Home / Advertorial / Pemerintah

Kamis, 11 Juli 2024 - 20:12 WIB

Kecamatan Loa Kulu Terus Beupaya Melakukan Intervensi dan Penanganan Stunting

Adriansyah - Camat Loa Kulu

Adriansyah - Camat Loa Kulu

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) saat ini tengah gencar melakukan intervensi beserta sosialisasi terkait dengan permasalahan stunting. Salah satu intervensi yang dilakukan ialah dengan membuat pusat Posyandu di sejumlah kecamatan yang ada di Kukar.

Hal tersebut dibuktikan dengan diresmikannya gedung baru yang digunakan sebagai wadah aktivitas Posyandu yang diberi mama Posyandu Edelweis, yang terletak di RT 12, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu.

Pembangunan Gedung Posyandu Edelweis ini pun mendapat respon positif dari Kecamatan Loa Kulu. Karena, gedung ini bisa digunakan bagi kader-kader Posyandu untuk menekan tingginya kasus stunting di Kecamatan Loa Kulu.

“Maka dengan hal ini, program yang harus dicermati ialah bagaimana penanganan stunting ini harus dipercepat. Dan ini harus sesuai dengan instruksi Bupati Kukar. Kami selalu koordinator bersama-sama melakukan pencegahan dengan berkoordinasi pimpinan Puskesmas, Kades serta tingkat RT, ditambah lagi dengan ada bangunan baru tentunya ini menjadi penyemangat para kader-kader hebat kami,” kata Camat Loa Kulu, Adriansyah.

Baca Juga :  APBD Kukar 2026 Disetujui Sebesar Rp7,116 Triliun, Sekda Memastikan Pembangunan Berjalan Sesuai Ketentuan

Ia berkomitmen untuk terus memantau kondisi mengevaluasi terus perkembangan penanganan stunting di Kecamatan Loa Kulu. Evaluasi tersebut dapat membantu dalam menentukan apakah program ini berhasil meningkatkan kondisi atau mengalami kemunduran.

“Komitmen untuk terus berupaya dalam mengajak seluruh lapisan masyarakat dalam pencegahan stunting menunjukkan keseriusan dan kepedulian yang besar dari pemerintah daerah dan para pembina di tingkat kecamatan,” katanya.

Dengan ditetapkannya Desa Jembayan sebagai desa percontohan penanganan stunting. kecamatan Loa Kulu pun menjalankan program pemberian makanan tambahan untuk bayi dan balita.

Program ini juga tidak hanya dalam bentuk makanan melainkan juga dalam bentuk sosialisasi dan edukasi yang diberikan oleh Dinkes, Puskesmas hingga Pemdes khususnya ibu-ibu PKK.

“Dapat dikatakan bahwa ini juga merupakan salah satu program kecamatan yang diarahkan langsung kepada para kepala desa untuk pemenuhan gizi masyarakatnya. Anggarannya sendiri sudah ada dari APBDes dan inilah yang kemudian harus diakomodir oleh para kepala desa bersama para ibu-ibu pkk berikut juga para ketua RT-nya,” jelasnya

Baca Juga :  Nikah Massal dan Sidang Isbat di Kukar, 63 Pasangan Dapat Kepastian Hukum

Adapun terkait dengan fasilitas pemenuhan kebutuhan untuk posyandu di setiap desa belum maksimal. Ia mengatakan saat ini pihaknya masih berusaha meningkatkan. Mengingat, disini terdapat 15 desa. Dengan jumlah yang begitu banyak, ia mengatakan masih ada sejumlah desa yang menumpang di Posyandu lainnya.

“Kita ingin dari sini punya posyandu milik kita sendiri, berdiri di tanah desa kita sendiri. Saya harap pemkab kukar dan bapak bupati dapat terus memberikan perhatian pada hal-hal yang masih kurang ini agar dapat ditingkatkan, dibenahi dan dibangunkan fasilitasnya dengan baik,” tutupnya. (adv/diskominfo/kukar/320)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Ketua DPRD Kaltim Menyebut Perumusan Kebijakan Menjadi Dasar Utama Pemerataan Pembangunan

Advertorial

Upaya Meningkatkan Solidaritas Antar Pejabat, Pemkab Kukar Menggelar Senam Bersama

Advertorial

Bupati Kukar Meresmikan Polindes dan Rumah Bidan di Desa Loa Lepu

Advertorial

Fraksi PKS DPRD Kutim Dorong Optimalisasi Investasi untuk Badan Usaha Milik Daerah

Advertorial

Pemkab Kutim Jalin Kerja Sama dengan Unmul Sebagai Upaya Pemenuhan Tenaga Kesehatan

Advertorial

200 Hektare Lahan Pertanian Produktif di Tenggarong Tergenang Air, Bupati Kukar Beri Perhatian Khusus

Advertorial

Peringatan Hari Pahlawan, Ketua DPRD Kaltim IKuti Upacara dan Tabur Bunga di TMP Kesuma Bangsa

Advertorial

DPRD dan Pemprov Kaltim SepakatSMAN 10 Samarinda Kembali ke Lokasi Lama