Home / Advertorial / Pemerintah

Selasa, 26 November 2024 - 11:03 WIB

Fraksi PKS DPRD Kutim Tekankan Pentingnya Pengoptimalan Pendapatan Daerah

Syaiful Bakhri - Anggota DPRD Kutai Timur

Syaiful Bakhri - Anggota DPRD Kutai Timur

KUTAI TIMUR, eksposisi.com – Perwakilan Fraksi Keadilan Sejahtera (PKS) dalam Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutm), Syaiful Bakhri menekankan pentingnya pengoptimalan pendapatan daerah dan pemanfaatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk meningkatkan pelayanan dasar bagi masyarakat.

Ia menyampaikan mengenai estimasi pendapatan daerah Kabupaten Kutai Timur yang mencapai Rp 11.151.470.300.800,- (11,151 triliun).

“Pendapatan daerah ini bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 358.388.327.000,- (358,388 miliar), pendapatan transfer sebesar Rp 10.245.286.973.800,- (10,245 triliun), dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 547.795.000.000,- (547,795 miliar),” jelasnya.

Hal tersebut disampaikan dalam rapat paripurna ke-20 masa persidangan ke-1 tahun sidang 2024/2025, ruang sidang utama DPRD Kutim, Jumat (22/11/2024).

Baca Juga :  Jabat Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono Siap Kawal Pembangunan di Daerah

Hadir dan disaksikan oleh ketua DPRD Kutim, Jimmy, Asisten Pemerintahan Umum dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Poniso Surryo Renggono dan 23 anggota dewan serta masing-masing perwakilan unsur forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kutim.

Syaiful menilai bahwa jumlah pendapatan asli daerah masih dapat ditingkatkan.

“Jika pemerintah mampu menggali sumber-sumber pendapatan asli daerah yang belum dioptimalkan, kita bisa melihat peningkatan yang signifikan,” katanya.

Dirirnya menekankan pentingnya memperluas basis pajak daerah, terutama dari izin usaha, serta memaksimalkan retribusi yang selama ini belum optimal.

Anggota komisi C itu meminta agar pemerintah bersungguh-sungguh dalam memanfaatkan APBD.

Baca Juga :  Diarpus Kukar Meraih Penghargaan sebagai Perpustakaan Digital Terbaik Nasional

“Pelayanan mendasar bagi kebutuhan utama masyarakat Kutai Timur harus menjadi perhatian utama,” ungkapnya.

Pihaknya menambahkan bahwa infrastruktur penunjang untuk perkembangan ekonomi, termasuk ekonomi kerakyatan, harus dimaksimalkan.

Selain itu, ia menambahkan bahwa dengan jumlah APBD yang cukup tinggi, pemerintah harus dapat merealisasikan program-program yang nyata bagi masyarakat.

“Kami berharap program-program ini dapat berjalan dengan lancar sehingga sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) dapat diminimalisir,” ujarnya.

Menurutnya, pengelolaan APBD yang baik akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“Kami ingin melihat hasil nyata dari setiap alokasi anggaran yang ada, sehingga masyarakat merasakan manfaatnya,” tambahnya. (adv/dprd/kutim)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Implementasi Program Dedikasi Kukar Idaman, 799 Posyandu yang Dibangun Pemkab Kukar

Advertorial

DPRD Kukar Menggelar Rapat Paripurna Penyampaian Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2023

Advertorial

Dinas PU Kukar Siapkan Strategi Khusus Optimalkan KegiatanTahun 2023

Advertorial

Bupati Berkomitmen Mengembangkan Bidang Keagamaan dan Kemasyarakatan di Kukar

Advertorial

Sekda Melakukan Peninjauan Persiapan PSU Pilkada Kukar di Sejumlah TPS

Advertorial

Disdikbud Kukar Menjadwalkan Pelaksanaan SPMB Setelah Masa Kelulusan Siswa

Advertorial

Bupati Kukar Berikan Bantuan di Kecamatan Samboja Barat

Advertorial

Disdikbud Kukar Menggelar Bimtek PPDB Online yang Diikuti 200 Peserta