Home / Advertorial / Pemerintah / Pendidikan-Kesehatan / Politik / Serba Serbi

Minggu, 27 September 2026 - 18:09 WIB

Hadiri Puncak Erau Adat Kutai 2026, Ketua DPRD Kukar: Belimbur Simbol Keberkahan dan Penyucian Diri

Ahmad Yani - Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

Ahmad Yani - Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Puncak rangkaian Erau Adat Kutai 2026 ditandai dengan prosesi Ngulur Naga dan Belimbur yang berlangsung di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), pada Minggu (27/9/2026).

Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, yang turut mengikuti prosesi mengungkapkan bahwa Belimbur berlangsung meriah dan menjadi salah satu bagian penting dalam puncak rangkaian Erau Adat Kutai 2026.

Menurutnya, prosesi Belimbur diawali dengan percikan air oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, kemudian dilanjutkan dengan siraman air yang turut menggunakan mobil pemadam kebakaran.

“Kita sudah mencapai puncak Erau dan itu sudah terlaksana. Alhamdulillah tadi sudah dimulai dengan percikan air oleh Sultan dan hampir semua mengenai,” ujarnya.

Baca Juga :  Utamakan Keselamatan, MHU Berhasil Capai 85 Juta Jam Kerja Tanpa Kecelakaan

Ahmad Yani menyebut, semprotan air yang dilakukan dalam prosesi Belimbur menjadi bagian dari kemeriahan yang dirasakan masyarakat. Namun, di balik kemeriahan tersebut terdapat makna filosofis yang menjadi bagian penting dari tradisi Erau.

Ia memaknai air dalam prosesi Belimbur sebagai simbol keberkahan dan kebahagiaan bagi masyarakat yang mengikuti rangkaian puncak Erau Adat Kutai.

“Bahwa itu adalah bukti keberkahan, bukti kebahagiaan, bukti bahwa mari kita mensucikan diri,” katanya.

Menurutnya, penyucian diri menjadi salah satu pesan yang terkandung dalam tradisi Belimbur. Karena itu, kemeriahan perayaan Erau diharapkan tetap diiringi dengan nilai-nilai kebaikan dan kesucian dalam kehidupan masyarakat.

Baca Juga :  Pjs Bupati Kukar Membuka Sosialisasi Netralitas ASN Pilkada Serentak 2024

Ahmad Yani juga mengajak masyarakat menjadikan air bukan hanya sebagai bagian dari tradisi, tetapi sebagai sumber kehidupan yang harus dihargai dan dijaga keberadaannya.

“Mari kita berpesta dan mengakhiri pesta ini adalah dengan kebaikan, dengan kesucian,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa air memiliki peran penting dalam kehidupan manusia, sehingga masyarakat perlu membangun kesadaran untuk menjaga dan memperlakukan air sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Bahwa air itu adalah sumber kehidupan. Mari kita menjadikan air adalah sahabat, mari kita menjadikan air adalah sumber kehidupan kita,” pungkasnya. (ltf/fdl/adv)

Share :

Baca Juga

Serba Serbi

Tim Balap Binaan Kodim 0912 Kubar Raih Dua Medali di Open Race Piala Gubernur Kaltim 2023

Advertorial

Ketua DPRD Kukar Pastikan Pengelolaan APBD yang Besar Dikeluarkan untuk Kepentingan rakyat

Pemerintah

Bupati Kukar Tekankan Pentingnya Pelestarian Bahasa Daerah, Dorong Pembelajaran Bahasa Kutai di Sekolah

Infrastruktur

Dinas PU Kukar Percepat Penanganan Jalan Penghubung Kota Bangun–Kenohan, 7 Titik Rusak Parah Jadi Prioritas

Advertorial

LKBB Kartanegara Kaltim Open 2025 Berlangsung Sukses, Dispora Kukar Pastikan Event Ini akan Kembali Digelar

Politik

Aulia Rahman Basri Ziarah ke Makam Pak Kaning, Sosok yang Menginspirasi Perjalanan Politiknya

Advertorial

Pertama di Indonesia, Dishub Kukar Miliki BLUD PKB

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Dorong Penyesuaian Lokasi TPSP