Home / Peristiwa

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:24 WIB

Kadar Garam Air Baku Meningkat karena Intrusi Air Laut, Perumda Tirta Mahakam Hentikan Operasional WTP Anggana dan Sangasanga

Suparno - Direktur Perumda Tirta Mahakam Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

Suparno - Direktur Perumda Tirta Mahakam Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Intrusi air laut kembali mengganggu pelayanan air bersih di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Perumda Tirta Mahakam terpaksa menghentikan operasional instalasi pengolahan air di wilayah Anggana dan Sangasanga setelah kadar garam pada air baku meningkat hingga di atas 1.000 parts per million (ppm).

Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam Kukar, Suparno, mengatakan kondisi tersebut membuat air baku dari sumber yang digunakan instalasi tidak lagi memenuhi ambang batas untuk diolah dan didistribusikan kepada masyarakat.

“Iya, bahkan kemarin sudah intrusi air laut naik, sudah di atas 1.000 ppm. Tentunya tidak bisa kita jalankan instalasi yang ada di Anggana,” kata Suparno pada Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, air dengan kadar garam tinggi tidak dapat digunakan sebagai sumber air baku untuk produksi air bersih. Jika tetap dipaksakan untuk dioperasikan, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan dua persoalan, yakni risiko bagi masyarakat apabila air digunakan untuk konsumsi serta kerusakan pada peralatan instalasi.

“Standar air bakunya itu tidak memungkinkan untuk dikonsumsi. Saya khawatir kalau ini nanti didistribusikan, masyarakat akan menggunakan untuk minum,” jelasnya.

Suparno menyebut intrusi air laut mulai berada di atas ambang batas sejak Selasa (25/8/2026). Kondisi tersebut masih berlangsung hingga Jumat (28/8/2026), sehingga operasional intake di kawasan terdampak belum dapat kembali dijalankan.

Ia menjelaskan, penghentian layanan tersebut bukan disebabkan persoalan teknis dari Perumda Tirta Mahakam, melainkan kondisi alam yang membuat air laut masuk ke sumber air baku.

“Air asin adalah bagian yang memang tidak bisa kita jadikan sebagai sumber air baku. Yang pertama akan membahayakan kesehatan kalau tetap didistribusikan, yang kedua peralatan kita tidak mampu bertahan lama jika mengoperasikan dengan air asin,” tegasnya.

Baca Juga :  Wacana Pilkada Lewat DPRD, Gerindra Kukar Tekankan Efisiensi dan Peran Wakil Rakyat

Mengantisipasi kebutuhan masyarakat selama pelayanan terganggu, Perumda Tirta Mahakam mulai menyiapkan skema distribusi air menggunakan mobil tangki.

Suparno mengatakan pihaknya telah melakukan pemetaan bersama Direktur Teknik dan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan. Salah satu opsi yang disiapkan adalah melakukan dropping air bersih ke masyarakat terdampak.

“Insyaallah mulai besok. Tetapi yang tidak kalah penting, ini harus dikoordinir oleh kecamatan maupun kelurahan,” ujarnya.

Menurut Suparno, koordinasi tersebut diperlukan agar distribusi air melalui mobil tangki dapat lebih tepat sasaran dan membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama sumber air baku belum dapat digunakan.

Untuk memenuhi kebutuhan air tersebut, Perumda Tirta Mahakam juga berkoordinasi dengan PDAM Samarinda. Bahkan, air yang akan digunakan untuk dropping bagi masyarakat Anggana rencananya diambil dari wilayah Samarinda karena lokasinya dinilai menjadi sumber terdekat yang memungkinkan.

“Kami mohon kepada teman-teman PDAM Samarinda untuk membantu kami,” katanya.

Suparno memperkirakan kondisi intrusi air laut sangat berkaitan dengan tingginya pasang laut. Ia menyebut periode pasang tertinggi terjadi sekitar 22 hingga 28 Agustus.

Karena itu, pihaknya berharap hujan segera turun untuk membantu menekan dorongan air laut yang masuk ke wilayah perairan Sungai Mahakam.

“Kalau melihat kecenderungan ini, puncaknya ada tanggal 22 serta tanggal 28 untuk air pasang laut tertinggi. Mudah-mudahan dalam waktu satu-dua hari ini juga terjadi turun hujan,” ungkapnya.

Jika hujan tidak kunjung turun, menurutnya, dorongan air laut dapat semakin kuat dan berpotensi memperluas dampak hingga ke wilayah sekitar, termasuk kemungkinan memengaruhi sumber air baku milik PDAM Samarinda.

Baca Juga :  Jalan Nasional Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Bupati Kukar Turun Tangan

Sebelumnya, Perumda Tirta Mahakam juga telah mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk menampung air dan menggunakannya secara hemat sebagai langkah antisipasi apabila pelayanan terganggu.

Suparno menegaskan masyarakat sebenarnya telah memahami kondisi tersebut karena sosialisasi telah dilakukan sebelum gangguan terjadi.

Sementara itu, kondisi di Muara Jawa dan Samboja disebut masih relatif aman dari intrusi air laut. Suparno menjelaskan sumber air baku di kedua wilayah tersebut menggunakan air dalam atau sumur, sehingga tidak terdampak langsung oleh masuknya air laut.

“Kalau Muara Jawa sumber air bakunya kan air dalam, sumur. Samboja pun tidak terintrusi air laut,” jelasnya.

Adapun wilayah yang terdampak adalah instalasi pengolahan air di Gunung Pasir, yang sumber airnya memiliki keterhubungan dengan sungai menuju muara.

Di tengah kondisi tersebut, Perumda Tirta Mahakam memastikan akan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk mencari solusi pelayanan air bersih bagi masyarakat.

Suparno juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terganggunya pelayanan. Ia meminta masyarakat untuk bersabar sembari berharap kondisi alam segera membaik.

Kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi Perumda Tirta Mahakam untuk memperkuat langkah mitigasi ke depan, termasuk menyiapkan skema apabila fenomena serupa kembali terjadi.

“Ini menjadi mitigasi kami, sehingga jika ini terjadi lagi, apa yang harus kita sampaikan kepada pemerintah kabupaten selaku pemilik,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Sebuah Rumah di Tenggarong Hangus Terbakar, Api Merambat Cepat Saat Pemilik di Kamar Mandi

Hukum - Kriminal

Polres Kukar Ungkap 7 Kasus Curanmor Selama Operasi Jaran Mahakam 2025

Peristiwa

Korban Terjepit Truk yang Terguling di Dalam Kapal Berjumlah 6 Orang, 3 Selamat 3 Meninggal Dunia

Pemerintah

Senator Kaltim Minta Pemerintah Perkuat Antisipasi dan Percepat Penanganan Karhutla di Kalimantan

Advertorial

DPRD Kukar Menggelar RDP Tanggapi Keluhan Warga Desa Jembayan Terkait Dugaan Penggaran Kades

Peristiwa

Diduga Dipicu Cekcok Rumah Tangga, Pasutri Tercebur ke Sungai Mahakam Berhasil Diselamatkan Warga dan Damkar

Peristiwa

Hasil Penjaringan Pemilihan Ketua Karang Taruna Kaltim, Hanya Ada Calon Tunggal

Infrastruktur

Longsor Jalan Utama di Kecamatan Muara Muntai, Pemerintah Upayakan Akses Darurat