UTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, memberikan apresiasi atas terselenggaranya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-46 tingkat Kabupaten Kukar yang dilaksanakan di Halaman Parkir Stadion Rondong Demang, Tenggarong, tanggal 24 hingga 30 Oktober 2025.
Ahmad Yani mengatakan bahwa pelaksanaan MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga momentum untuk mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menekankan bahwa makna sejati dari kegiatan ini terletak pada implementasi ajaran Al-Qur’an dalam perilaku masyarakat.
“Yang penting bukan hanya mempertandingkan Al-Qur’an, bukan hanya menghayati, tapi bagaimana mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga menyinggung tentang pentingnya gerakan Etam Mengaji (GEMA) yang selama ini digaungkan oleh Pemkab Kukar.
Menurutnya, kegiatan mengaji harus dilakukan setiap hari, tidak hanya sebagai bacaan rutin, tetapi juga menjadi pedoman hidup.
“Setiap saat, setiap hari kita mengaji. Tapi jangan hanya dibaca, jangan hanya di mulut. Yang penting adalah perhatiannya dan pelaksanaannya. Roh dari yang kita baca itu harus diimplementasikan,” tegasnya.
Ia pun memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam menyukseskan penyelenggaraan MTQ ke-46, mulai dari panitia, peserta, hingga seluruh elemen masyarakat yang terlibat.
“Kami ucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak, termasuk stakeholder yang telah mensukseskan MTQ ini. Semua event di Kukar berjalan lancar tanpa kendala berarti,” ucapnya.
Ia mengatakan bahwa kegiatan seperti MTQ memiliki nilai strategis dalam memperkuat karakter masyarakat Kukar yang religius, serta mempererat tali silaturahmi antarwarga dari berbagai kecamatan.
Selain itu, ketika ditanya mengenai prestasi Kecamatan Loa Janan yang meraih juara dua, Ahmad Yani yang juga berasal dari daerah pemilihan tersebut memberikan tanggapan positif.
“Kalau bicara dapil tentu kita bangga, meski belum menjadi juara satu. Tapi yang penting semangatnya terus ditingkatkan. Siapapun yang berprestasi, itu prestasinya Kukar,” ungkapnya.
Ia berharap ke depan, semangat dalam kegiatan keagamaan seperti MTQ dapat terus dikembangkan dan dijadikan sarana pembinaan generasi muda agar semakin mencintai dan memahami nilai-nilai Al-Qur’an secara utuh.
“Semua ini kita laksanakan untuk masyarakat Kutai Kartanegara. Harapannya, nilai-nilai Al-Qur’an benar-benar hidup di tengah masyarakat,” pungkasnya. (adv/dprd/kukar)









