Home / Bisnis / Ekonomi / Finansial / Industri / Pemerintah

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:58 WIB

Satgas Pangan Sidak Pasar Mangkurawang, Harga Bahan Pokok di Kukar Stabil

Satgas Pangan sidak Pasar Mengkurawang Tenggarong (Latif/Eksposisi)

Satgas Pangan sidak Pasar Mengkurawang Tenggarong (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Tim Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan melakukan pemantauan langsung harga dan pasokan bahan pokok di Pasar Mangkurawang, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), pada Jumat (06/03/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memastikan stabilitas harga pangan pada bulan Ramadan  hingga Idul Fitri 1447 Hijriah.

Pemantauan tersebut melibatkan sejumlah instansi, mulai dari Badan Pangan Nasional, Polda Kalimantan Timur (Kaltim), Dinas Pangan dan Pertanian, Dinas Perdagangan, hingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar.

Ketua Tim Kerja Stabilisasi Pasokan Pangan Badan Pangan Nasional, Yudhi Harsatriadi Sandyatma, mengatakan hasil pantauan di lapangan menunjukkan sebagian besar harga komoditas pangan masih dalam kondisi stabil.

“Pantauan kami untuk komoditas pangan seperti beras, telur, ayam, daging ayam, daging sapi, bawang merah, bawang putih, cabai rawit merah, dan cabai merah keriting hampir semuanya relatif stabil, bahkan ada yang cenderung turun,” ujarnya.

Baca Juga :  Siswa di Kukar Tetap Dapat MBG Selama Ramadan, Distribusi Dilakukan Sesuai Mekanisme Khusus

Ia menjelaskan salah satu komoditas yang mengalami penurunan harga adalah cabai rawit merah. Sebelumnya harga cabai rawit sempat berada di kisaran Rp90 ribu per kilogram, namun saat ini turun menjadi sekitar Rp75 ribu per kilogram.

Selain itu, harga telur ayam juga terpantau stabil di kisaran Rp55 ribu per piring. Sementara harga beras dan gula juga masih berada pada angka yang relatif tetap, dengan gula berada di kisaran Rp17.500 per kilogram.

Meski demikian, tim Satgas masih menemukan satu hingga dua pedagang yang menjual beras premium di atas harga eceran tertinggi (HET). Kondisi tersebut dipengaruhi oleh biaya distribusi yang cukup tinggi serta harga dari pemasok yang sudah mendekati batas HET.

Baca Juga :  Disperindag Kukar Mengikuti Gerakan Pangan Murah, Berbagai Macam Bahan Pokok Disiapkan

“Jika nanti masih ditemukan pelanggaran yang sama, tentu akan ada langkah penindakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” jelasnya.

Yudhi menambahkan, pengawasan ini merupakan bagian dari penugasan Satgas Pangan yang berlangsung sepanjang tahun 2026. Namun khusus menjelang Ramadan dan Idulfitri, pengawasan dilakukan lebih intensif selama dua bulan, mulai Februari hingga April.

Satgas Pangan ditugaskan untuk memantau kondisi pasokan dan harga pangan di seluruh provinsi di Indonesia guna memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar.

“Harapannya masyarakat tidak perlu khawatir atau melakukan panic buying. Ketersediaan pangan secara umum cukup, bahkan stok beras yang dimiliki Bulog diperkirakan mampu bertahan sekitar tiga sampai lima bulan ke depan,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Advertorial

DKP Kukar Dorong Siswa SPR Jadi Lokomotif Pengembangan Sektor Perikanan

Advertorial

Kelurahan Maluhu Gelar Kesenian Kuda Lumping, Dibuka Bupati Kukar

Advertorial

Pendaftaran Beasiswa Guru dan Stimulan Peserta Didik Kukar Diperpanjang hingga 20 September

Advertorial

KFBN 2024 Sukses Digelar, Prioritaskan Penampilan Seni Budaya Lokal dan Nusantara Nasional

Advertorial

Dispora Kukar akan Menggelar Kejuaran RC Mini Dalam Waktu Dekat

Advertorial

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Bupati Kukar Meminta Disdikbud Optimalkan Kinerja

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Soroti Perubahan Undang-undang Terkait Keuangan Pusat dan Daerah

Pemerintah

Presiden Jokowi Umumkan Pencabutan Status Pandemi Covid-19