KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri bersama Pj Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kukar Dedi Sudarya dan Ketua Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Kuala Samboja, Loeis Subowo Saminanto melakukan pertemuan dan berdiskusi di Tenggarong, pada Selasa (9/6/2026)
Dalam pertemuan tersebut ketiganya membahas strategi optimalisasi potensi ekonomi pesisir.
Dedi Sudarya menyampaikan, APBMI membawa banyak masukan terkait potensi pesisir Kukar yang belum tergarap maksimal.
“Jadi tadi kami sudah beraudiensi dengan Pak Bupati, terutama kawan-kawan dari APBMI, yang menyampaikan banyak masukan sekaligus aspirasi mengenai potensi ekonomi yang ada di kawasan pesisir,” ujarnya.
Fokus pembahasan diarahkan pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pemanfaatan sumber daya lokal.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri merespons positif dan menyatakan kesiapan memfasilitasi kebutuhan dunia usaha.
“Hal-hal yang masih bisa diurus oleh pemerintah daerah akan didorong dan dibantu oleh Pak Bupati. Bahkan jika diperlukan, beliau siap membantu sampai ke tingkat kementerian bersama teman-teman APBMI,” kata Dedi menirukan respons bupati.
Salah satu opsi yang dibahas adalah kerja sama pengelolaan Pelabuhan Amborawang secara komersial.
Ketua APBMI Loeis Subowo Saminanto mengapresiasi langkah cepat Kadin dan Bupati. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Sikap tanggap KADIN luar biasa. Dari tanggal 3 sampai hari ini prosesnya berjalan cepat dan kami langsung diterima oleh Pak Bupati,” kata Loeis.
Ia menyebut rencana pengembangan kawasan industri perkapalan di Marangkayu dan pembangunan pelabuhan atau terminal batu bara di Santan Hilir. Menurutnya, kepastian tata ruang melalui DLKr dan DLKp menjadi kunci. Loeis juga mengapresiasi perhatian Bupati terhadap masyarakat pesisir.
“Beliau bahkan menyampaikan, jangan sampai masyarakat Samboja justru menjadi miskin di daerahnya sendiri akibat perkembangan kawasan tersebut. Tadi beliau bertanya langsung kepada kami, apa yang bisa dibantu dan apa yang bisa diperjuangkan untuk masyarakat pesisir, khususnya masyarakat Samboja,” ungkapnya.
Kemudian, Aulia Rahman Basri menegaskan dukungan Pemkab Kukar terhadap pemberdayaan warga lokal di sektor bongkar muat. Menurutnya, ada banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya di sector tersebut.
“Artinya ada sekitar 1.500 warga masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara yang memiliki pekerjaan di sektor tersebut. Insyaallah kesejahteraan mereka akan semakin membaik karena memiliki pekerjaan yang layak dengan penghasilan yang sesuai,” tegasnya. (adm/fdl)









