Home / Hukum - Kriminal / Peristiwa

Selasa, 24 Februari 2026 - 19:24 WIB

BEM Unikarta Melakukan Aksi Unjuk Rasa di Polres Kukar, Soroti Kasus Kekerasan Polisi di Maluku dan Tambang Ilegal

Unjuk Rasa Bem Unikarta di Halaman Polres Kukar (Latif/Eksposisi)

Unjuk Rasa Bem Unikarta di Halaman Polres Kukar (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) menggelar aksi demonstrasi di depan Markas Polres Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa (24/02/2026).

Aksi tersebut merupakan bentuk protes atas dugaan pembunuhan yang dilakukan oknum polisi terhadap seorang warga bernama Arianto di Tual, Maluku.

Ketua BEM Presma Unikarta, Zulkarnain, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan respon atas berbagai persoalan yang dinilai mencederai rasa keadilan masyarakat, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Menurut Zulkarnain, mahasiswa tidak bisa tinggal diam melihat dugaan kekerasan aparat yang berujung hilangnya nyawa warga sipil. Ia menegaskan bahwa solidaritas terhadap korban merupakan bagian dari komitmen moral mahasiswa sebagai agen kontrol sosial.

Selain isu kekerasan aparat, massa aksi juga menyoroti persoalan tambang ilegal di Kabupaten Kukar. Berdasarkan data yang dirilis Jaringan Advokasi Tambang (JATAM), disebutkan terdapat sekitar 120 titik tambang ilegal yang hingga kini masih beroperasi.

Baca Juga :  Pemkab Kukar Hadiri Rakor Administrasi Pembangunan se-Kaltim

“Bukan hanya itu, kami juga menyorot terkait dengan isu-isu kedaerahan, salah satunya tambang ilegal, berdasarkan data yang dikeluarkan JATAM ada sekitar 120 titik tambang ilegal yang hari ini masih beroperasi,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa persoalan lubang tambang di Kukar menjadi perhatian serius. Dalam sebuah seminar yang dihadirinya, seorang anggota DPRD Kukar menyebut terdapat lebih dari seribu lubang tambang, baik legal maupun ilegal, yang masih menganga di wilayah Kabupaten Kukar.

Mahasiswa menilai kondisi tersebut berpotensi membahayakan masyarakat serta menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap aktivitas pertambangan. Karena itu, mereka mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan transparan.

Baca Juga :  Polres Kukar Kerahkan 220 Personel Amankan Debat Publik PSU Pilkada Pasca Putusan MK

Dalam aksi tersebut, BEM Unikarta sebenarnya menargetkan adanya dialog langsung dengan Kapolres Kutai Kartanegara. Namun, rencana itu tidak terealisasi karena Kapolres disebut berhalangan hadir. Hal ini memicu kekecewaan di kalangan mahasiswa.

“Tentu kami merasakan sangat kecewa terkait dengan aksi hari ini karena memang goals kami berdasarkan hasil konsolidasi seharusnya kami berdialog, berdiskusi secara langsung bersama Kapolres Kukar,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa ketiadaan pimpinan kepolisian dalam dialog tersebut menjadi catatan serius bagi mahasiswa. BEM Unikarta pun memperingatkan akan menggelar aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak direspons secara terbuka.

“Kami pertegas, kami akan menggelar aksi yang lebih kuat dan akan membawa massa yang lebih besar daripada hari ini,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Infrastruktur

Jalan Poros Margasari Retak Lagi, Kepala Desa Jembayan Minta Penanganan Permanen

Hukum - Kriminal

JPU Nyatakan Puas Vonis 15 Tahun Penjara Terhadap Guru Pelaku Pelecehan 7 Santri di Kukar

Peristiwa

Tumpukan Gulma yang Terseret Arus Sungai Mahakam Robohkan Tiang Listrik

Hukum - Kriminal

Pria di Samboja Setubuhi dan Bunuh Remaja 14 Tahun, Motifnya Dendam dengan Ayah Korban

Hukum - Kriminal

Jabat Kapolres Kukar, AKBP Hari Rosena Sampaikan Program Kerja

Pemerintah

Pemkab Kukar Tambahkan Pembiayaan BBM untuk BPBD dan Damkarmatan Tangani Karhutla

Hukum - Kriminal

Dapat Laporan Warga, Satlantas Polres Kukar Amankan 11 Pelaku Balap Liar di Jalur Poros Tenggarong–Samarinda

Pemerintah

Aksi Aliansi Peduli Kukar Minta Event Pemerintah Lebih Berpihak pada Pelaku Seni Budaya Lokal