksimal 36 siswa per kelas juga mempersempit ruang gerak. Solusi jangka pendek dan panjang pun mulai dirancang. Salah satunya, pembangunan satu SMA baru dan pengembangan SMK Negeri 5 Balikpapan yang diketahui memiliki lahan seluas 16 hektare.

“Karena lahan SMK 5 luas, ini bisa jadi opsi untuk pengembangan. Bukan hanya penambahan rombel (rombongan belajar), tapi juga kemungkinan membangun sekolah baru,” imbuh Baba.

Rapat tersebut juga mengungkap sejumlah pembaruan dalam sistem penerimaan. Plt Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, menjelaskan bahwa tahun ini istilah PPDB resmi digantikan dengan SPMB, termasuk pergantian istilah zonasi menjadi domisili sebagai penyesuaian teknis yang akan diterapkan dalam pendaftaran.

Baca Juga :  Bupati Pimpin Pengambilan Sumpah Janji Ratusan ASN dan Penyerahan SK Puluhan PPPK

“Insyaallah, Disdikbud Kaltim siap laksanakan SPMB. Pendaftaran dimulai 16 Juni 2025,” ucap Armin.

Ia juga menegaskan prinsip utama dalam SPMB kali ini: tidak boleh ada anak yang tak mendapat akses pendidikan. Ia menyoroti peran penting program Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) yang kini mulai dinikmati sekolah swasta sebagai pendukung perluasan akses pendidikan.

“Dengan dana BOSDA yang kita gelontorkan, harapannya sekolah swasta juga mulai menggratiskan biaya pendidikan. Pemerintah sudah berikan stimulusnya,” tutupnya. (adv/dprd/kaltim)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Bupati Edi Damansyah Apresiasi Sejumlah Kegiatan Positif Isi Peringatan Hari Buruh Internasional di Kukar

Advertorial

Bupati Kukar Melaksanakan Salat Idul Fitri di Masjid Agung Tenggarong

Pemerintah

Debat Publik PSU Pilkada Kukar, Tiga Paslon Sampaikan Visi Misi dan Gagasan

Advertorial

Perkuat Sektor Pertanian, Perikanan dan Peternakan Pemkab Kukar Beri Dukungan Bagi SPR

Advertorial

Pemusatan Latihan Kafilah MTQ Kukar Resmi Berakhir

Pemerintah

Erau 2026 Dipastikan Tetap Digelar, Pemkab dan DPRD Kukar Komitmen Jaga Tradisi di Tengah Tekanan Fiskal

Pemerintah

Kementerian Komunikasi dan Digital Melakukan Reorganisasi, Sejumlah Pejabat Tinggi Madya dan Pratama Dilantik

Advertorial

Sekda Kukar Resmi Membuka Seleksi Pra TC Tahap II dan Rakerda LPTQ 2025