Home / Bisnis / Ekonomi / Finansial / Pemerintah / Politik

Kamis, 30 April 2026 - 19:46 WIB

Anggota DPRD Kukar Dukung Penertiban Kawasan Tahura Bukit Soeharto, Tanpa Mengabaikan Ekonomi Warga

Rahmat Dermawan - Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

Rahmat Dermawan - Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Anggota Komisi II DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Rahmat Dermawan, menyatakan dukungannya terhadap langkah Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam melakukan penertiban aktivitas di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) bukit Soeharto, di Kecamatan Samboja Barat.

Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga kelestarian lingkungan dari praktik perusakan hutan.

Namun, Rahmat mengingatkan agar penertiban dilakukan secara bijaksana dan tidak mengabaikan aspek sosial ekonomi masyarakat. Ia menilai banyak warga yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas usaha di kawasan tersebut.

“Pada prinsipnya kita mendukung langkah pemerintah dalam rangka penertiban, terutama terhadap mereka yang melakukan perusakan hutan kita,” ujarnya, pada Selasa (28/04/2026).

Baca Juga :  DPRD Kukar Menggelar RDP Terkait Dukungan Perusahaan Swasta Terhadap Desa

Ia menjelaskan, tidak semua aktivitas di kawasan Tahura berdampak negatif terhadap lingkungan. Ia menilai para pedagang yang berjualan di sepanjang jalan justru tidak termasuk dalam kategori perusak hutan.

“Yang perlu dibedakan adalah mereka yang benar-benar melakukan eksploitasi dan merusak lingkungan, dengan masyarakat yang hanya berdagang dan mencari nafkah,” tegasnya.

Menurutnya, para pelaku usaha ersebut justru telah berkontribusi terhadap daerah, baik melalui perputaran ekonomi maupun penciptaan lapangan kerja.

Baca Juga :  Pemkab Kukar Jalin Kerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan Terkait Kawasan Konservasi Pesut Mahakam

Oleh karena itu, DPRD Kukar mendorong pemerintah untuk memberikan masa transisi bagi para pedagang, sembari mencarikan solusi yang tepat dan berkeadilan.

“Kami sepakat agar ada tenggang waktu yang diberikan kepada para pedagang, sampai nanti ada solusi dan titik temu, termasuk opsi relokasi ke aset pemerintah daerah,” jelasnya.

Ia menyebutkan, rencana relokasi ke kawasan Kilometer 50 menjadi salah satu alternatif yang tengah dibahas. Kebijakan ini nantinya akan berlaku bagi seluruh pedagang di kawasan Tahura tanpa terkecuali. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Program Da’i Masuk Desa Berlanjut, Pemkab Kukar Targetkan 50 Da’i Lulus Seleksi

Pemerintah

Festival Museum Kayu Tuah Himba Diharapkan Hidupkan Kembali Kunjungan dan Bangkitkan Kreativitas Generasi Muda

Advertorial

Kemarau Panjang, Anggota DPRD Kukar Desak Pemerintah Perhatikan Kebutuhan Air Bersih Wilayah Pesisir

Advertorial

Pemkab Kukar Menggelar Rakor Pembentukan Satgas Terpadu Operasi Penanganan Premanisme

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Soroti Kurangnya Tenaga dan Fasilitas Pendidikan

Hukum - Kriminal

Soal Pemeriksaan BPKAD Kukar oleh Polda Kaltim, Sekda: Saya Saat Itu ke Luar Daerah

Advertorial

Sekda Kukar Menghadiri Kujungan Silaturahmi Pangdam VI/Mulawarman di Kodim 0906/Kukar

Advertorial

Wakil Bupati Kukar Luncurkan Buku Berisi Perjalanan Hidup Berjudul Muda, Beda, Bertalenta