Home / Pemerintah / Peristiwa / Politik

Jumat, 20 Februari 2026 - 14:32 WIB

Bayi Meninggal Karena Dugaan Kelalaian Medis, Ketua DPRD Kukar Soroti SOP Puskesmas Batuah

Ahmad Yani - Ketua DPRD Kukar (Latif/Eksposisi)

Ahmad Yani - Ketua DPRD Kukar (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Peristiwa meninggalnya seorang bayi berusia enam bulan asal Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, dalam perjalanan menuju rumah sakit pada Senin (16/2/2026), memicu perhatian publik dan mendorong evaluasi terhadap pelayanan kesehatan tingkat pertama di wilayah tersebut.

Kejadian itu bermula ketika bayi mengalami demam tinggi disertai sesak napas dan dibawa ke Puskesmas Batuah pada dini hari. Namun dalam penanganan awal, muncul dugaan kendala pada penggunaan oksigen serta keterlambatan proses rujukan ke rumah sakit.

Pihak keluarga sebelumnya menyampaikan bahwa saat regulator dipasang ke tabung oksigen, jarum penunjuk disebut berada di angka nol. Kondisi tersebut membuat keluarga menduga oksigen dalam keadaan kosong saat dibutuhkan untuk pertolongan pertama.

Di sisi lain, Kepala Puskesmas Batuah telah memberikan klarifikasi bahwa oksigen tersedia dan tabung dalam kondisi terisi. Hanya saja, terdapat kendala teknis pada tuas pembuka sebelum regulator sehingga oksigen tidak dapat langsung digunakan.

Baca Juga :  Komisi II DPRD Kaltim Menggelar RDP Membahas Aset Pemprov di Mal Lembuswana dan Komplek Pergudangan

Selain persoalan oksigen, keluarga juga menyoroti tidak terhubungnya sopir ambulans saat kondisi bayi semakin kritis. Karena situasi dinilai mendesak, keluarga akhirnya membawa bayi menggunakan kendaraan pribadi menuju rumah sakit, namun nyawa korban tidak tertolong di perjalanan.

Peristiwa tersebut pun menjadi perhatian Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani. Ia menegaskan bahwa kasus ini harus diinvestigasi secara menyeluruh untuk mengetahui akar persoalan yang sebenarnya.

“Ya, itu pasti peralatannya yang medisnya itu dan seterusnya itu banyak kesalahan dan keliruan, sehingga perlu diinvestigasi sebenarnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Kukar Luncurkan Tiga Program Unggulan Tepat Satu Tahun Kepemimpinan Aulia-Rendi

Menurutnya, DPRD akan melakukan pendalaman terhadap kemungkinan adanya kekeliruan dalam penerapan sistem pelayanan, termasuk standar operasional prosedur (SOP) serta kelayakan peralatan medis yang digunakan di fasilitas tersebut.

“Juga nanti kami DPRD akan lakukan investigasi terkait dengan kekeliruan atau kesalahan atau penerapan sistem yang ada di sana,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa kejadian ini harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh agar tidak kembali terjadi di fasilitas kesehatan lainnya.

“Termasuk juga mungkin karena medisnya tidak sesuai, tidak standar, dan bahkan peralatan medisnya, sehingga itu membuat kecelakaan sampai meninggal. Oleh karena itu tidak boleh lagi terjadi di puskesmas atau di tempat-tempat yang lain,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Advertorial

PAD Kutim Tahun 2023 Meningkat Mencapai Rp745 Miliar, Jauh Lampaui Target yang Ditentukan

Advertorial

Pemkab Kutim Tingkatkan Kompetensi Guru Dalam Mengajarkan Al-Quran

Advertorial

Disdamkarmatan Inisiasi Pembentukan REDKAR Kecamatan Tenggarong

Advertorial

Anggota DPRD Kaltim Soroti Masih Ada 14 Desa Tertinggal di Kubar dan Mahulu

Advertorial

Maksimalkan Pelayanan, Kelurahan Loa Ipuh Berencana Membentuk Posyandu Center

Advertorial

Lapas Tenggarong Perkuat Pembinaan Warga Binaan Lewat Kolaborasi dengan Berbagai Mitra Strategis

Advertorial

DPRD Bersama TAPD Kutim Melakukan Rapat Evaluasi Terkait Kinerja RAPBD

Advertorial

Unsur Pimpinan DPRD Kukar Resmi Dilantik, Junaidi Menjadi Ketua DPRD Kukar