KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Perusahaan Umum Daerah (Perusda) Tunggang Parangan Kutai Kartanegara berhasil meraih predikat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sehat dengan kategori AA Plus.
Capaian tersebut diperoleh setelah perusahaan melakukan berbagai langkah pembenahan dan penataan ulang dalam tiga tahun terakhir.
Direktur Utama Perusda Tunggang Parangan, Awang Muhammad Luthfi, mengatakan salah satu faktor utama keberhasilan perusahaan adalah efisiensi operasional yang terus dijaga tanpa mengurangi potensi pendapatan usaha.
“Operasional kami sangat efisien. Pencapaian kami juga sangat optimal, di mana operasional kami hanya berkisar 35 persen dari pendapatan,” ujarnya pada Kamis (07/05/2026).
Menurut Awang, sejak awal dirinya memimpin perusahaan, fokus utama yang dilakukan ialah proses pemulihan dan penataan ulang manajemen agar lebih sehat dan transparan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan perusahaan berjalan sesuai aturan dan prinsip tata kelola yang baik.
“Dari awal kami melakukan pemulihan kemudian penataan ulang. Salah satunya menata perusahaan agar clean dan clear, kemudian berjalan secara transparan,” katanya.
Ia menjelaskan, sistem bisnis perusahaan juga disusun berdasarkan standar yang sesuai dengan aturan pemerintah maupun ketentuan publik. Dengan demikian, seluruh proses bisnis dapat berjalan lebih tertib dan akuntabel.
“Kami menata dengan dasar bisnis yang sesuai standar, baik aturan pemerintah maupun aturan publik,” katanya.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan diraihnya predikat BUMD Sehat dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Perusda Tunggang Parangan memperoleh skor di atas 90 persen dengan kategori AA Plus.
“BUMD Sehat dengan skor di atas 90 persen mendapat predikat AA Plus. Artinya ini luar biasa, karena BPKP menilai kami memiliki tata kelola yang transparan, sehat, bersih, dan sesuai aturan,” ungkapnya.
Selain efisiensi dan tata kelola, keterbukaan informasi juga menjadi perhatian perusahaan. Ia menyebut seluruh aktivitas perusahaan dijalankan secara informatif sehingga dapat dipantau secara terbuka.
“Kemudian kami juga sangat informatif, semua informasi bisa dilihat,” ucapnya.
Menurutnya, strategi efisiensi yang diterapkan perusahaan turut berdampak pada peningkatan pendapatan. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, realisasi pendapatan disebut mampu melampaui target yang telah ditetapkan.
“Kalau ditargetkan tujuh, kami bisa menyampaikan 14. Kemudian ditargetkan 14 atau 15, kami sudah mencapai 32 miliar rupiah per tahun pendapatan kotornya,” pungkasnya. (ltf/fdl)









