Home / Peristiwa

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:15 WIB

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Panjang Solar Subsidi Hal Biasa Terjadi di Tenggarong

Suasana antrian panjang solar subsidi di SPBU Tenggarong (Latif/Eksposisi)

Suasana antrian panjang solar subsidi di SPBU Tenggarong (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis dexlite tidak serta-merta berdampak pada peningkatan antrean solar subsidi di sejumlah SPBU di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar).

Meski harga dexlite saat mengalami lonjakan, kondisi antrean solar subsidi memang sudah terjadi sejak lama, karena persoalan ketersediaan yang menjadi keluhan utama masyarakat.

Salah seorang warga, Dani, mengaku masih harus mengantre sejak pagi hari demi mendapatkan solar subsidi. Ia menyebut antrean sudah menjadi hal yang biasa, meskipun tidak ada jaminan akan mendapatkan BBM tersebut.

“Lagi ngantri solar ini mas, dari pagi sampai sekarang masih ngantri,” ujarnya saat ditemui pada Rabu (6/5/2026).

Baca Juga :  Beri Dukungan Bagi Peserta, Wakil Ketua DPRD Kaltim Menghadiri Seleksi Paskibraka Tingkat Provinsi dan Nasional

Menurut Dani, kenaikan harga dexlite yang saat ini mencapai Rp26.600 per liter tidak memicu lonjakan antrean solar. Hal ini disebabkan banyak kendaraan saat ini sudah tidak lagi menggunakan solar sebagai bahan bakar utama.

“Walaupun dexlite naik, antrean solar tidak mengalami kenaikan, karena mobil-mobil sekarang juga sudah banyak yang tidak pakai solar,” jelasnya.

Menurutnya, penggunaan solar subsidi saat ini cukup terkontrol dengan adanya sistem barcode. Setiap kendaraan hanya diperbolehkan mengisi satu kali dalam sehari, sesuai dengan kapasitas tangki. Kebijakan ini dinilai membantu mencegah penyalahgunaan distribusi.

Persoalan utama yang dihadapi warga adalah terbatasnya pasokan. Dani mengungkapkan bahwa distribusi solar ke SPBU tidak dilakukan setiap hari, melainkan sekitar dua hari sekali. Kondisi ini membuat masyarakat harus rela mengantre lebih lama dengan risiko tidak kebagian.

Baca Juga :  Pererat Silaturahmi, Bubuhan Jurnalis Kukar Menggelar Pertandingan Billiard

“Kadang dapat, kadang tidak dapat,” ungkapnya.

Ia juga memastikan bahwa saat ini sudah tidak terlihat kendaraan pribadi kelas atas ikut mengantre solar subsidi. Menurutnya, selain karena aturan, penggunaan solar pada kendaraan tertentu juga dinilai tidak sesuai dan berpotensi merusak mesin.

Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun antrean tidak mengalami lonjakan, tantangan distribusi solar subsidi di lapangan masih belum sepenuhnya teratasi, terutama dalam hal kepastian pasokan bagi masyarakat yang bergantung pada BBM tersebut. (ltf/fdl).

Share :

Baca Juga

Hukum - Kriminal

Polres Kukar Siapkan 150 Personel Antisipasi Karhutla dan Fenomena El Nino 2026

Infrastruktur

Jalan Poros Kota Bangun-Kenohan Rusak Parah dan Berlumpur, Sopir dan Perusahaan Bekerjasama Melakukan Penanganan Darurat

Peristiwa

Kebakaran di Kelurahan Baru Tenggarong, Tujuh Rumah Hangus

Infrastruktur

Pemkab Kukar Bergerak Cepat Lakukan Penanganan Jalan Longsor di Kecamatan Muara Muntai

Pemerintah

Satu Tahun Kepemimpinan Aulia-Rendi, Kukar Perkuat Fondasi Menuju Pusat Pangan, Pariwisata dan Industri Hijau

Peristiwa

Pohon Tumbang Timpa Mobil di Jalan Poros Tenggarong-Samarinda, Lima Penumpang Jadi Korban

Peristiwa

Masyarakat Bukit Biru Keluhkan Tumpukan Sampah yang Berserakan, Menggangu Kenyamanan dan Membahayakan

Peristiwa

Sebuah Rumah di Tenggarong Hangus Terbakar, Api Merambat Cepat Saat Pemilik di Kamar Mandi