Home / Ekonomi

Senin, 26 Januari 2026 - 15:20 WIB

Elpiji 3 Kilogram di Tenggarong Langka, Harga Eceran Tembus Rp45 Ribu

Pendistribusian tabung gas elpiji 3 kilogram (Latif/Eksposisi)

Pendistribusian tabung gas elpiji 3 kilogram (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Kelangkaan pasokan tabung gas elpiji 3 kilogram di Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), sempat memicu lonjakan harga di tingkat pengecer.

Dalam beberapa hari terakhir, harga gas bersubsidi tersebut dilaporkan menembus Rp45 ribu per tabung, jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Kondisi ini dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang bergantung pada elpiji 3kilogram untuk kebutuhan harian. Di sejumlah titik, warga mengaku kesulitan memperoleh gas karena stok di pangkalan dan pengecer cepat habis.

Abdullah pengecer tabung gas e kilogram, saat dijumpai menyebutkan lonjakan harga terjadi bukan semata untuk meraup keuntungan, melainkan akibat keterbatasan pasokan. Mereka mengaku terpaksa mencari tabung elpiji dari wilayah lain dengan harga tinggi agar tetap bisa melayani pelanggan.

“Saya dapat dari Maluhu harganya Rp43 ribu, saya jual Rp45 ribu. Untungnya cuma Rp2 ribu, karena memang sudah tinggi dari sana,” ujarnya (25/01/2026).

Baca Juga :  Pemkab Kukar Meraih Peringkat ke-3 Realisasi Pendapatan Tertinggi Pada APBD Award 2023

Kelangkaan tersebut dipicu oleh terhentinya distribusi elpiji 3 kilogram saat libur nasional Isra Mi’raj yang berlanjut hingga akhir pekan. Tidak adanya penyaluran pada hari libur menyebabkan kekosongan stok di tingkat agen dan pangkalan.

Direktur Utama PT Nararya, Windi Novri Ananta, saat di datangi pada Senin (26/01/2026), membenarkan bahwa selama libur nasional tidak ada suplai elpiji 3 kilogram yang masuk ke wilayah Kukar. Ia menjelaskan, satu hari tanpa distribusi berdampak signifikan terhadap ketersediaan di lapangan.

“Pada hari libur nasional itu tidak ada penyaluran elpiji 3 kilogram. Alokasi untuk Kukar saat itu nol, sehingga stok langsung terdampak,” jelasnya.

Menurutnya, dalam kondisi normal PT Nararya menyalurkan hampir 35 ribu tabung elpiji 3 kilogram per hari. Ketika distribusi terhenti selama satu hingga dua hari, puluhan ribu tabung tidak tersalurkan dan memicu kelangkaan sementara.

Baca Juga :  Satu Tahun Kepemimpinan Aulia-Rendi, Kukar Perkuat Fondasi Menuju Pusat Pangan, Pariwisata dan Industri Hijau

Meski demikian, Windi memastikan saat ini distribusi telah kembali normal. Penyaluran elpiji 3 kilogramkembali berjalan sesuai kuota harian dan mulai mengisi kekosongan di pangkalan serta pengecer.

Ia juga menegaskan bahwa Harga Eceran Tertinggi elpiji 3 kilogram tetap mengacu pada ketentuan pemerintah. Untuk wilayah dalam radius 60 kilometer, HET ditetapkan sebesar Rp19 ribu per tabung, sementara wilayah di luar radius tersebut dikenakan tambahan biaya angkut sesuai jarak tempuh.

Dengan normalnya kembali distribusi, ia berharap masyarakat tidak panik dan membeli elpiji 3 kilogram sesuai kebutuhan.

“Sekarang penyaluran sudah sesuai jalur dan tidak ada keterlambatan. Kami harap kondisi ini segera stabil dan harga kembali normal di tingkat masyarakat,” tutupnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Bisnis

Perpustakaan Desa Kota Bangun III Raih Juara I Lomba Literasi Kukar 2025

Ekonomi

Pemkab Kukar Bersama Pemprov Kaltim Siapkan Audiensi ke Kemenkeu, Perjuangkan Dana Kurang Salur

Bisnis

Pemkab Kukar Cairkan Pinjaman Rp820 Miliar di Bankaltimtara, Pembayaran Utang Rekanan Ditarget Tuntas Sebelum Lebaran

Bisnis

Kampong Kuliner Tradisional Gang 7 Kembali Hadir, Jadi Ruang Ekonomi Kreatif dan Pelestarian Budaya Kutai

Bisnis

SKK Migas dan KKKS Salurkan Ratusan Paket Bantuan Ramadan untuk Masyarakat Kukar

Ekonomi

Gaji Ke-13 ASN Dipastikan Aman, Pemkab Kukar Siapkan Penyaluran Sesuai Mekanisme

Bisnis

Perumda Tirta Mahakam Gandeng Pihak Ketiga Tingkatkan Kapasitas Air Bersih di Tenggarong

Bisnis

Di Balik Senyap Pabrik Kratom: Menanti Kepastian di Tengah Nilai Ekonomi yang Menggiurkan