Home / Infrastruktur / Pemerintah

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:18 WIB

Keterbatasan Anggaran Daerah, Penyelesaian Jembatan Sebulu Diharpkan Dapat Dukungan APBN

Edy Fahruddin - Camat Sebulu (Latif/Eksposisi)

Edy Fahruddin - Camat Sebulu (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pemerintah Kecamatan Sebulu berharap pembangunan Jembatan Sebulu dapat segera dilanjutkan dan diselesaikan melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)dari pemerintah pusat.

Keberadaan jembatan tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan konektivitas sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Sebulu dan sekitarnya.

Camat Sebulu, Edy Fahruddin mengatakan, pembangunan Jembatan Sebulu yang dimulai pada 2024 hingga kini belum dapat dilanjutkan secara optimal karena keterbatasan kemampuan keuangan daerah.

Meski demikian, pada tahun ini pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp8 miliar untuk pekerjaan penyambungan konstruksi jembatan.

“Karena keterbatasan kas daerah, tahun ini informasinya dianggarkan sekitar Rp8 miliar. Mudah-mudahan pekerjaan penyambungan besi jembatan itu segera direalisasikan,” ujarnya.

Menurutnya, secara keseluruhan pembangunan jembatan masih berada pada kisaran 50 persen. Bentang tengah jembatan yang menjadi bagian utama konstruksi hingga kini belum dikerjakan sehingga pembangunan belum dapat difungsikan untuk mendukung mobilitas masyarakat.

Baca Juga :  DPRD Kukar Kejar Kepastian Dana Kurang Salur Rp2,4 Triliun ke Pemerintah Pusat

Edy menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, kebutuhan anggaran penyelesaian keseluruhan proyek diperkirakan mencapai sekitar Rp900 miliar. Khusus untuk pengerjaan bentang tengah jembatan membutuhkan anggaran sekitar Rp500 miliar.

Sementara itu, anggaran yang telah terserap sejak proyek dimulai diperkirakan mendekati Rp200 miliar. Dengan kondisi tersebut, penyelesaian pembangunan memerlukan dukungan pendanaan yang lebih besar agar proyek dapat kembali berjalan.

“Kalau pembangunan saya kira baru sekitar 50 persen karena bentang tengahnya belum dikerjakan. Yang sudah dikeluarkan anggarannya kurang lebih hampir Rp200 miliar,” katanya.

Ia mengaku memahami kondisi fiskal Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yang saat ini harus melakukan penyesuaian belanja akibat keterbatasan pendapatan daerah. Menurutnya, pemerintah daerah juga harus membagi prioritas anggaran untuk sektor lain seperti pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah.

Baca Juga :  Anggota DPRD Kaltim Tanggapi Positif Rencana Program Makan Siang Gratis

Karena itu, Edy berharap pemerintah kabupaten dapat terus membangun komunikasi dengan pemerintah pusat agar penyelesaian Jembatan Sebulu memperoleh dukungan melalui APBN.

“Mudah-mudahan melalui koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum ada bantuan dari APBN, dan Bapak Bupati dapat mengomunikasikan penyelesaian jembatan ini karena sangat dibutuhkan masyarakat,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, keberadaan Jembatan Sebulu tidak hanya akan memperlancar konektivitas antarwilayah, tetapi juga membuka peluang tumbuhnya kawasan ekonomi baru. Meski demikian, pemerintah juga perlu menyiapkan akses jalan alternatif agar arus kendaraan tidak seluruhnya melewati kawasan permukiman warga.

“Jembatan ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi baru. Kami juga yakin pemerintah sudah memikirkan pembangunan jalan tembus atau jalur alternatif sehingga kepadatan transportasi nantinya bisa diatasi,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Pastikan Persiapan Berjalan Lancar, Wabup Rendi Solihin Meninjau Venue Kukar Land Festival

Advertorial

Kepala DPMD Paparkan Hasil Evaluasi Capaian 2023 dan Target Program 2024

Advertorial

Sekda Kukar Ingin Pengangkatan PPPK Dilakukan Sesuai Ketentuan Undang-undang

Advertorial

DPRD Kaltim Menerima LHP dari BPK RI atas LKPD Tahun 2024

Advertorial

Bupati Kukar Serahkan Bantuan Alsintan Kepada Gapoktan Jati Makmur Kecamatan Muara Kaman

Advertorial

DPRD Kaltim Menggelar Rapat Paripurna ke-20, dengan Agenda Tanggapan Peerintah Terhadap Pandangan Fraksi

Advertorial

Nyaman Bejukut, Program DKP Bantu Nelayan untuk Mandiri dan Produktif

Advertorial

Pemkab Kukar Anggarkan Rp4,5 Miliar untuk Program 1.000 Guru Sarjana