Home / Bisnis / Ekonomi / Finansial

Rabu, 25 Maret 2026 - 22:36 WIB

Harga Pangan di Pasar Mangkurawang Naik-Turun Pasca Lebaran

Lapak pedagang ayam di Pasar Mangkurawang (Latif/Eksposisi)

Lapak pedagang ayam di Pasar Mangkurawang (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Mangkurawang, Kabupaten Kutai Kartanegara, terpantau mengalami fluktuasi pada Rabu (25/03/2026), pasca momentum Idulfitri 1447 Hijriah. Sejumlah komoditas seperti cabai, bawang, hingga daging ayam menunjukkan perubahan harga yang cukup dinamis dibandingkan saat puncak Lebaran.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, harga cabai yang sebelumnya sempat melonjak tinggi kini mulai berangsur turun, meskipun masih tergolong mahal. Salah satu pedagang sayur, Ibu Siti, menyebutkan bahwa harga cabai saat ini berada di kisaran Rp100.000 per kilogram.

“Seratus lima sekarang. Kemarin pas menjelang Lebaran itu sampai Rp250 ribu sekilo,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penurunan harga terjadi cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir setelah Lebaran. Menurutnya, kondisi ini dipengaruhi oleh mulai stabilnya pasokan barang di pasaran.

“Baru hari ini turun banyak. Tidak tahu kembali besok seperti apa,” lanjutnya.

Sementara itu, harga bawang merah justru mengalami kenaikan meskipun tidak terlalu signifikan. Saat ini, bawang merah dijual di angka Rp45.000 per kilogram, naik dari sebelumnya yang berada di kisaran Rp38.000 hingga Rp40.000.

Baca Juga :  Pengundian Lapak Pedagang Rampung, Pasar Tangga Arung Siap Beroperasi Awal 2026

“Bawang naik, cabe turun, tapi cabe masih di angka Rp100 ribu,” jelasnya

Di sisi lain, harga daging ayam juga menunjukkan tren penurunan setelah sempat melonjak saat Lebaran. Pedagang ayam, Rahmat, mengatakan harga ayam saat ini berada di kisaran Rp45.000 hingga Rp50.000 per kilogram.

“Pas Lebaran bisa sampai 50 ribu, sekarang antara 45 sampai 48,” ungkapnya.

Namun demikian, ia menyebut harga tersebut belum sepenuhnya kembali ke kondisi normal seperti hari biasa. Menurutnya, harga ayam normal biasanya berada di kisaran Rp35.000 hingga Rp37.000 per kilogram.

“Kalau hari-hari biasa itu Rp35 sampai Rp37, sekarang belum normal,” katanya.

Rahmat juga menjelaskan bahwa fluktuasi harga sangat bergantung pada ketersediaan stok di pasar. Jika pasokan melimpah, harga cenderung turun, namun jika barang terbatas, harga akan kembali melonjak.

Baca Juga :  Pemkab Kutim Menggelar Bimtek Penyelenggaraan Administrasi Penguasaan Tanah Atas Tanah Negara

“Kalau stoknya banyak ya turun, kalau barang sedikit pasti naik. Ini saja kami berebut karena barangnya kurang,” jelasnya.

Sementara itu, dari sektor sembako, pedagang lainnya, Pak Supriyono, menyebutkan bahwa harga bahan pokok relatif stabil meskipun ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan tipis.

Harga beras lokal saat ini justru mengalami penurunan dari Rp15.000 menjadi Rp14.000 per kilogram. Namun, harga telur naik sedikit dari Rp57.500 menjadi Rp58.000 per piring, serta minyak goreng dari Rp20.000 menjadi Rp21.000 per liter.

“Harga gula juga ada kenaikan jadi Rp18.000 per kilo, tapi sedikit jadi tidak berpengaruh,” jelasnya.

Secara umum, kondisi harga pangan di Pasar Mangkurawang mulai menunjukkan penyesuaian setelah lonjakan signifikan saat Lebaran. Para pedagang memperkirakan harga akan terus berfluktuasi dalam beberapa hari ke depan, tergantung pada kelancaran distribusi dan ketersediaan stok di pasaran. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Bisnis

Perumda Tirta Mahakam Waspadai Dampak Kemarau, Air Sungai Surut Bisa Pengaruhi Pelayanan

Bisnis

Disbun Ungkap Data 338 Perusahaan Memiliki IUP Perkebunan di Kaltim

Bisnis

Evaluasi E-PBM, Langkah Penting Menuju Digitalisasi Bongkar Muat di Kuala Samboja

Ekonomi

Demo Bankaltimtara, HMI Kukar Soroti Utang Pemkab, Kredit Kukar Idaman Hingga Kasus Disdikubud

Bisnis

Wagub Hadi Mulyadi Buka Gebyar Hari UMKM Tingkat Provinsi Kaltim

Finansial

Pay Attention to the Warning Signs of Depression, Suicide Risk

Bisnis

Dukung Peningkatan Produksi Pertanian, Pemkab Kukar Berikan 50,7 Ton Pupuk Organik

Bisnis

HUT ke-34 Perumda Tirta Mahakam, Fokus Jaga Kontinuitas dan Kualitas Layanan Air Bersih