KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Kuala Samboja dipilih sebagai satu dari 15 lokasi awal penerapan DERMAGA KTKBM yang disiapkan Induk Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (Inkop TKBM).
Sistem digital tersebut dirancang mencatat kegiatan bongkar muat, penerbitan surat perintah kerja, hingga pembayaran upah pekerja.
Sosialisasi DERMAGA KTKBM telah digelar bersama para pemangku kepentingan dan pekerja di Kuala Samboja. Penerapan sistem dijadwalkan berjalan setelah penandatanganan perjanjian kerja sama secara serentak pada awal November.
Sekretaris Jenderal Inkop TKBM Victoria Wewo mengatakan Kuala Samboja dipilih karena Koperasi TKBM Karya Sejahtera dinilai memiliki sumber daya manusia, administrasi, dan pelaporan yang baik.
“Aplikasi digitalisasi KTK ini merupakan sebuah jawaban untuk peningkatan pelayanan TKBM di pelabuhan seluruh Indonesia. Hari ini kita sosialisasikan di Kuala Samboja,” ujar Victoria.
Menurut Victoria, Inkop TKBM memiliki 121 anggota. Dari jumlah tersebut, sebanyak 15 pelabuhan dipilih sebagai lokasi penerapan awal aplikasi.
“Kenapa Kuala Samboja yang dipilih? Karena berdasarkan pantauan kami, TKBM Karya Sejahtera Samboja ini memenuhi aspek SDM yang baik, administrasi yang baik, dan pelaporan yang juga baik. Sehingga dipandang lebih pas untuk dijadikan pilot project bagi 15 pelabuhan di seluruh Indonesia,” katanya.
DERMAGA KTKBM dirancang mencatat rangkaian pelayanan secara menyeluruh. Pencatatan meliputi penugasan pekerja, penerbitan SPK, aktivitas bongkar muat, laporan harian, pembayaran perusahaan kepada koperasi, hingga penyaluran upah kepada pekerja.
Victoria menilai pencatatan digital diperlukan untuk meningkatkan transparansi, kemudahan pelayanan, dan akuntabilitas. Data yang tersimpan juga dapat digunakan kembali ketika dibutuhkan.
“Mulai dari proses kegiatan bongkar muat dari awal sampai akhirnya, mulai dari pengangkatan buruh, SPK sampai pembayaran upah kepada buruh, laporan harian kegiatan, sampai dengan pembayaran kepada buruh dan pembayaran dari perusahaan kepada koperasi, itu semua terdata,” jelasnya.
Selain Kuala Samboja, sosialisasi sistem serupa telah dilakukan di Tanah Paser dan Balikpapan. Penandatanganan kerja sama untuk lokasi penerapan awal dijadwalkan berlangsung serentak pada awal November.
Penilik Angkutan Laut Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kuala Samboja, Ilyas Ismail, menyatakan dukungan terhadap rencana penerapan aplikasi tersebut.
“Kalau dari kami, pada prinsipnya mendukung. Kalau sesuatu yang baik, pasti kita dukung. Apalagi ini aplikasi baru, DERMAGA,” ujarnya.
Menurut Ilyas, sistem digital dapat membantu pendataan aktivitas bongkar muat di Kuala Samboja yang volumenya dinilai cukup besar. Data anggota TKBM yang tersimpan juga dapat membantu pemantauan dan penempatan pekerja.
“Betul, aplikasi ini juga akan mendukung kinerja KUPP, terutama dalam hal pendataan aktivitas bongkar muat,” katanya.
Ketua Dewan Pengawas TKBM Karya Sejahtera, Awang Yacoub Luthman, mengatakan sistem yang saling terkoneksi diharapkan membuat proses administrasi lebih efisien dan pembayaran upah dapat dilakukan lebih cepat.
“Di internal kita, sistemnya itu begitu terkoneksi menjadi satu sistem di kantor kami, upah itu sudah siap. Tidak perlu menunda-nunda lagi. Itu juga salah satu manfaatnya,” ujar Awang.
Penerapan DERMAGA KTKBM di Kuala Samboja diharapkan memperkuat pencatatan kegiatan pelabuhan sekaligus memberikan kepastian data bagi koperasi, pekerja, perusahaan pengguna jasa, dan instansi pengawas. (adm/fdl)










