Home / Infrastruktur

Kamis, 29 Januari 2026 - 18:35 WIB

Jembatan Rusak Parah, Akses Masyarakat Desa Sebuntal Terancam Lumpuh

Kondisi jembatan Desa Sebuntal yang rusak parah (Istimewa)

Kondisi jembatan Desa Sebuntal yang rusak parah (Istimewa)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Jembatan kayu di Desa Sebuntal, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), yang mengalami kerusakan parah berdampak serius terhadap mobilitas dan aktivitas warga.

Jembatan yang menjadi satu-satunya jalur penghubung di desa itu kini nyaris tidak layak dilewati dan berpotensi memutus akses masyarakat ke luar wilayah. Dalam sepekan terakhir, kondisi jembatan dilaporkan terus mengalami penurunan.

Sejumlah papan kayu penyangga mulai rapuh dan berlubang, membuat warga semakin waswas saat melintas. Bahkan, kendaraan roda dua pun kini hanya bisa melewati jembatan dengan penuh kehati-hatian.

Salah seorang warga Desa Sebuntal, Jumarni, mengungkapkan bahwa kerusakan jembatan tersebut berkembang cukup cepat. Menurutnya, kendaraan roda empat sudah tidak dapat melintas sama sekali akibat kondisi jembatan yang semakin membahayakan.

“Rusaknya sekitar satu minggu terakhir, tapi sekarang makin parah. Motor saja sudah bikin takut warga kalau lewat,” ujar Jumarni pada Kamis (29/01/2026).

Baca Juga :  Desa Loa Pari Manfaatkan Lahan Bekas Tambang Menjadi Objek Wisata Danau

Ia mengungkapkan bahwa jembatan kayu tersebut memiliki peran vital bagi kehidupan masyarakat desa. Seluruh aktivitas warga, mulai dari distribusi hasil kebun, akses ke sekolah, hingga kebutuhan layanan kesehatan, sangat bergantung pada keberadaan jembatan tersebut.

Jika kerusakan tidak segera ditangani, warga khawatir Desa Sebuntal akan mengalami keterisolasian, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.

Sebagai upaya darurat, warga setempat sempat bergotong royong memperbaiki bagian jembatan agar masih dapat dilalui sepeda motor. Namun, langkah tersebut hanya bersifat sementara dan tidak mampu menjamin keamanan jangka panjang.

“Kami hanya perbaiki seadanya supaya motor masih bisa lewat. Tapi jelas ini tidak tahan lama,” katanya.

Ia mengatakan bahwa pemerintah desa sempat meninjau langsung kondisi jembatan. Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian terkait rencana perbaikan permanen.

Baca Juga :  UMKM Raup Omzet Hingga Rp400 Juta pada Acara Pesta Laut Pesisir Nusantara

“Dari desa sudah ada yang datang lihat, tapi kelanjutannya kami belum tahu,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa usia jembatan kayu tersebut tergolong sangat tua. Berdasarkan cerita warga, jembatan itu diperkirakan telah berumur sekitar 60 tahun dan selama ini hanya mendapat perawatan ringan.

Akibat kondisi tersebut, warga yang memiliki kendaraan roda empat terpaksa memarkirkan mobil mereka di luar desa dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Warga pun berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk membangun atau memperbaiki jembatan secara permanen demi menjamin keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat.

“Harapan kami jembatan ini segera diperbaiki, karena ini akses hidup kami,” tutupnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Ketua DPRD Kutim Sampaikan Pengerjaan Jalan Rantau Pulung Capai 100 Persen

Advertorial

Dinas PU Kukar Bangunkan Jalan Desa Tanjung Batu di APBD-P Kukar 2023

Advertorial

Bupati dan Wakil Bupati Kukar Tinjau Sejumlah Lokasi Rencana Pembangunan Bioskop di Tenggarong

Advertorial

Peningkatan Konektivitas Jalan Penghubung Anggana-Muara Badak Jadi Prioritas

Ekonomi

Kendalikan Pengelolaan Anggaran, Pemkab Kukar Rubah Pola Belanja Daerah

Advertorial

Dinas PU Kukar Siapkan Strategi Khusus Optimalkan KegiatanTahun 2023

Advertorial

Akses Jalan Masih Terbatas, Pemerintah Kecamatan Tabang Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur

Ekonomi

Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Sebut Anggaran IKN Segera Cair