Home / Bisnis / Ekonomi / Industri / Pemerintah

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:37 WIB

Disperindag Kukar Kelola Penuh Tangga Arung Square, Parkir Gratis Tetap Dipertahankan

Teks Foto : Sayid Fathullah - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

Teks Foto : Sayid Fathullah - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pengelolaan Tangga Arung Square (TAS) kini dipastikan berada sepenuhnya di bawah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara (Kukar).

Kepastian tersebut mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Disperindag dan DPRD Kukar yang membahas arah pengelolaan kawasan perdagangan tersebut ke depan.

Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah, mengatakan hasil pertemuan bersama DPRD menegaskan bahwa tidak ada lagi keterlibatan pihak ketiga dalam pengelolaan Tangga Arung Square. Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin.

“Sesuai arahan Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati, pengelolaan di Tangga Arung Square hanya oleh Disperindag. Tidak ada pihak ketiga lagi, semuanya dikelola oleh Disperindag,” ujarnya, pada Rabu (17/6/2026).

Meski dikelola langsung oleh pemerintah daerah, Disperindag tetap membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak untuk menghidupkan aktivitas di kawasan pasar.

Menurut Sayid, kerja sama tersebut dapat dilakukan dengan event organizer (EO), komunitas, maupun kelompok masyarakat yang memiliki program untuk menarik kunjungan masyarakat ke Tangga Arung Square.

Ia menjelaskan, fokus utama pemerintah saat ini adalah meningkatkan keramaian dan aktivitas di kawasan pasar agar menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Namun demikian, meningkatnya jumlah pengunjung tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan omzet pedagang.

Baca Juga :  Anggota DPRD Kaltim Tinjau Jalan Longsor di Poros Samarinda-Balikpapan

“Karena yang diinginkan pedagang dan pemerintah sama, yaitu kawasan itu ramai. Tetapi kalau soal dagangan menjadi laris, itu kembali pada kondisi ekonomi dan rezeki masing-masing,” katanya.

Sayid juga memastikan kebijakan parkir gratis di kawasan Tangga Arung Square masih akan dipertahankan. Menurutnya, langkah itu merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dan pedagang di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.

Ia mengakui bahwa retribusi parkir sebenarnya merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun untuk saat ini, pemerintah lebih mengutamakan upaya meningkatkan jumlah pengunjung dan mendorong aktivitas ekonomi di kawasan pasar.

“Kondisi ekonomi makro dan ekonomi daerah kita juga sedang tidak baik-baik saja. Jadi ini salah satu cara menarik pengunjung supaya tidak terbebani, sekaligus membantu para pedagang,” jelasnya.

Menurutnya, kebijakan tersebut dapat dievaluasi kembali apabila kondisi ekonomi telah membaik. Saat ini, pemerintah memilih memberikan relaksasi kepada masyarakat daripada membebankan biaya tambahan yang berpotensi mengurangi minat berkunjung ke pasar.

Menanggapi keluhan pedagang mengenai sepinya aktivitas di Tangga Arung Square, Sayid menilai kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Tenggarong. Fenomena serupa, menurutnya, juga dirasakan di sejumlah kota besar lainnya di Indonesia.

Baca Juga :  Disdikbud Kukar Menggelar Rapat Sinkornisasi, Koordinasi, Finalisasi Pelaksanaan Erau Adat Kutai 2025

Ia menjelaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah secara nasional turut memengaruhi perputaran ekonomi di daerah. Dampaknya terlihat pada menurunnya aktivitas belanja pemerintah, pengadaan barang dan jasa, hingga daya beli masyarakat.

Karena aparatur sipil negara (ASN) selama ini menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah melalui aktivitas konsumsi dan belanja. Ketika terjadi penyesuaian anggaran dan masyarakat cenderung menahan pengeluaran, maka sektor perdagangan ikut merasakan dampaknya.

Selain itu, perkembangan perdagangan daring atau online juga menjadi faktor yang memengaruhi tingkat kunjungan dan transaksi di pasar konvensional. Karena itu, dibutuhkan berbagai strategi untuk menjaga keberlangsungan usaha para pedagang.

Di tengah tantangan tersebut, Disperindag meminta para pedagang untuk tetap bersabar dan konsisten menjalankan usaha. Pemerintah daerah, kata Sayid, terus berupaya mencari langkah-langkah yang dapat membantu pemulihan aktivitas perdagangan dan pertumbuhan UMKM.

Ia optimistis kondisi ekonomi akan kembali membaik seiring berbagai kebijakan yang ditempuh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Untuk saat ini, kami berharap para pedagang tetap bersabar dan tetap konsisten berjualan,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Anggota DPRD Kaltim Desak Pimpinan Respon Permohonan Masyarakat Marangkayu Terkait Konflik Lahan Bendungan

Advertorial

Maksimalkan Kinerja, Bapemperda DPRD Kukar Kejar Pengesahan Empat Rancangan Perda

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Tanggapi Perda Tentang Peningkatan PAD

Advertorial

SDN 001 Tenggarong Rutin Melakukan Kegiatan P5 Pada Akhir Pekan Sebagai Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar

Advertorial

Komisi IV DPRD Kaltim Dorong Pemprov Siapkan Generasi Muda yang Cinta Budaya

Advertorial

DPRD Kukar Membentuk Pansus Raperda Pajak dan Restribusi Daerah

Pemerintah

Pemkab Kukar Menggelar Pameran Kearsipan 2026, Tampilkan Arsip Masa Lampau Hingga Modern

Advertorial

Komitmen Tuntaskan Seluruh Program Pembentukan Perda Tahun 2025, DPRD Kukar Menggelar 6 Rapat Paripurna Secara Maraton