Home / Peristiwa

Kamis, 6 Agustus 2026 - 22:28 WIB

Diduga Dipicu Cekcok Rumah Tangga, Pasutri Tercebur ke Sungai Mahakam Berhasil Diselamatkan Warga dan Damkar

Evakuasi pasutri yang tercebur ke Sungai Mahakam (Latif/Eksposisi)

Evakuasi pasutri yang tercebur ke Sungai Mahakam (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Sepasang suami istri (pasutri) tercebur ke Sungai Mahakam, kawasan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), pada Kamis (6/8/2026) malam.

Peristiwa yang diduga dipicu persoalan rumah tangga itu mengundang perhatian warga sekitar yang langsung berupaya melakukan penyelamatan sebelum petugas Disdamkarmatan Kukar tiba di lokasi.

Salah seorang warga yang turut terjun ke sungai untuk menyelamatkan korban, Gito, mengatakan sebelum kejadian dirinya sempat mengetahui adanya pertengkaran antara pasangan tersebut. Berdasarkan informasi yang didengarnya, cekcok dipicu saling tuduh adanya perselingkuhan.

“Yang saya dengar itu masalah keluarga, saling nuduh selingkuh. Si laki-laki ngejar istrinya supaya pulang, tapi si perempuan maunya pulang sendiri naik Maxim. Si laki-laki enggak mau,” ujarnya saat ditemui usai kejadian.

Menurutnya, pasangan tersebut juga disebut telah beberapa waktu tidak tinggal serumah dan sempat membahas perceraian. Namun, sang suami disebut tidak menginginkan perpisahan itu terjadi.

Gito menuturkan, sesaat sebelum insiden, sang suami sempat mengambil anak mereka. Tidak lama kemudian, sang istri melompat ke Sungai Mahakam dan langsung disusul oleh suaminya.

“Si perempuan loncat duluan. Habis itu si laki-laki ikut loncat. Anak tadi sempat dipegang sama yang laki-laki sebelum kejadian,” katanya.

Peristiwa itu diperkirakan terjadi tidak lama setelah waktu salat Isya. Melihat keduanya tercebur ke sungai, beberapa warga spontan memberikan pertolongan dengan ikut melompat ke air.

Baca Juga :  Kebakaran di Kelurahan Baru Tenggarong, Tujuh Rumah Hangus

Gito menjelaskan penyelamatan tidak berjalan mudah. Penolong pertama berusaha mengejar korban perempuan yang mulai hanyut ke arah tengah sungai. Namun, di tengah proses penyelamatan, penolong tersebut mengalami keram hingga nyaris tenggelam.

“Yang pertama ngejar yang cewek ke tengah. Pas di tengah dia keram badannya sampai tenggelam. Akhirnya suami saya sama sepupunya yang bantu dia,” ungkapnya.

Sementara itu, Gito bersama seorang rekannya memilih menyelamatkan korban laki-laki yang saat itu sudah tidak lagi memiliki tenaga untuk berenang.

“Yang laki-laki sudah enggak kuat, keram juga, mau tenggelam di situ. Jadi kami menyelamatkan yang laki-laki dulu, bukan yang perempuan,” jelasnya.

Tak lama berselang, personel Disdamkarmatan Kukar tiba di lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Komandan Tim Regu II Disdamkarmatan Kukar, Muhammad Idris, mengatakan pihaknya langsung bergerak melakukan evakuasi begitu informasi diterima.

“Saya kurang mengetahui secara pasti kronologinya. Saya hanya menerima laporan dan anggota Damkar langsung sigap menuju lokasi. Terkait dugaan hubungan di luar pasangan resmi, saya belum mengetahui kebenarannya karena informasinya masih simpang siur,” katanya.

Ia menyebut salah satu korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan sudah mulai terbawa arus ke arah tengah sungai. Beruntung, petugas lebih dahulu berhasil memegang korban sehingga dapat segera diamankan.

Baca Juga :  Pemkab dan KNPI Kukar Tegaskan Peran Pemuda Krusial Dalam Pembangunan Daerah

“Korban tadi dalam kondisi pingsan. Saat ditemukan korban sebenarnya sudah mulai terbawa ke arah tengah sungai, tetapi anggota kami sudah lebih dulu memegang dan mengamankannya. Ketika akan dievakuasi tidak ada perlawanan dari korban,” ujarnya.

Idris memastikan proses evakuasi berlangsung lancar tanpa hambatan berarti. Menurutnya, arus Sungai Mahakam saat itu tidak terlalu deras, sementara kondisi pencahayaan di lokasi juga cukup mendukung proses penyelamatan.

“Alhamdulillah proses penyelamatan berjalan lancar dan tidak ada kendala. Tidak ada masalah terkait kegelapan maupun pencahayaan, arus sungai juga tidak terlalu deras karena korban masih berada di area pinggir sungai,” jelasnya.

Usai dievakuasi, kedua korban terlebih dahulu dibawa ke Pelabuhan Pulau Kumala. Ambulans yang telah bersiaga kemudian membawa keduanya ke RSUD Aji Muhammad Parikesit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

“Korban sementara dibawa ke Pelabuhan Pulau Kumala. Di sana sudah standby ambulans dan selanjutnya korban dibawa ke RSUD Aji Muhammad Parikesit. Yang jelas respons Damkar berlangsung cepat dan alhamdulillah korban berhasil dievakuasi dengan selamat,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Infrastruktur

Jalan Poros Kota Bangun-Kenohan Rusak Parah dan Berlumpur, Sopir dan Perusahaan Bekerjasama Melakukan Penanganan Darurat

Pemerintah

Wabup Rendi Solihin Prihatin Maraknya Peristiwa Laka Air di Kukar

Pemerintah

Presiden Prabowo Resmi Melantik Secara Serentak 961 Kepala Daerah

Peristiwa

Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Kabupaten Kutai Barat

Peristiwa

Buruh Pasir Tenggelam di Loa Janan Ditemukan Meninggal Dunia

Advertorial

Anggota DPRD Kaltim Mendorong Pemda Melakukan Evaluasi Menyeluruh Pasca Insiden Kebakaran di Big Mall Samarinda

Pemerintah

Perpanjangan SK PPPK Tahap I Sedang Diproses, Pemkab Kukar Siapkan Kontrak Lima Tahun

Peristiwa

Pria 50 Tahun Tenggelam Saat Memancing di Sungai Belayan Ditemukan Meninggal Dunia